Sabtu, Februari 27, 2021

8500 Orang Ikuti Doa Bersama “171717” di Mabes TNI

KPK Identifikasi Empat Celah Dana Desa terkait Bupati Pamekasan

Jakarta, 2/8 - KPK sudah mengindentifikasi empat celah dana desa yang terjadi di Indonesia. "Dalam konteks pencegahan terkait dana desa," kata Wakil Ketua KPK Laode...

Arab Saudi Gagalkan Rudal Yang Ditujukan ke Makkah

Riyadh, Arab Saudi, 28/7 - Pasukan Pertahanan Udara Arab Saudi pada Kamis (27/7) mencegat satu rudal yang ditembakkan oleh petempur Al-Houthi dan bergerak menuju...

Perusahaan Jamu Legendaris Nyonya Meneer Dinyatakan Pailit

Semarang, 4/8 - Pengadilan Negeri Semarang memutuskan pailit perusahaan jamu PT Nyonya Meneer karena gagal membayar kewajiban utang terhadap kreditornya. Juru bicara PN Semarang M...

Tagar #HUTsekjenPSI Trending Topik Pertama di Twitter

Lagi, belum lama ini Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany atau akrab disapa Sammy menjadi trending karena twitwar bersama Fahri Hamzah. Kini,...

Ilustrasi pelaksanaan doa bersama. ANTARA FOTO/Angga Pratama/pd/16.

Jakarta, 17/8 – Sekitar 8.500 orang memadati lapangan Plaza Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis petang, untuk mengikuti doa bersama “171717” (tanggal 17 Agustus pukul 17.00 tahun 2017) dalam rangka memeriahkan HUT Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pantauan Antara, di Mabes TNI, sejak pukul 16.00 WIB ribuan prajurit TNI dan masyarakat sipil berbondong-bondong datang untuk mengikuti doa bersama yang bertemakan “Indonesia Lebih Kasih Sayang”.

Diperkirakan jumlah orang yang mengikuti doa bersama yang digagas oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di Mabes TNI mencapai 8.500 orang, yang terdiri dari prajurit TNI, tokoh agama, para hafidz Quran, santri dan PNS TNI. Tampak Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin duduk mendampingi Panglima TNI.

Selain di Lapangan Plaza TNI, ada beberapa titik yang dijadikan tempat untuk menggelar doa bersama bagi agama lain. Untuk masyarakat, prajurit TNI dan PNS TNI yang beragama Kristen Protestan dan Katholik menggelar doa bersama di Plaza Mabes TNI AU.

Umat beragama Hindu menggelar doa bersama di Pura Ade Shaka Dharma Mabes TNI Angkatan Laut, dan umat Budha doa bersama di Gedung Balai Wartawan Puspen TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Doa bersama dan muroja’ah akan dilakukan selama satu jam, mulai pukul 17.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Bagi yang beragama Islam khusus para Hafidz/penghafal Al-Qur`an untuk Khataman bersama, sedangkan yang beragama Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu dipimpin oleh pemuka agama masing-masing.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto sebelumnya mengatakan, kegiatan doa bersama dan muroja’ah ini bertujuan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bangsa Indonesia yang majemuk dilandasi semangat Bhinneka Tunggal Ika lebih memiliki rasa kasih sayang antar sesama, hidup rukun dan damai.

Kegiatan ini dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia oleh prajurit TNI bersama masyarakat agar sesama anak bangsa Indonesia untuk lebih kasih sayang agar tetap dapat menjaga kebersamaan, persaman dan keutuhan dalam bingkai NKRI.

“Mari kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan sungguh-sungguh dan memohon pada waktu yang sama, mudah-mudahan semuanya dikabulkan agar kita penuh dengan kasih sayang, hidup rukun dan damai,” ajak Mayjen TNI Wuryanto.

Kegiatan Doa Bersama “171717” dan Muroja’ah dilaksanakan bertepatan dengan HUT Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai bentuk implementasi dari Pancasila sila pertama, Ketuhanan Yang maha Esa serta bentuk rasa syukur bangsa Indonesia bahwa kemerdekaan ini merupakan suatu rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa sebagai mana yang tertera dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ketiga yaitu “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dari dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.

“Kemerdekaan Republik Indonesia itu berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga kita semua wajib bersyukur atas kemerdekaan yang telah diberikan-Nya,” tuturnya.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto mengatakan bahwa tanggal 17 Agustus 1945 merupakan hari bersejarah dan hari kemerdekaan bangsa Indonesia berkat jasa para Pahlawan Kesuma Bangsa.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.