Minggu, Januari 17, 2021

Jaringan Intelektual Berkemajuan: Ekonomi Kreatif yg Berkepribadian dalam Kebudayaan

Si Tampan Warren G. Harding yang Eror dan Gagal Sebagai Presiden

Kita baru saja merayakan pesta demokrasi dengan cara memilih calon pasangan kepala daerah kita masing-masing. Lalu saya jadi teringat dengan buku yang saya baca...

Setelah TGB Mendukung Jokowi, Lalu?

Nama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. TGH Muhammad Zainul Majdi mendadak populer. Itu setelah Tuan Guru Bajang (TGB) menyampaikan secara lisan mendukung Joko...

Macetnya Anggaran Riset Perguruan Tinggi

Tulisan ini berangkat dari sebuah kegelisahan setelah mendengar informasi bahwa dana riset salah satu teman tidak mendapatkan dana dari institusi pendidikan yang ia tempati...

Menilik Kompensasi Korban Kecelakaan Lion Air JT610

Dalam beberapa hari terakhir, pemberitaan di berbagai media dipenuhi oleh peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta - Pangkalpinang di perairan Teluk Karawang....
Redaksi
Redaksi

Jakarta – Industri dan ekonomi kreatif Indonesia makin kokoh sebagai penopang ekonomi terpenting di luar migas. Demikian diungkapkan Koordinator Nasional Jaringan Intelektual Berkemajuan (JIB) Dr. Abdullah Sumrahadi pada diskusi dan deklarasi JIB untuk Jokowi di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Jum’at, 12 April 2019.

Dalam diskusi bertema “Industri dan Ekonomi Kreatif untu Kemajuan Budaya” selain Abdullah, turut menjadi pembicara dan deklarator JIB Budayawan Riki Dhamparan Putra, Dina Afrianty Ph.D Reseach fellow di La Trobe university, Peneliti Senior MAARIF Institute David Krisna Alka, Intelektual Muda Muhammadiyah Hamzah Fansuri, dan Tokoh Seni Heru Joni Putra.

Menurut Abdullah, sektor kreatif kita berkembang sesuai percepatan teknologi dan aplikasi.

“Presiden Jokowi selama pemerintahannya telah membuktikan konsistensi dan ketepatan visi ekonomi untuk membangun ekonomi di bidang ini. Ia telah menjadi tipe ideal seorang pemimpin yang akrab dengan dunia kreatifitas dan memiliki visi yang jelas dalam pembangunan ekonomi kreatif” ungkapnya.

Atas dasar itu, tambah Abdullah, Jaringan Intelektual Berkemajuan menyatakan dukungan kembali pada Bapak Ir.Joko Widodo untuk menjadi Presiden RI periode 2019-2024.

“Kami mendoakan beliau tetap sehat dan terpilih sebagai pemenang dalam Pemilu Pilres yang akan dilangsungkan 17 April 2019” tegasnya.

Tokoh Seni Heru Joni Putra menilai program kebudayaan di era Jokowi, jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

“Yang jelas, UU Pemajuan Kebudayaan adalah prestasi tak terbantahkan dalam pemerintahan Jokowi, di bawah Kemendikbud RI” tegasnya.

Intelektual Muda Muhammadiyah Hamzah Fansuri menegaskan dengan perhatian yang tinggi pada pertumbuhan ekonomi berbasis digital, Jokowi tidak hanya membuktikan bahwa ekonomi baru ini telah berhasil menyumbang dampak secara nasional terutama menggairahkan industri dan ekonomi kreatif yang digawangi oleh kaum milenial.

“Jokowi juga tak pernah mengabaikan unsur kebudayaan sebagai identitas kebangsaan yang memang niscaya berelasi dengan aktivitas ekonomi kreatif” ungkap Hamzah.

Budayawan Riki Dhamparan Putra menilai pentingnya kebijakan yang tepat bagi mendukung perkembangan bisnis kreatif.

“Pilihan pemerintah untuk menjadikan sektor ini sebagai prioritas primadona ekonomi kerakyatan memang tak keliru.
Kekayaan budaya, keragaman kreatifitas, geografi Indonesia menjadi modal kuat untuk mengembangkan industri dan ekonomi kreatif Indonesia di masa depan” pungkasnya.

Redaksi
Redaksi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.