Sabtu, Februari 27, 2021

Investasi Hancurkan Masyarakat Adat Papua

Menengok Kondisi Kesehatan Terkini Abu Bakar Ba’asyir

Jakarta, 12/8 - Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir mengalami gangguan aliran darah di kakinya sehingga menyebabkan pembengkakan pada bagian kaki. "Masalah vena dalam tidak...

Prabowo dan Petinggi Gerindra Tiba di Kediaman SBY

  Cikeas, 27/7 - Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto memenuhi janjinya bertemu dengan Presiden RI keenam sekaligus Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo...

Ketika #HariPertamaSekolah Menjadi Trending

Hari ini adalah hari dimulainya tahun ajaran baru masuk sekolah. Cerita tentang bagaimana rasanya mengantarkan anak sekolah dan suasana hari pertama sekolah menjadi trending di...

Negara Rugi Puluhan Triliun dari Sektor Kehutanan

Cepatnya laju penyusutan hutan alam Indonesia dalam beberapa dasawarsa terakhir tidak diiringi dengan meningkatnya penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dalam bentuk dana reboisasi dan...
Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.

Demo Mahasiswa Papua. ANTARA FOTO/Noveradika
Demo Mahasiswa Papua. ANTARA FOTO/Noveradika

Pembukaan lahan hutan tanaman industri (HTI), perkebunan sawit, dan pertambangan di Sumatera dan Kalimantan menyebabkan lahan semakin kecil. Akibatnya, para investor berencana melakukan ekspansi ke Papua pada 2019.

Y.L. Franky  dari Yayasan Pusaka mengatakan, hadirnya investasi di hutan alam Papua akan mengancam masyarakat adat. Pasalnya, masyarakat saat ini masih bergantung pada hutan alam untuk bertahan hidup dan mengelola hutan secara mandiri, bermartabat serta berkeadilan.

“Adanya investasi di hutan alam akan menghancurkan modal sosial masyarakat adat Papua. Sebab, pelucutan dan penghancuran indentitas sosial budaya antara masyarakat dengan tanah dan hutan,” kata Franky di Jakarta, Jumat (16/10).

Tak hanya itu, dia menjelaskan, adanya investasi tersebut memaksa masyarakat bertransformasi dalam sistem ekonomi yang individualistik dan tergantung pada pemodal, takluk pada budaya hukum dan lembaga pemerintah. Bahkan terjadi penggusuran tempat penting masyarakat adat. Misalnya, tempat keramat dan bersejarah, sumber pangan, dan bencana ekonomi.

“Kerusakan hutan dalam jangka panjang menyebabkan kemerosotan daya dukung lingkungan dan kepunahan keanekaragaman hayati serta berkurangnya mutu dan limpahan hasil hutan. Akibatnya mengancam keberlanjutan kehidupan masyarakat,” ucap Franky.

Franky juga menambahkan, tak hanya masalah sosial yang muncul tapi juga konflik dan krisis di wilayah hutan yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat adat.  Konflik dan ketegangan sosial sudah mulai ada ketika hutan ditetapkan sebagai hutan negara, persisnya akibat pengalihan sewenang-wenang hutan adat.

Dari situ ketegangan sosial meningkat seiring dengan munculnya problem baru, seperti kompensasi yang tidak adil, kehancuran modal sosial, eksploitasi sistem kerja dan upah tidak adil, kemiskinan dan bencana ekologis. Dengan demikian terjadi akumulasi ketegangan dan konflik itu menjadi sumber kekerasan dan krisis sosial, ekonomi, politik.

“Ada peningkatan konflik antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan. Contohnya kasus pelanggaran HAM Wasior berdarah,” kata Franky. Bahkan korporasi menggunakan militer untuk mengamankan investasi mereka. Saat ini, banyak pos militer di hutan dan masyarakat dilarang untuk melintasinya. “Jarak pos militer saling berdekatan. Dan kita menduga itu pengamanan bagi investor.”

Karena itu, pihaknya mendesak pemerintah Jokowi untuk mengkaji ulang dan mencabut izin perusahaan yang terlibat dalam kejahatan kemanusiaan dan ekologis, serta berikan sanksi terhadap perusahaan.  Dia juga meminta pemerintah memulihkan hak masyarakat adat dengan adil dan mengupayakan kebijakan perlindungan dan pemberdayaan.

Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.