Sabtu, Februari 27, 2021

Islam Moderat Dinilai Bisa Menangkal Propaganda ISIS

Anak Jokowi Dilaporkan: Polri takkan Proses Laporan

Jakarta, 6/7 - Polri memutuskan tidak memproses video Kaesang Pangarep yang oleh Muhammad Hidayat selaku pelapor, dianggap menodai agama dan mengandung ujaran kebencian. "Laporannya mengada-ada....

Ahok Keliru Terapkan Pelabuhan Rotterdam di Jakarta

Pakar kelautan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Muslim Muin mengatakan, rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membangun Port of Jakarta dengan cara...

Menteri Susi Tegaskan Tidak Ada Pelelangan Kapal Asing

Jakarta, 24/7 - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan tidak ada arahan dari Presiden Joko Widodo untuk melelang kapal perikanan asing yang ditangkap...

Indeks Digital: Indonesia Menarik di Mata Investor

Jakarta, 20/7 - Indeks Evolusi Digital 2017 yang merupakan hasil kerja sama perusahaan finansial Mastercard dan Fletcher School Universitas Tufts menyatakan Indonesia termasuk dalam...

Sejumlah perwira polisi berada di dekat barang bukti hasil penyisiran aparat di Kabupaten Poso yang digelar di Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Kamis (31/12). Barang bukti dengan atribut yang jelas tersebut menunjukkan adanya jaringan Islamic State of Iran and Suriah (ISIS) yang beroperasi di daerah bekas konflik horizintal itu. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/
Sejumlah perwira polisi berada di dekat barang bukti hasil penyisiran aparat di Kabupaten Poso yang digelar di Mapolda Sulawesi Tengah, Kamis (31/12).ANTARA FOTO/Basri Marzuki/

Kemunculan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan aksi-aksi terorisme membuat banyak negara di dunia meningkatkan kewaspadaan dan membentuk kerjasama global untuk menanganinya. Prograpanda ISIS untuk membentuk negara Islam, misalnya, telah berhasil menarik warga di dunia untuk bergabung, tak terkecuali di Indonesia.

Beberapa pihak menilai tragedi pengeboman dan teror di Jalan Thamrin, Jakarta, adalah salah satu indikasi kuat keberadaan ISIS di Indonesia. Aksi teror ISIS tidak bisa lagi dipandang sekadar ancaman biasa. Pasalnya, kekuatan  ISIS di Asia Tenggara yang paling besar berada di Indonesia.

Berbagai laporan menyebutkan, banyak WNI yang berangkat ke negara-negara Timur Tengah untuk bergabung dengan ISIS. Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dinilai potensial bagi ISIS untuk mendirikan “negara khilafah”.

Menurut Mohammad Rosyidin, peneliti politik internasional dari Universitas Diponegoro, Semarang, pemerintah perlu mengkaji langkah kebijakan luar negeri untuk mencegah ancama keberadaan ISIS. Pemerintah perlu melihat dari segi persoalan strategis kebijakan luar negeri, bukan hanya dari segi domestik saja

Karena itu, Rosyidin menegaskan pemerintah harus meningkatkan hubungan diplomatik dengan negara-negara Timur Tengah. Sumber daya diplomatik juga harus digunakan semaksimal mungkin.

“Hubungan bilateral dengan negara-negara Timur Tengah yang menjadi basis ISIS selama ini kurang optmimal. Kebijakan luar negeri Indonesia terlalu fokus ke Asia Tenggara dan isu-isu ketenagakerjaan seperti TKI,” kata Rosyidin.

Hubungan bilateral, khususnya dengan negara-negara Timur Tengah yang menjadi epicentrum ISIS, harus lebih intensif.  “Itu sangat penting dan itu bisa jadi batu locatan pemerintah untuk mencegah ancaman ISIS bagi Indonesia.”

Ihwal kebijakan pemerintah yang tidak bergabung dengan aliansi global melawan ISIS yang dipimpin oleh Arab Saudi, Rosyidin menilai itu sudah tepat. Aliansi tersebut dinilai lebih cenderung ke arah aliansi militer. Jika bergabung dengan aliansi global, maka Indonesia akan terseret ke dalam kepentingan-kepentingan mereka, dan itu bisa kontraproduktif.

Selain itu, dia menambahkan, mengkampanyekan Islam moderat dan melawan terorisme di kancah global merupakan langkah lain yang harus digalakkan pemerintah. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar didunia, Indonesia dikenal dengan Islam yang moderat. Islam moderat di Indonesia bisa hidup bersanding dengan masyarakat yang berbeda keyakinan.

“Untuk menghadapi ISIS, yang diperlukan tidak saja hard power tetapi juga soft power. Islam moderat seperti Islam Nusantara itu bisa menjadi elemen soft power politik luar negeri,” kata Rosyidin.

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.