Sabtu, Februari 27, 2021

Industri Kreatif Dinilai Makin Bergairah Sejak Jokowi Kenakan Busana Daerah

Menko Luhut Nyatakan Divestasi 51% Saham Freeport Harga Mati

Jakarta, 21/8 - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan sikap pemerintah yang menginginkan agar PT Freeport Indonesia melakukan divestasi 51 persen saham...

Indef: BI Lalai Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bank Indonesia dinilai telah lalai dalam menjaga nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat. Kekeliruan itu menimbulkan nilai tukar rupiah...

Habiburokhman Kembali Keluhkan soal Simpang Semanggi

Rabu (3/8) lalu, Habiburokhman yang merupakan politisi Partai Gerindra , sempat membuat geger warganet di Twitter lantaran cuitannya soal Simpang Semanggi. Pada Selasa (2/8) malam,...

Setya Novanto Umumkan Pembatalan Apartemen DPR

Jakarta, 22/8 - DPR akhirnya membatalkan rencana pembangunan apartemen yang semula akan digunakan untuk tempat tinggal bagi para anggota dewan, pembatalan disebabkan rumah jabatan...

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) dan Ketua MPR Zulkifli Hasan (kedua kiri) berjalan seusai menghadiri Sidang Tahunan MPR Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

Jakarta, 22/8 – Desainer Amy Atmanto menilai industri kreatif khususnya fashion semakin bergairah setelah Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara serta sejumlah pejabat negara lainnya menggunakan busana daerah pada Perayaaan HUT ke-72 Republik Indonesia.

“Perayaan 17 Augustus kemarin jelas akan membangkitkan semangat pegiat kreatif di industri fashion tanah air, khususnya pengrajin kain dan aksesoris atau mutu manikam khas nusantara yang memiliki makna kekayaan filosofi budaya,” kata Amy Atmanto di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, secara tidak langsung, penggunaan busana daerah akan berdampak pada kemajuan industri fashion tanah air hingga ke mancanegara, dengan semangat maksimal memajukan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tiap helai dari berbagai kawasan di tanah air hingga keragaman busana yang mengandung arti tersendiri dari segi nilai sejarah.

“Jelas saya excited terhadap pasar,” ujar desainer yang memperoleh penghargaan dari Ibu Negara RI pada 2010.

Amy menilai, kalau saja Presiden dan Ibu negara dalam setiap kesempatan dapat mengenakan busana inspirasi tradisional dalam busana keseharian beliau, hal tersebut dapat menjadi cerita dan nilai tersendiri.

“Tentunya akan lebih luar biasa pasti promosi budaya dan potensi industri kreatif tanah air,” katanya.

Tidak akan bisa disamakan dengan helai kain yang dikenakan kebanyakan desainer dunia, Indonesia punya Presiden dan Ibu yang senantiasa mengenakan kain etnik khas tanah air yang memiliki makna filosofis yang magis.

“Bayangkan kalau kita punya “The Mr President & First Ladies Wardrobe Stories” atau handbook yang semuanya berisi cerita tentang keragaman hasil warisan budaya bangsa,” katanya.

Di situlah, nilai dari hasil kekayaan warisan budaya Indonesia yang sekiranya melalui beliau sebagai ujung tombak, dapat mengangkat dan menggerakan seluruh potensi industri kreatif ndonesia.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.