Kamis, Desember 3, 2020

Dua Pengedar Narkoba dari Jaringan Internasional Ditembak Mati

Menteri Susi Minta Perpres Perikanan Tangkap Tak Diubah

Jakarta, 14/8 - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menginginkan Peraturan Presiden No 44 Tahun 2016 terkait dengan sektor perikanan tangkap nasional jangan sampai...

Menteri Natsir Berikan Dua Pilihan Bagi PNS Anggota HTI

Malang, 29/7 - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof M Nasir memberikan dua pilihan kepada dosen dan pegawai negeri sipil di lingkungan...

Penanganan Kasus Tilang Perlu Dibenahi

Pengelolaan penanganan perkara pelanggaran lalu lintas atau tilang didesak untuk segera dibenahi. Pasalnya, sekarang ini proses penyelesaian perkara pelanggaran lalu lintas kerap tidak efektif....

Penyidik Polri Mulai Periksa Novel Baswedan di Singapura

Jakarta, 14/8 - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mulai memeriksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan di Singapura. "Informasi yang saya dapatkan dari tim...

Ilustrasi. Polisi memperlihatkan barang bukti pil koplo sejumlah 450.000 butir beserta 12 orang tersangka pengedarnya. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/ama/17

Pontianak, 7/8 – Badan Narkotika Nasional (BNN), Polda Kalbar bekerja sama dengan Bea Cukai menembak mati dua orang tersangka bandar dan pengedar narkotika jenis sabu-sabu jaringan internasional, Minggu (6/8), dengan barang bukti 17,5 kilogram sabu-sabu.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen (Pol) Arman Depari saat memberi keterangan pers di Mapolda Kalbar, di Pontianak, Senin, mengatakan kedua tersangka, bandar dan pengedar tersebut terpaksa ditembak karena berusaha melawan petugas saat akan ditangkap.

“Kedua tersangka tersebut, yakni AH warga negara Malaysia, dan APE warga Indonesia (Singkawang),” ungkapnya.

Ia menambahkan, tersangka APE warga Singkawang yang menjadi penghubung bandar dan suplier, dan AH warga Negara Malaysia sebagai suplier. Keduanya ditembak mati karena berusaha melawan petugas saat upaya penangkapan, di kawasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.

Menurut dia, atas terungkapnya kasus itu, pihaknya langsung melakukan pengembangan, sehingga pada hari yang sama diamankan lima tersangka lainnya, yakni berinisial RP, AV, MY, DZ dan TF.

“Sabu-sabu tersebut diselundupkan dari Kuching, Malaysia melalui Pos Lintas Batas, Jagoi Babang, Kabupaten Bangkayang. Guna mengelabui petugas sabu-sabu itu disembunyikan pada barang sEmbako dengan memanfaatkan minimnya pengawasan dan pemeriksaan petugas di PLB Jagoi Babang,” ungkapnya.

Barang bukti lain yang diamankan selain 17,5 kilogram sabu-sabu, diantaranya 18 unit handphone, dua unit mobil Calya, identitas tersangka berupa KTP dan SIM, uang tunai dan rekening bank.

Menurut dia, tersangka tersebut akan diancam pasal 114 ayat 2, junto pasal 132 ayat 1, pasal 112 ayat 2, juncto pasal 132 ayat 1, UU No. 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menjatuhkan Ganjar-Jokowi dengan Satu Batu

Saya sebenarnya kasihan dengan Jokowi. Sejak beberapa hari yang lalu organ di bawahnya terlihat tidak bisa kerja. Misalnya soal kasus teroris di Sigi, tim...

Mengapa RUU Minol Harus Disahkan

Pada zaman yang serba modern seperti sekarang ini apa saja dapat dilakukan dan didapatkan dengan mudah karena teknologi sudah semakin canggih. Dahulu untuk mendapatkan...

Pay It Forward Merespon Dampak Pandemi Covid-19

Sinopsis Film Pay It Forward Pay It Forward merupakan sebuah film asal Amerika Serikat yang sarat pesan moral. Film ini dirilis pada tahun 2000, yang...

Senyum Ekonomi di Tengah Pandemi

Pandemi tak selamanya menyuguhkan berita sedih. Setidaknya, itulah yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Berita apa itu? Sri Mulyani, menyatakan, kondisi ekonomi Indonesia tidak terlalu...

Dubes Wahid dan Jejak Praktek Oksidentalisme Diplomat Indonesia

Pada 5 Oktober 2000 di Canberra dalam forum Australian Political Science Association, pakar teori HI terkemuka Inggris, Prof. Steve Smith berpidato dengan judul, “The...

ARTIKEL TERPOPULER

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

“Pilkada Pandemi” dan Pertanyaan Soal Substansi Demokrasi

Pilkada sebagai sebuah proses politik di negara demokrasi adalah salah satu wujud terpenuhinya hak politik warga negara, selain terjadinya sirkulasi elite penguasa. Namun di...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.