Senin, Januari 25, 2021

Analis Pajak: Perlu Gotong Royong untuk Keberhasilan Pembangunan

Survei BI: Keyakinan Konsumen Turun. Apa Sebabnya?

Jakarta, 11/7 - Bank Indonesia melalui surveinya menyimpulkan keyakinan konsumen terhadap perekonomian domestik pada Juni 2017 menurun dibanding Mei 2017 karena ketersediaan jumlah lapangan...

DPD RI Sepakati Inisiasi Revisi UU Penanggulangan Bencana

Jakarta, 21/7 - DPD RI memutuskan menyetujui revisi UU No 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana sebagai RUU usul inisiatif dari DPD RI dan...

BPOM Pastikan Garam Bercampur Kaca ‘Hoax’

Surabaya, 18/8 - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya menegaskan informasi adanya garam yang tercampur dengan serpihan kaca di wilayah itu yang beredar...

Pemerintah Didesak Bentuk Badan Ketahanan Pangan

Anggota Dewan Perwakilan Daerah dari Sumatera Barat, Novi Chandra, mengatakan pemerintah harus segera membentuk badan ketahanan pangan. Pembentukan lembaga tersebut diperlukan untuk memperbaiki persoalan...
Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.

Sejumlah pekerja memasang besi cor tiang pada proyek pembangunan jalan layang Tendean-Ciledug di kawasan Santa, Jakarta Selatan. ANTARA FOTO/Paramayuda
Sejumlah pekerja memasang besi cor tiang pada proyek pembangunan jalan layang Tendean-Ciledug di kawasan Santa, Jakarta Selatan. ANTARA FOTO/Paramayuda

Peran pajak dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2015 semakin penting sebagai sumber pendapatan negara. Sebab, anggaran itu akan digunakan untuk menyelenggarakan pembangunan, pemerintahan, termasuk mewujudkan program-program kesejahteraan.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, realisasi penerimaan pajak hingga akhir November 2015 baru mencapai 65% atau Rp 850 triliun dari target Rp 1.294 triliun. Realisasi yang masih jauh dari target ini berpotensi mengganggu daya tahan fiskal dan menghambat program pembangunan.

“Untuk mencapai penerimaan pajak ke depan, kita mendukung upaya Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang gencar mengimbau para pengusaha besar untuk berpartisipasi meningkatkan setoran pajak sesuai prinsip gotong royong demi kelangsungan pembangunan dan kehidupan bernegara,” kata Prastowo dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (14/12). “Apalagi imbauan ini didasarkan pada informasi, data, dan keterangan yang akurat.”

Dia menambahkan, keberhasilan pemungutan pajak merupakan buah sinergi dan proses dialektis antara otoritas perpajakan yang melakukan pembinaan, pengawasan, dan penegakan hukum yang adil, serta partisipasi aktif warganegara yang bertanggung jawab.

Karena itu, pihaknya mendorong para pemangku kepentingan (pemerintah pusat, Dewan Perwakilan Rakyat, otoritas moneter, institusi penegak hukum, pemerintah daerah, asosiasi usaha, komunitas perpajakan, partai politik) agar bahu-membahu, bergotong-royong, dan bersinergi membantu DJP dan ikut mendorong partisipasi masyarakat wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Kemudian, lanjut Prastowo, pihaknya mengingatkan jajaran DJP agar dalam melakukan pengawasan dan penegakan hukum senantiasa dilandaskan pada keadilan, kepastian hukum, dan penghormatan terhadap hak-hak wajib pajak. Selain itu, pemerintah dan DPR juga harus berkomitmen meningkatkan kualitas redistribusi uang pajak bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Tanpa komitmen itu, mustahil bisa mencapai target pajak.

Seperti diketahui, belum optimalnya pemungutan pajak dikarenakan target pajak 2015 yang naik signifikan. Bahkan di saat target pajak meningkat, pemerintah menghadapi ekonomi global dan nasional yang melambat sehingga turut mempengaruhi pencapaian target pajak.

Tak hanya itu, lanjut Prastowo, dari sisi internal, koordinasi dan konsolidasi yang belum efektif juga mempengaruhi target pajak serta tingkat kesadaran dan kepatuhan wajib pajak secara umum masih rendah. “Ini tercermin belum efektifnya program reinventing policy dan bongkar pasang regulasi,” ujar Prasowo.

Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Warna, Nada, dan Keberagaman Bangsa

Rifa Rosydiana Ratal SMAN 24 Jakarta Pemenang Lomba Menulis Esai “Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita”. Sahabat Khatulistiwa. Desember 2020 Berbagai kontras yang dimiliki warna dan berbagai...

Kebiri Kimia Amputasi HAM

Pada 7 Desember 2020 lalu, Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi...

Sastra dan Jalan Lain Filsafat

Persinggungan eksistensial manusia dengan beragam realitas peradaban tidak mengherankan melahirkan berbagai pertanyaan fundamental – filosofis. Mempertanyakan, membandingkan, dan memperdebatkan beragam produk peradaban, salah satunya...

Ujian Konsistensi Penanganan Konsistensi Sengketa Hasil Pilkada

Jelang sengketa hasil pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi kerap timbul bahasan atau persoalan klasik yang selalu terjadi. Sebagai lembaga peradilan penyelesai sengketa politik,...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

Pandji yang Sedikit Tahu, tapi Sudah Sok Tahu

Siniar (podcast) komedian Pandji Pragiwaksono kian menegaskan bahwa budaya kita adalah sedikit tahu, tapi sudah merasa sok tahu. Sedikit saja tahu tentang gambaran FPI...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

The Social Dilemma: Logika Eksploitatif Media Sosial

Seorang teman baru bebas dari dunia gelap. Mengkonsumsi narkoba menjadi gaya hidupnya. Padalah kehidupannya tak terlalu suram bagi ukuran kelas menengah. Tapi kehidupannya itu...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.