Minggu, November 1, 2020

Fitra Desak Pemerintah Bentuk Holding Grup BUMN

Survei BI: Keyakinan Konsumen Turun. Apa Sebabnya?

Jakarta, 11/7 - Bank Indonesia melalui surveinya menyimpulkan keyakinan konsumen terhadap perekonomian domestik pada Juni 2017 menurun dibanding Mei 2017 karena ketersediaan jumlah lapangan...

Tiga Parpol Jalin Komunikasi Intensif dengan Ridwan Kamil

Bekasi, 25/7 - Bakal calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, tiga parpol intensif menjalin komunikasi politik untuk memberikan dukungan kepada dirinya. "Partai yang sudah...

Menlu Retno Jelaskan Kronologis Permintaan Maaf Malaysia Soal Bendera Terbalik

Jakarta, 21/8 - Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi menyampaikan kronologis permintaan maaf Malaysia terkait dengan insiden gambar bendera Merah Putih terbalik dalam...

Program Bela Negara Perlu Ditinjau Ulang

Program bela negara yang tengah digulirkan pemerintah melalui Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan akan diterapkan pada 22 Oktober 2015 dinilai tidak punya dasar aturan...
Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.

Direktur Utama PNM, Parman Nataatmadja (ketiga kiri) memberikan produk UKM berupa Boneka menyerupai Menteri BUMN, Ibu Rini Soemarno (dua kanan), di depan stand pameran PNM di acara 70 tahun BUMN Hadir Untuk Indonesia, Jumat (23/10). ANTARA
Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja (ketiga kiri) memberikan produk UKM berupa boneka menyerupai Menteri BUMN Rini Soemarno di acara 70 Tahun BUMN Hadir untuk Indonesia, Jumat (23/10). ANTARA

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mendesak pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla membentuk holding grup bagi badan usaha milik negara. Alasannya untuk menyederhanakan tata kelola, pengawasan, efektivitas, dan efisiensi dalam pendapatan negara.

“Presiden Jokowi seharusnya bisa membentuk holding grup BUMN,” kata Koordinator Investigasi Fitra, Apung Widadi, di Jakarta kemarin. “Dia latar belakangnya seorang bisnis, sehingga lebih mudah untuk membentuknya. Apalagi rencana membentuk holding grup sudah lama.”

Apung menjelaskan pembentukan holding idealnya per sektor sehingga mudah diawasi oleh pemerintah. Keuntungan lainnya, holding grup mempunyai dana yang lebih besar seperti Temasek Holdings, milik pemerintah Singapura. Kapital mereka besar dengan menyatukan perusahaan negara ke dalam holding.

Dari zaman Presiden Abdurahman Wahid hingga sekarang, dia menambahkan, pemerintah selalu revaluasi aset BUMN. Seharusnya, pemerintah berpikir ke depan untuk membangun holding grup BUMN. Menurutnya, tidak perlu banyak-banyak, cukup 14 sektor saja dalam pembentukan holding.

“Lebih mudah mengawasi 14 holding atau 141 perusahaan BUMN?” ujar Apung. Dia menambahkan pada zaman pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono hanya satu sektor yang dibangun, yakni holding BUMN Perkebunan. Akan tetapi tindak lanjut dari proses holding seperti mengubah akta notaris dan anggaran dasar tidak diketahui sampai di mana.

Seperti diketahui, pada 18 September 2014, pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani peraturan pemerintah tetang pembentukan holding BUMN Perkebunan. Pembentukan itu sudah dirancang sejak 12 tahun lalu untuk menyatukan 13 PTPN dari berbagai ragam jenis usaha perkebunan dalam satu induk.

Apung menyatakan pembentukan itu sebenarnya tidak terlalu sulit. Namun, harus ada kemauan bisnis, politik untuk membangun holding grup BUMN. Tanpa ada kemauan tersebut sulit untuk melaksanakannya. Dia juga menegaskan banyak BUMN mengakomodasi pendukungnya dalam pemilihan presiden, baik posisi komisaris maupun direktur BUMN.

“Kalau jatah menteri di kabinet sudah berbagi dengan partai politik,” katanya “Yang tidak mendapat jatah di kabinet, ditempatkan di berbagai BUMN. Dan ini sudah diketahui semua oleh publik.”

Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menjaga Kesehatan Tubuh dari Covid-19

Menjaga kesehatan menjadi hal yang penting dilakukan semua kalangan. Apalagi dengan kondisi alam yang semakin merabahnya virus covid 19. Terkadang hal sederhana yang rutin...

Kesehatan Mental dan Buruh

Kerja adalah cerminan kesehatan jiwa. Semakin baik tempat kerja, semakin kecil kemungkinan kita mengalami masalah kejiwaan. Adam Smith dalam bukunya Wealth of Nation secara...

Charlie Hebdo, Emmanuel Macron, dan Kartun Nabi Muhammad

Majalah satir Charlie Hebdo (CH) yang berkantor di Paris kembali membuat panas dunia. CH merilis kartun Nabi Muhammad untuk edisi awal September 2020. Padahal...

Imajinasi Homo Sapiens Modern dalam Menguasai Dunia

  Foto diatas ini mewakili spesies lainnya yang bernasib sama, tentu bukan hanya Komodo, masih ada dan masih banyak lagi hewan yang bernasib sama sebut...

TBC Mencari Perhatian di Tengah Pandemi

Pada awal Maret, Indonesia melaporkan kasus Coronavirus Disease-2019 yang dikenal sebagai COVID-19, terkonfirmasi muncul setelah kejadian luar biasa di Wuhan, Cina. Penyakit ini disebabkan...

ARTIKEL TERPOPULER

Sandiwara Dibalik Pernikahan Raja Majapahit Bali

Belakangan di Bali ramai pemberitaan mengenai acara pertunangan Raja Majapahit Bali bernama lengkap Abhiseka Ratu Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pandangan 2 Mazhab Hukum Terhadap Putusan MA Soal Eks Napi Koruptor

Pertengahan tahun 2018 ini publik dikagetkan dengan hadirnya PKPU No. 20/2018 yang dalam Pasal 4 ayat (3) menyatakan bahwa Pengajuan daftar bakal calon anggota...

Charlie Hebdo, Emmanuel Macron, dan Kartun Nabi Muhammad

Majalah satir Charlie Hebdo (CH) yang berkantor di Paris kembali membuat panas dunia. CH merilis kartun Nabi Muhammad untuk edisi awal September 2020. Padahal...

Menyerupai Suatu Kaum: Hadits, Konteks Budaya, dan Tahun Baru 2018

Hanya dengan satu hadits ini, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad), banyak ustaz yang lantang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.