Senin, April 12, 2021

Hasil Hutan Riau Habis untuk Belanja Pegawai

Kabut Asap Rugikan Ekonomi Riau Rp 20 Triliun

Timbulnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan sangat merugikan masyarakat yang terkena dampaknya. Seluruh aspek kegiatan masyarakat hampir lumpuh total, baik dari segi...

Indonesia Ajukan Perlindungan Kepentingan Nelayan Kecil di Forum WTO

Jakarta, 21/7 - Pemerintah Indonesia mengajukan proposal yang mendorong upaya perlindungan terhadap kepentingan nelayan kecil dalam perundingan di Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO). Keterangan...

Kebebasan Pers di Indonesia Dinilai Sangat Memprihatinkan

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers menilai kebebasan pers di Indonesia pada tahun 2015 sangat memprihatinkan. Sebab, ada 47 kasus kekerasan terhadap jurnalis yang dilakukan...

Presiden Beri Sepeda untuk Lima Pakaian Adat Terbaik di HUT Ke-72 RI

Jakarta, 17/8 - Presiden Joko Widodo mengumumkan lima pemakai baju adat terbaik saat Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta. "Presiden telah...
Avatar
Tito Dirhantoro
Reporter GeoTIMES.

Asap akibat kebakaran hutan mengepul di kawasan Gunung Klabat, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Selasa (22/9). Kebakaran tersebut diduga akibat adanya upaya pembukaan lahan. ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar/kye/15.
Asap akibat kebakaran hutan mengepul di kawasan Gunung Klabat, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Selasa (22/9). Kebakaran tersebut diduga akibat adanya upaya pembukaan lahan. ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar/kye/15.

Di beberapa wilayah Indonesia, kebakaran hutan dan lahan kerap terjadi tiap tahunnya. Salah satunya di Riau. Riau yang punya luas hutan sekitar 4,5 juta hektare kawasan konservasi, hutan produksi dan perkebunan, tentu memiliki kekayaan hasil hutan yang berlimpah. Namun, sayangnya hasil hutan ini tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Peneliti Forum Indonesia Transparansi Anggaran Provinsi Riau, Triono Hadi, mengatakan hasil kekayaan hutan yang diperoleh Provinsi Riau tercatat dalam Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH). Hasil PSDH ini seharusnya digunakan untuk pelestarian lingkungan. Terutama pada hutan dan lahan yang terbakar tiap tahunnya.

“Selama ini hasil hutan tidak dikembalikan untuk pelestarian lingkungan (hutan). Yang terjadi justru keuntungan hasil hutan dirampok habis untuk belanja gaji pegawai pemerintah daerah setempat,” kata Triono berdasarkan keterangan resminya di Jakarta.

Dia mengungkapkan, sejak lima tahun terakhir alokasi anggaran untuk program kegiatan di beberapa badan atau lembaga yang berhubungan dengan lingkungan nilainya sangat sedikit. Berdasarkan data Dinas Kehutanan Provinsi Riau, dari tahun 2009 hingga 2013 anggaran yang disediakan lebih banyak dialokasikan untuk gaji pegawai. Rata-rata dalam kurun waktu tersebut jumlahnya mencapai 63% dari total keseluruhan. Sisanya sebanyak 37% dialokasikan untuk kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan.

“Namun, pada 2009 hingga 2012 anggaran yang sudah ditetapkan itu nyatanya tidak benar-benar dialokasikan sebagaimana sudah ditetapkan. Pada kenyatannyaa, yang terealisasi dalam rentang tersebut hanya 30% untuk kegiatan lingkungan, 70% sisanya untuk belanja pegawai,” ujarnya.

Tak hanya itu, kata Triono, program-program yang diselenggarakan Dinas Kehutanan Provinsi Riau tersebut tidak benar-benar digunakan untuk hal-hal yang menyentuh kegiatan pelestarian lingkungan. Penggunaan anggaran 30% itu lebih banyak didominasi untuk belanja aparatur pemerintah daerah seperti perjalanan dinas, kapasitas aparatur, pengadaan mobil dinas, sejumlah peralatan kantor, dan hal lainnya yang berhubungan dengan belanja aparatur.

“Sementara program kegiatan yang diperuntukkan bagi pelestarian lingkungan, hanya bersifat bentuk pelatihan kepada masyarakat, terutama yang terkena dampak. Serta rapat koordinasi antar daerah,” kata Triono.

“Pemerintah Provinsi Riau tak memberi perhatian serius terhadap kelestarian lingkungan hutan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat. Sebaliknya pemerintah justru membiarkan eksploitasi hutan untuk dijadikan ladang rampokan para pengusaha.” [*]

Avatar
Tito Dirhantoro
Reporter GeoTIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.