Sabtu, Februari 27, 2021

Fraksi PAN Tolak Rencana Pembangunan Gedung – Apartemen DPR

Ketika #HariPertamaSekolah Menjadi Trending

Hari ini adalah hari dimulainya tahun ajaran baru masuk sekolah. Cerita tentang bagaimana rasanya mengantarkan anak sekolah dan suasana hari pertama sekolah menjadi trending di...

Pemerintah Tak Belajar dari Tragedi Lumpur Lapindo

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai rencana PT Lapindo Brantas melakukan pengeboran minyak dan gas di Sidoarjo kembali membuktikan bahwa status keselamatan ruang hidup...

Permendag tentang SVLK Harus Segera Direvisi

Aparat Kepolisian Polda Aceh berjaga di tumpukan kayu ilegal saat gelar kasus di Mapolda Aceh, Banda Aceh, Kamis (25/2). Polda Aceh berhasil menangkap lima...

Pesawat Lion Air-Wings Air Alami Senggolan Sayap di Kualanamu

Medan, 3/8 - Dua pesawat udara di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara mengalami insiden setelah sayap kedua pesawat tersebut bersenggolan, Kamis. Informasi yang didapatkan di Bandara...

Tampak atas gedung Nusantara di dalam komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/11). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

Jakarta, 18/8 – Fraksi PAN DPR RI menegaskan menolak rencana pembangunan gedung baru DPR dan apartemen yang digunakan untuk tempat tinggal anggota DPR, karena dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

“Kami menolak pembangunan apartemen karena tidak berpihak kepada rakyat,” kata Sekretaris Fraksi PAN DPR RI Yandri Susanto dalam konferensi pers di Gedung Nusantara I, Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan, kata apartemen saja sudah mencerminkan ketidakberpihakan kepada rakyat dan kata-kata itu disandingkan dengan hal yang mewah.

Menurut Ketua DPP PAN itu, masalah ketidakhadiran anggota DPR dalam banyak rapat dan kerja legislasi tidak maksimal, bukan karena permasalahan tempat tinggal anggota DPR.

“Misalnya rumah jabatan anggota DPR di Kalibata, Jakarta Selatan, banyak yang tidak ditempati anggota DPR sehingga masalah ketidakhadiran dan menurunnya produk legislasi harus dilihat secara komprehensif agar tidak menyakiti hati rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, menurut dia, terkait rencana pembangunan gedung baru DPR, lebih baik dibatalkan karena kondisi keuangan negara tidak memungkinkan.

Dia menilai lebih baik dilakukan renovasi daripada membangun gedung baru karena dananya tidak terlalu besar sehingga DPR harus mendengarkan aspirasi rakyat, jangan memutuskan sepihak.

“Tanya dahulu kepada rakyat bagaimana responnya, jangan memutuskan hanya dari versi DPR saja. Ada tujuh proyek DPR namun kalau keuangan negara tidak memungkinkan maka tidak perlu,” ujarnya.

Yandri mengatakan biarkan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) bekerja namun keputusan akhir ada di Badan Musyawarah (Bamus) DPR yang di dalamnya ada Pimpinan DPR dan Pimpinan fraksi-fraksi.

Selain itu, menurut dia, Pimpinan DPR harus melibatkan pimpinan fraksi-fraksi untuk membahas isu-isu sensitif misalnya terkait tujuh proyek DPR.

“Kalau para pimpinan fraksi mayoritas menolak maka BURT tidak perlu melanjutkan pembahasannya. Kami akan sampaikan sikap di Rapat Paripurna,” katanya.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.