Selasa, April 13, 2021

Jokowi Merespon Positif Rencana Pertemuan SBY – Prabowo

Aksi Mogok Kerja Karyawan JITC Lumpuhkan Aktivitas Pelabuhan

Jakarta, 3/8 - Mogok kerja oleh sekitar 650 pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja (SP) PT Jakarta International Container Terminal (JICT) di pelabuhan petikemas...

Kapolri Rilis Sketsa Wajah Pelaku Penyiraman Novel Baswedan

Jakarta, 31/7 - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menunjukkan sketsa terbaru pelaku penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan. "Ini belum dipublikasikan, baru kira-kira dua...

Pemerintah Didesak Bentuk UU Persetujuan Masyarakat Pertambangan

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyatakan perubahan kewenangan izin perkebunan, pertambangan dari daerah ke provinsi belum memuaskan kepentingan masyarakat. Pasalnya, meski perubahan itu di...

Walhi: Usut Tindakan Represif Kepolisian terhadap Masyarakat

Aparat kepolisian kembali melakukan tindakan represif terhadap masyarakat. Kali ini yang menjadi korban adalah masyarakat yang berunjukrasa di kantor DPRD Lombok Timur untuk menyampaikan...

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kanan), Menko Polhukam Wiranto (kedua kanan), dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kiri). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/kye/17

Jakarta, 27/7 – Presiden Joko Widodo merespons positif rencana pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subiyanto.

“Pertemuam antartokoh politik baik-baik saja, pertemuam antarpartai baik,” kata Jokowi usai membuka Rakornas Pengendalian Inflasi 2017 di Hotel Sahid Jakarta, Kamis.

Jokowi menyebutkan pertemuan apapun itu baik, asal untuk kepentingan negara dan kepentingan bangsa.

Mengenai pertemuan dirinya dengan partai koalisi pendukung beberapa waktu lalu, Jokowi mengakui ada pertemuan itu.

“Itu pertemuan rutin , biasa, kalau ada yang perlu dibahas pasti bertemu cuma memang ada yang terbuka dan tertutup,” kata Jokowi.

Ia juga merespons positif PDIP yang menginisiasi pertemuan dengan PAN.

“Pertemuan antartokoh, antarpartai itu baik, pertemuan apapun itu baik asal untuk kepentingan negara, untuk kepentingan bangsa,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan SBY akan melakukan pertemuan dengan Prabowo pada Kamis malam ini.

Pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediaman SBY di Cikeas, Jawa Barat, Kamis malam, salah satunya membahas tentang UU Pemilu.

Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari mengutarakan kepada media, pertemuan ini sebagai respons positif dari Ketua Umum Partai Demokrat SBY atas permintaan Ketum Umum Partai Gerindra Prabowo untuk bertemu, seusai ketok palu UU Pemilu pada sidang Paripurna DPR pekan lalu.

Dia menyampaikan sebagaimana diketahui empat fraksi yakni Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Gerindra, Fraksi PAN dan Fraksi PKS, menolak penggunaan ambang batas pencalonan Presiden atau Presidential Threshold dalam pelaksanaan Pemilu Serentak tahun 2019.

Partai Demokrat termasuk yang mendukung upaya untuk Judicial Review atau uji materi ke Mahkamah Konstitusi.

“Salah satu pembahasan tentu terkait dengan UU Pemilu tersebut seperti yang disampaikan sebelumnya oleh pihak Gerindra. Di luar urusan itu, silaturahim kedua tokoh bangsa ini diharapkan membawa angin segar dan memberi kontribusi yang positif dan konstruktif bagi negeri tercinta,” ujar Imelda.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.