Senin, April 12, 2021

Hamas Akan Lepas Kekuasaan Atas Jalur Gaza

Empat Parpol Jajaki Koalisi di Pilgub Jawa Barat

Bandung, 11/8 - Empat partai politik yakni Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Hanura, PPP dan PKB melakukan pertemuan di Kota Bandung, Jumat, pertemuan tersebut...

Pemerintah Dinilai Ancam Rakyatnya Sendiri

Ketua Umum Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI) Rudi HB Daman mengatakan pemerintahan Joko Widodo dianggap telah mengancam rakyatnya sendiri. Itu terlihat dari pernyataan salah...

Rapimnas Hanura Dipastikan Bahas Kriteria Pendamping Jokowi di Pilpres 2019

Kuta, Bali, 3/8 - Rapat Pimpinan Nasional Partai Hanura I tahun 2017 akan membahas kriteria calon pendamping Joko Widodo di Pemilu Presiden 2019. Pembahasan...

Kebijakan Jokowi soal Penaikan Tarif Listrik Blunder

Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla bersikukuh akan mencabut subsidi energi bagi masyarakat di sektor ketanagalistrikan. Pada 1 Januari 2016, pemerintah akan mencabut subsidi listrik untuk...

Militan Hamas Palestina mengikuti aksi protes menentang aturan keamanan Israel yang baru di pintu masuk lapangan masjid al-Aqsa, di kota Gaza, Jumat (21/7). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammed Salem/djo/17

Kota Gaza, Palestina, 15/8 – Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) mempertimbangkan untuk melepaskan kekuasaan atas Jalur Gaza dan mengizinkan lembaga lokal serta masyarakat internasional melaksanakan tanggung-jawab mereka di daerah kantung pantai Palestina tersebut.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Anggota Biro Politik HAMAS Khalil Al-Hayya mengeluarkan pada Senin malam (14/8).

Al-Hayya mengatakan di dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi Palestine Today pada Selasa, “Satu pilihan yang dipelajari HAMAS ialah menyerahkan semuanya dan membiarkan masyarakat internasional serta semua faksi memikul tanggung-jawab mereka ke arah Jalur Gaza.” Satu sumber di gerakan HAMAS mengungkapkan beberapa hari lalu bahwa sayap milik HAMAS mengajukan usul ke Biro Politik mengenai cara menangani krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.

Rencana tersebut meliputi penciptaan kevakuman keamanan dan politik dan mengizinkan setiap managemen di Jalur Gaza, serta mengizinkan hanya polisi yanng menjaga keamana, sementara Brigade Al-Qassa dan sayap bersenjata faksi lain Palestina mengambil-alih “kendali lapangan serta lembaga lokal hanya menangani layanan harian”.

Banyak pengamat meremehkan rencana tersebut, terutama itu tak secara resmi disahkan, kata Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam.

Namun Al-Hayya mengatakan pemimpin polisik HAMAS menerima usul Brigade Al-Qassam tersebut bahwa “itu kini sedang dipelajari, dan gerakan itu akan membuat keputusan mengenai usul tersebut setelah mempelajarinya”.

Al-Hayya mengatakan pemimpin Brigade Al-Qassam memandang kondisi di Jalur Gaza mempengaruhi perlawanan secara negatif dan oleh karenya itu, mereka mengajukan rencana tersebut.

(Sumber: Antara/Xinhua-OANA)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.