Senin, Oktober 26, 2020

IRESS Dorong Pemerintah Buat Kajian Independen tentang Blok Masela

BUMN Belum Mampu Wujudkan Nawacita Jokowi

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki peran penting dalam menjalankan kegiatan ekonomi kerakyatan. Padahal kelak peran itu bisa menjadi salah satu pilar penting penyangga...

Mengapa Siti Aisyah Menangis Usai Sidang?

Kuala Lumpur, 28/7 - Terdakwa pembunuhan saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim jong-Nam, yaitu Siti Aisyah (25) terlihat menangis usai sidang di Mahkamah Tinggi...

Bekraf Undang Personel SNSD Promosikan Asian Games

Jakarta, 31/7 - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyatakan tujuan diundangnya personel girlband asal Korea Selatan, SNSD, untuk mempromosikan atau endorse Indonesia sebagai tuan rumah...

Limbah Katering Angkasa Pura Diduga Belum Dikelola Benar

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) DKI Jakarta menduga pihak otoritas Angkasa Pura belum melakukan pengelolaan sampah dengan benar. Hal itu dinilai akan menyebabkan dampak...
Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.

skkmigas.go.id
skkmigas.go.id

Indonesian Resources Studies (IRESS) meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Menteri Koordinator Maritim bersinergi untuk membuat kajian baru yang komprehensif tentang Blok Masela. Kajian itu juga melibatkan sebuah tim dengan lembaga relevan, termasuk universitas nasional.

Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara mengatakan, kajian tersebut tidak hanya melihat aspek tekno-ekonomi, tetapi juga aspek sosial, politik, strategis, pertahanan dan keamanan. Bahkan perlu ada jaminan dari pemeritah soal kajian tersebut.

“Pemerintah harus menjamin bahwa kajian yang dilakukan oleh tim lintas kementerian dan lembaga bebas dari kepentingan berbagai kelompok, kontraktor, dan pemburu rente,” kata Marwan di Jakarta, Rabu (2/3).

Menurut Marwan, tidak layak jika kajian pengembangan lapangan migas yang bernilai puluhan miliar dolar Amerika Serikat lebih dominan merujuk pada data dan informasi dari Inpex dan Shell. Apalagi kedua kontraktor itu berkepentingan untuk mendapat keuntungan sebesar-besarnya dari pembangunan sarana Blok Masela.

Marwan juga mencurigai mahalnya biaya skema pembangunan kilang di laut atau offshare (Floating Liquefied Natural Gas/FLNG) dapat disebabkan oleh penggelembungan biaya yang diusulkan kontraktor dalam rangka memperoleh cost recovery setinggi mungkin.

Dalam hal ini, lanjut dia, mungkin saja Kementerian ESDM memperoleh rekomendasi yang tidak akurat atau salah, mengandung markup, sehingga rencana pengembangan Blok Masela yang diusung pun tidak benar dan berpotensi merugikan negara.

“Inilah faktor lain yang menyebabkan perlunya pengkajian ulang rencana pengembangan Blok Masela oleh tim lintas kementerian atau lembaga,” kata Marwan.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan, kajian dari tim SKK Migas, ESDM, Menko Matitim, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia, dan perusahaan Inpex perlu diverifikasi serta dikaji ulang oleh lembaga independen negara.

Menurut Enny, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) saat ini bisa memverifikasi dan mengundang pihak-pihak yang ahli di bidang tertentu untuk dimintai keterangan terkait kajian mereka. “Ada dua pilihan dalam kajian itu, offshore atau onshore. Ada kelebihan dan kekurangannya. Mana yang bisa meminimalisir keburukannya dan mendapatkan manfaat terbesar untuk masyarakat, itu yang dipilih,” kata Enny.

Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Membendung Hegemoni China di Asia Tenggara

Lima hari sudah Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi berkunjung ke empat negara di Asia Tenggara (15-18 Oktober 2020). Dalam kunjungan ke Kamboja,...

Reformasi Kewenangan Legislasi DPD

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai anak kandung reformasi telah berusia 16 tahun. Lembaga negara buah amandemen ketiga UUD 1945 mengalami banyak goncangan. Isu pembubaran...

Mencari Petunjuk Kekebalan Covid-19

Orang yang telah pulih dari Covid-19 mungkin khawatir tentang efek kesehatan yang masih ada, tetapi beberapa mungkin juga fokus pada apa yang mereka lihat...

Sastra, Dildo dan Evolusi Manusia

Paling tidak, berdasarkan catatan tertulis, kita tau bahwa sastra, sejak 4000 tahun lalu telah ada dalam sejarah umat manusia. Hari ini, catatan yang ditulis...

Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia

Di dalam buku Huntington yang 600-an halaman yang berjudul Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia mengatakan bahwasanya masa depan politik dunia akan...

ARTIKEL TERPOPULER

Pemuda Pancasila Selalu Ada Karena Banyak yang Memeliharanya

Mengapa organisasi ini masih boleh terus memakai nama Pancasila? Inikah tingkah laku yang dicerminkan oleh nama yang diusungnya itu? Itulah pertanyaan saya ketika membaca...

Tamansiswa, Ki Hadjar Dewantara, dan Sistem Pendidikan Kolonial

Setiap 2 Mei kita dihadapkan pada kesibukan rutin memperingati Hari Pendidikan Nasional. 2 Mei itu merupakan tanggal kelahiran tokoh pendidikan nasional, Ki Hadjar Dewantara,...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

“Islam Kaffah” yang Bagaimana?

Sebuah buletin baru “Buletin Dakwah Kaffah” terbit pada 18 Dzulqa’dah 1438 H/11 Agustus 2017. Judul “Islam Kaffah” mengingatkan kita kembali slogan Hizbut Tahrir Indonesia...

Di Bawah Erdogan Turki Lebih Tidak Demokratis dari Indonesia

Turki di bawah kepemimpinan Erdogan sering dibanding-bandingkan dengan Indonesia di bawah Jokowi. Perbandingan dan penghadap-penghadapan antara Erdogan dan Jokowi yang sering dilakukan oleh kelompok...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.