Sabtu, Januari 23, 2021

DPR Bahas RUU Sisnas Iptek Pekan Depan

Jokowi Ingkar Janji Ihwal Impor Beras

Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) menyatakan kecewa terhadap Presiden Joko Widodo. Pasalnya, Presiden membuka impor beras dari Vietnam dengan alasan memperkuat cadangan beras nasional....

Jadi Saksi, Ahmadi Dhani Bantu Ringankan Buni Yani di Persidangan

Bandung, 22/8 - Musisi Ahmad Dhani menjadi saksi meringankan kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan terdakwa Buni Yani di...

Hapus Premium, Pemda DKI Harus Sediakan Subsidi Angkutan Umum

Rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Puranama alias Ahok menghapus bahan bakar minyak jenis premium di wilayah DKI Jakarta didukung Forum Warga Kota Jakarta...

Limbah Katering Angkasa Pura Diduga Belum Dikelola Benar

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) DKI Jakarta menduga pihak otoritas Angkasa Pura belum melakukan pengelolaan sampah dengan benar. Hal itu dinilai akan menyebabkan dampak...

Ilustrasi rapat RUU oleh DPR. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/wsj/17.

Jakarta, 21/7 – Panitia Khusus (Pansus) DPR akan mulai membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek) bersama Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) pada pekan depan.

Ketua Pansus RUU Sisnas Iptek Daryatmo Mardiyanto di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa jika tidak ada halangan maka rapat bersama perwakilan pemerintah membahas RUU Sisnas Iptek ini akan dilaksanakan Selasa (25/7).

Pembahasan RUU Sisnas Iptek yang merupakan revisi dari UU Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sinas P3 Iptek), menurut dia, mundur karena Pansus yang merupakan gabungan dari anggota DPR Komisi VII dan Komisi X ini harus menyelesaikan terlebih dulu pembahasan APBN.

“Sejauh ini sudah paripurna dan ada pansus terbentuk, tapi terpaksa terpotong dengan adanya pembahasan APBN,” ujar dia.

Menurut politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini, yang menjadi pembahasan utama RUU Sisnas Iptek ini yakni masih terkait tekat “menyatukan” lembaga-lembaga maupun badan-badan riset agar riset nasional berada dalam satu wadah besar.

Kemungkinan pemetaan ulang lembaga-lembaga atau badan-badan riset memang terbuka, karena Pansus masih menerima masukan-masukan, lanjutnya.

Saat ditanya apakah ada pasal-pasal yang menekankan peran industri atau perusahan dalam mendukung memajukan riset dan pengembangan (risbang) baik dari sisi pendanaan maupun pemanfaatan inovasi dan teknologi hasil risbang lembaga atau badan penelitian di dalam negeri, Daryatmo mengatakan belum ada.

“Itu belum muncul, nanti kita bahas lagi. Sekalian kita masukkan juga poin soal perlunya pengembangan riset, inovasi, teknologi berkiatan dengan pengendalian perubahan iklim sesuai dengan Paris Agreement,” lanjutnya.

Soal anggaran risbang, menurut dia, jelas menjadi catatan yang perlu dibahas. Kebijakan dan anggaran yang tepat yang dibutuhkan untuk mengembangkan riset seperti apa akan dibahas lagi oleh fraksi-fraksi di DPR.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Capitol, Trump, dan Biden

Menjelang pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS, 20 Januari ini (Rabu malam waktu Indonesia), Washington kembali tegang. Penyerbuan gedung Capitol, Washington -- simbol demokrasi...

Pelantikan Joe Biden dan Pembangkangan Trump

Pelajaran Demokrasi untuk Dunia yang Terus Berubah Washington tegang menjelang pelantikan Presiden Joe Biden dan Kemala Harris, 20 Januari 2021. Kondisi ini terbentuk akibat pembangkangan...

Proyeksi OPEC, Konsumsi Migas Dunia akan Meningkat

Senin (18/1) penulis berkesempatan untuk memberikan kuliah umum secara daring dengan adik-adik di Politeknik Akamigas Cepu, Jawa Tengah. Maraknya pemberitaan mengenai kendaraan listrik dan...

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Menyerupai Suatu Kaum: Hadits, Konteks Budaya, dan Tahun Baru 2018

Hanya dengan satu hadits ini, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad), banyak ustaz yang lantang...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.