Senin, Januari 18, 2021

Dua Pengedar Narkoba dari Jaringan Internasional Ditembak Mati

Rakyat Papua Desak Presiden Jokowi Tutup Freeport

Rakyat Papua mendesak Presiden Joko Widodo menghentikan operasi PT Freeport Indonesia. Pasalnya, sejak perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu mengeksploitasi kekayaan alam di Papua,...

DPR Sahkan RUU Pemilu

Jakarta, 21/7 - Rapat Paripurna pada Jumat (21/7) dini hari menyetujui Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu untuk disahkan menjadi Undang-Undang secara aklamasi meskipun dalam prosesnya...

Ratu Tisha, Perempuan di Pentas Sepakbola

Jakarta, 10/7 - Ukir tinta emas terpatri di prasasti persepakbolaan Indonesia, setelah untuk pertama kalinya sejak berdiri 19 April 1930 Persatuan Sepak Bola Seluruh...

Islam Moderat Dinilai Bisa Menangkal Propaganda ISIS

Kemunculan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan aksi-aksi terorisme membuat banyak negara di dunia meningkatkan kewaspadaan dan membentuk kerjasama global untuk menanganinya. Prograpanda...

Ilustrasi. Polisi memperlihatkan barang bukti pil koplo sejumlah 450.000 butir beserta 12 orang tersangka pengedarnya. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/ama/17

Pontianak, 7/8 – Badan Narkotika Nasional (BNN), Polda Kalbar bekerja sama dengan Bea Cukai menembak mati dua orang tersangka bandar dan pengedar narkotika jenis sabu-sabu jaringan internasional, Minggu (6/8), dengan barang bukti 17,5 kilogram sabu-sabu.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen (Pol) Arman Depari saat memberi keterangan pers di Mapolda Kalbar, di Pontianak, Senin, mengatakan kedua tersangka, bandar dan pengedar tersebut terpaksa ditembak karena berusaha melawan petugas saat akan ditangkap.

“Kedua tersangka tersebut, yakni AH warga negara Malaysia, dan APE warga Indonesia (Singkawang),” ungkapnya.

Ia menambahkan, tersangka APE warga Singkawang yang menjadi penghubung bandar dan suplier, dan AH warga Negara Malaysia sebagai suplier. Keduanya ditembak mati karena berusaha melawan petugas saat upaya penangkapan, di kawasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.

Menurut dia, atas terungkapnya kasus itu, pihaknya langsung melakukan pengembangan, sehingga pada hari yang sama diamankan lima tersangka lainnya, yakni berinisial RP, AV, MY, DZ dan TF.

“Sabu-sabu tersebut diselundupkan dari Kuching, Malaysia melalui Pos Lintas Batas, Jagoi Babang, Kabupaten Bangkayang. Guna mengelabui petugas sabu-sabu itu disembunyikan pada barang sEmbako dengan memanfaatkan minimnya pengawasan dan pemeriksaan petugas di PLB Jagoi Babang,” ungkapnya.

Barang bukti lain yang diamankan selain 17,5 kilogram sabu-sabu, diantaranya 18 unit handphone, dua unit mobil Calya, identitas tersangka berupa KTP dan SIM, uang tunai dan rekening bank.

Menurut dia, tersangka tersebut akan diancam pasal 114 ayat 2, junto pasal 132 ayat 1, pasal 112 ayat 2, juncto pasal 132 ayat 1, UU No. 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Dilema Vaksinasi dalam Menghadapi Masa Transisi

Pandemi covid-19 telah membawa perubahan kebiasaan yang fundamental dalam kehidupan bermasyarakat. Selama masa pandemi, kebiasaan-kebiasaan di luar normal dilakukan dalam berbagai sektor, mulai dari...

Wacana sebagai Represifitas Tersembunyi

Dewasa ini, lumrah dipahami bahwa represifitas diartikan sebagai tindakan kekerasan yang berorientasi pada tindakan fisik. Represifitas juga acap kali dikaitkan sebagai konflik antara aparatus...

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

penerapan etika bisnis dalam CSR dan lingkungan hidup

Di dalam perkembangan zaman yang semakin maju dan kompetitif menuntut para pembisnis untuk meningkatkatkan daya saingnya. Namun kebanyakan dari mereka masih belum mengerti bagaimana...

Perbedaan; Pendidikan Karakter, Moral dan Akhlak

Kita lihat bila Secara filosofis, terminologi pendidikan karakter, pendidikan moral, pendidikan etika, dan pendidikan akhlak memiliki perbedaan. Terminologi pendidikan moral (moral education) lebih cenderung...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.