Kamis, Februari 25, 2021

DPR Bahas RUU Sisnas Iptek Pekan Depan

Kapolda Tambah Tersangka Aksi Anarkis di Freeport Jadi Delapan Orang

Timika, 22/8 - Jumlah tersangka kasus perusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas dan kendaraan di area PT Freeport Indonesia di Timika, Sabtu (19/8), kini bertambah...

Pencabutan Izin Usaha Perusahaan Pembakar Lahan Amat Terlambat

Pemerintah berencana akan mencabut izin usaha perusahaan yang terbukti membakar hutan atau lahan pada tahun depan. Rencana pencabutan izin tersebut dinilai sangat terlambat. Sebab,...

Respon Pernyataan Prabowo, Presiden: Kenapa Baru Dipermasalahkan Sekarang?

Cikarang, 28/7 - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa penyederhanaan ambang batas presiden (presidential treshold) menjadi 20 persen dalam Undang-undang Pemilu penting untuk visi politik...

Romli Atmasasmita Kritisi Anggaran KPK

Jakarta, 11/7 - Pakar hukum pidana Romli Atmasasmita mengkritisi adanya pos anggaran di Komisi Pemberantasan Korupsi yang diperuntukkan untuk jaringan antikorupsi, padahal keberadaan lembaga...

Ilustrasi rapat RUU oleh DPR. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/wsj/17.

Jakarta, 21/7 – Panitia Khusus (Pansus) DPR akan mulai membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek) bersama Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) pada pekan depan.

Ketua Pansus RUU Sisnas Iptek Daryatmo Mardiyanto di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa jika tidak ada halangan maka rapat bersama perwakilan pemerintah membahas RUU Sisnas Iptek ini akan dilaksanakan Selasa (25/7).

Pembahasan RUU Sisnas Iptek yang merupakan revisi dari UU Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sinas P3 Iptek), menurut dia, mundur karena Pansus yang merupakan gabungan dari anggota DPR Komisi VII dan Komisi X ini harus menyelesaikan terlebih dulu pembahasan APBN.

“Sejauh ini sudah paripurna dan ada pansus terbentuk, tapi terpaksa terpotong dengan adanya pembahasan APBN,” ujar dia.

Menurut politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini, yang menjadi pembahasan utama RUU Sisnas Iptek ini yakni masih terkait tekat “menyatukan” lembaga-lembaga maupun badan-badan riset agar riset nasional berada dalam satu wadah besar.

Kemungkinan pemetaan ulang lembaga-lembaga atau badan-badan riset memang terbuka, karena Pansus masih menerima masukan-masukan, lanjutnya.

Saat ditanya apakah ada pasal-pasal yang menekankan peran industri atau perusahan dalam mendukung memajukan riset dan pengembangan (risbang) baik dari sisi pendanaan maupun pemanfaatan inovasi dan teknologi hasil risbang lembaga atau badan penelitian di dalam negeri, Daryatmo mengatakan belum ada.

“Itu belum muncul, nanti kita bahas lagi. Sekalian kita masukkan juga poin soal perlunya pengembangan riset, inovasi, teknologi berkiatan dengan pengendalian perubahan iklim sesuai dengan Paris Agreement,” lanjutnya.

Soal anggaran risbang, menurut dia, jelas menjadi catatan yang perlu dibahas. Kebijakan dan anggaran yang tepat yang dibutuhkan untuk mengembangkan riset seperti apa akan dibahas lagi oleh fraksi-fraksi di DPR.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Asesmen dan Metode Wawancara dalam Psikologi Klinis

Seperti yang kita tahu, bahwa psikologi merupakan sesuatu yang sangat identik dengan kehidupan manusia, karena psikologi berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Psikologi yang kurang baik...

Kajian Anak Muda Perspektif Indonesia

Sejak awal, perkembangan kajian anak muda dalam perspektif Indonesia telah menjadi agenda penting dan strategis. Sebagai bidang penelitian yang relatif baru, tidak dapat dipungkiri...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Revitalisasi Bahasa Daerah Melalui Tradisi Santri

Bahasa daerah merupakan bahasa awal yang digunakan manusia dalam berkomunikasi. Melihat bahasa daerah di Indonesia sangat banyak ragamnya dan merupakan kekayaan budaya Indonesia, seiring...

Kajian Anak Muda Perspektif Indonesia

Sejak awal, perkembangan kajian anak muda dalam perspektif Indonesia telah menjadi agenda penting dan strategis. Sebagai bidang penelitian yang relatif baru, tidak dapat dipungkiri...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.