Rabu, Januari 20, 2021

Kabupaten Seruyan Kembangkan Sertifikasi Sawit Berkelanjutan

Pembangunan Gedung DPD Dinilai Mendesak

Jakarta, 15/8 - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang menilai pembangunan gedung DPD sangat mendesak untuk menunjang kinerja lembaga tersebut dalam menyalurkan...

Menteri Tjahjo Kumolo Persilakan Uji Materi UU Pemilu ke MK

Jakarta, 21/7 - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mempersilakan beberapa pihak melakukan uji materi terhadap UU Penyelenggaraan Pemilu yang baru saja disahkan dalam Rapat...

Menhan: Ospek Kampus Akan Diisi Materi Bela Negara

Jakarta, 26/7 - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan kegiatan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) akan diisi dengan materi Bela Negara untuk membangun perilaku...

LBH Jakarta: Pelanggaran Penegakan Hukum Semakin Meningkat

Lembaga Bantuan Hukum Jakarta menyatakan sepanjang 2015 angka pelanggaran dalam proses penegakan hukum jumlahnya terus meningkat. Itu terlihat dari jumlah pengaduan pelanggaran atas peradilan,...
Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.

Petani mengumpulkan bongkahan kelapa sawit di kebun miliknya di Kampar, Riau, Senin (10/8). Petani sawit mengeluhkan tidak stabilnya harga sawit dimana harga sawit di Kampar, Riau saat ini mengalami penurunan dari Rp1.400 per kg menjadi Rp 950 per kg. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/Spt/15
Petani mengumpulkan bongkahan kelapa sawit di kebun miliknya di Kampar, Riau, Senin (10/8).  ANTARA FOTO/Rony Muharrman/Spt/15

Pemerintah Kabupaten Seruyan berinisiatif mengembangkan pendekatan sertifikasi yurisdiksi untuk produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan. Melalui pendekatan yurisdiksi diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan, mengurangi penebangan hutan, dan mengakui hak masyarakat adat.

“Pendekatan ini akan dimulai dengan mengidentifikasi dan mengurangi risiko-risiko berkelanjutan yang dihadapi para pelaku usaha di sepanjang rantai pasokan minyak,” kata Bupati Seruyan Sudarsono dalam pertemuan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) ke-13 di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (18/11).

Dia menjelaskan selama ini perusahaan dan petani menghadapi beberapa masalah dalam mencapai keberlanjutan, seperti soal legalitas, penebangan hutan, dan konflik sosial yang sering tak bisa diselesaikan oleh perusahaan dan petani sendiri. Karena itu, masalah itu perlu dibahas serta diselesaikan pada tingkat yurisdiksi dan didukung penuh oleh pemerintah di setiap tingkat.

“Impian kami di Seruyan adalah untuk memastikan bahwa semua komoditas yang berasal dari kabupaten kami diproduksi secara berkelanjutan,” tegas Sudarsono. Dengan membeli minyak kelapa sawit, lanjut dia, pembeli dan konsumen akan tahu bahwa perusahaan dan petani memproduksinya tanpa menyebabkan penebangan hutan atau pembukaan lahan gambut. Mereka akan mengetahui bahwa tak ada pembakaran ketika pembukaan lahan dan konflik lahan, misalnya dengan masyarakat adat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah Rawing Rambang mengatakan, pihaknya mendukung penuh komitmen yang disampaikan Kabupaten Seruyan. Rawing juga memuji komitmen Seruyan untuk menjadi kabupaten percontohan pertama dalam pendekatan sertifikasi yurisdiksi.

“Kita berharap Kabupaten Seruyan bisa menjadi model bagi kabupaten lain. Tidak hanya di Kalimantan Tengah tapi juga di Indonesia dan dunia untuk pengembangan kelapa sawit berkelanjutan,” ujar Rawing.

Dalam mendukung implementasi komitmen itu, pemerintah Seruyan akan bekerjasama dengan para pihak, salah satunya perusahaan sawit. Beberapa perusahaan kelapa sawit telah menandatangani nota kesepahaman dengan pemerintah Seruyuan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mempercepat transisi menuju praktik pertanian berkelanjutan oleh petani kelapa sawit.

Seperti diketahui, Kalimantan Tengah adalah anggota Satuan Tugas Gubernur untuk Iklim dan Hutan (GFC), salah satu forum internasional di tingkat subnasional untuk mengurangi penebangan hutan. Secara global, ada 29 anggota GCF yang memiliki 25% hutan tropis dunia, termasuk 75% dari hutan di Brasil dan lebih dari setengah hutan di Indonesia dan Peru. Bahkan seluruh anggota GFC mendukung pelaksanaan pembangunan pedesaan untuk mengurangi penebangan hutan dan emisi gas rumah kaca.

Daniel Nestad, Direktur Eksekutif Earth Innovation Institute, mengatakan, inisiatif yang disampaikan pemerintah Seruyan merupakan sebuah contoh kepemimpinan yang mengantarkan pembangunan pedesaan berkelanjutan ke tahap berikutnya, yang menggabungkan kekuatan pemerintah dan kebijakan publik.

“Dua kekuatan itu memiliki kemampuan dan pengaruh para pihak di dalam rantai pasok minyak sawit berkelanjutan, terutama perusahaan penghasil dan pembeli minyak sawit. Jadi, kitas sangat senang  menjadi bagian dari inisiatif ini,” kata Daniel.

Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Apa Itu Teo Demokrasi dan Nasionalisme?

Apa itu Konsep Teo Demokrasi? Teo demokrasi terdiri dari gabungan kata yaitu teologi yang berarti agama dan demokrasi yang terdiri dari kata demos berarti rakyat dan...

Menilik Superioritas Ras dalam Film Imperium

Film Imperium yang ditulis dan disutradarai oleh Daniel Ragussis adalah sebuah film thriller yang menampilkan usaha seorang karakter utama yang mencoba untuk “masuk” ke...

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Revolusi Mental Saat Pandemi

Vaksin Sinovac memang belum banyak terbukti secara klinis efektifitas dan efek sampingnya. Tercatat baru dua negara yang telah melakukan uji klinis vaksin ini, yakni...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

ARTIKEL TERPOPULER

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Bagaimana Masa Depan Islam Mazhab Ciputat?

Sejak tahun 80-an Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jakarta dikenal "angker" oleh sebagian masyarakat, pasalnya mereka menduga IAIN Jakarta adalah sarangnya orang-orang Islam liberal,...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.