Senin, Oktober 26, 2020

Indef: Negara Harus Menguasai Blok Masela

Goenawan: Korupsi Hancurkan Kepercayaan Satu Sama Lain

Budayawan Goenawan Mohamad mengatakan, persoalan bangsa Indonesia begitu banyak dan kompleks saat ini. Mulai dari kebakaran hutan, tidak ada kepercayaan diri, menebar kebencian, kekerasan,...

Pemerintah Akan Terapkan Sistem Pembelajaran Pancasila Baru untuk Mahasiswa

Yogyakarta, 22/7 - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan sistem pembelajaran Pancasila dengan gaya baru akan mulai diberikan kepada mahasiswa pada...

Ihwal Asap, DPR Perlu Pertanyakan Keseriusan Pemerintah

Indonesia dinilai belum perlu meminta bantuan negara tetangga untuk menyelesaikan persoalan bencana asap. Pasalnya, sebelum meminta bantuan, Indonesia perlu mengerahkan seluruh potensi yang dimilikinya...

Ide Presiden untuk Mengebiri Pedofil Diapresiasi

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengpresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang akan memberikan hukuman pemberat, yakni mengebiri, bagi pelaku kejahatan seksual...
Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.

Petugas PT Pertamina Gas memeriksa tekanan fasilitas penyaring kotoran debu dan air pada gas yang mengalir di pipa gas ruas Arun - Belawan, di lokasi metering Sicanang Wilayah PLN Belawan, Medan, Sumatera Utara, Rabu (3/2). Metering Pertagas tersebut, titik terima gas PLN dari pipa transmisi gas Arun - Belawan, yang sebelumnya merupakan liquid natural gas (LNG) yang telah diregasifikasi di Arun Regas Aceh. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
Petugas PT Pertamina Gas memeriksa tekanan fasilitas penyaring kotoran debu dan air pada gas yang mengalir di pipa gas ruas Arun – Belawan, di lokasi metering Sicanang Wilayah PLN Belawan, Medan, Sumatera Utara, Rabu (3/2). ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Institute for Development of Economic and Finance menyatakan kisruh pengembangan Blok Masela antara Menko Maritim dan Kementerian ESDM tak memiliki pengaruh apa pun terhadap masyarakat. Justru yang paling krusial adalah siapa yang menguasai blok tersebut.

“Ini bukan persoalan onshore atau offshore, akan tetapi soal siapa yang menguasai sumber daya alam kita. Pasal 33 sudah jelas, cabang-cabang produksi dan kekayaan sumber daya alam yang terkait hajat orang banyak semestinya dikuasai oleh negara. Jadi, perpanjangan tangan negara adalah BUMN yang bergerak di sektor migas, yakni Pertamina,” kata Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati di Jakarta, Rabu (2/3).

Menurut Enny, pengelolaan Blok Masela ini hendaknya dikelola oleh Pertamina. Bahkan perlu dilakukan kajian oleh pemerintah untuk menghentikan kesalahan masa lalu yang membiarkan pengelolaan blok-blok migas dikuasai kontraktor asing tanpa partisipasi BUMN.

Indonesia selama ini telah memiliki proyek minyak dan gas (migas), contohnya di Arun (Aceh), Papua, dan Bontang. Namun, masyarakat selama ini tetap saja tidak merasakan manfaatnya. Bahkan masyarakat di sekitar wilayah blok migas itu tetap miskin, kata Enny

Karena itu, pihaknya meminta agar pemerintah mengikutsertakan PT Pertamina (Persero) dalam pengelolaan Blok Masela. Seperti diketahui, saat ini operator (existing operator) di blok tersebut, yakni Inpex Corporation dan Royal Dutch Shell.

Enny juga mempertanyakan, pengelolaan gas di Blok Masela ini nantinya akan diperuntukkan kepada siapa. Sebab, sampai hari ini belum ada pembahasan terkait hasil produksi blok tersebut.

“Industri dalam negeri kita membutuhkan gas. Sebab, defisit gas kita hampir 50% karena banyak yang diekspor. Kalaupun tersedia bayarnya lebih mahal dibandingkan dengan harga yang diekspor,” kata Enny.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan, pihak Inpex membuka peluang kepada Pertamina untuk ikut dalam pengelolaan Blok Masela. “Kalau Pertamina masuk, maka bayar kompensasi dulu kepada Inpex,” kata Amien.

Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Membendung Hegemoni China di Asia Tenggara

Lima hari sudah Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi berkunjung ke empat negara di Asia Tenggara (15-18 Oktober 2020). Dalam kunjungan ke Kamboja,...

Reformasi Kewenangan Legislasi DPD

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai anak kandung reformasi telah berusia 16 tahun. Lembaga negara buah amandemen ketiga UUD 1945 mengalami banyak goncangan. Isu pembubaran...

Mencari Petunjuk Kekebalan Covid-19

Orang yang telah pulih dari Covid-19 mungkin khawatir tentang efek kesehatan yang masih ada, tetapi beberapa mungkin juga fokus pada apa yang mereka lihat...

Sastra, Dildo dan Evolusi Manusia

Paling tidak, berdasarkan catatan tertulis, kita tau bahwa sastra, sejak 4000 tahun lalu telah ada dalam sejarah umat manusia. Hari ini, catatan yang ditulis...

Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia

Di dalam buku Huntington yang 600-an halaman yang berjudul Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia mengatakan bahwasanya masa depan politik dunia akan...

ARTIKEL TERPOPULER

Pemuda Pancasila Selalu Ada Karena Banyak yang Memeliharanya

Mengapa organisasi ini masih boleh terus memakai nama Pancasila? Inikah tingkah laku yang dicerminkan oleh nama yang diusungnya itu? Itulah pertanyaan saya ketika membaca...

Tamansiswa, Ki Hadjar Dewantara, dan Sistem Pendidikan Kolonial

Setiap 2 Mei kita dihadapkan pada kesibukan rutin memperingati Hari Pendidikan Nasional. 2 Mei itu merupakan tanggal kelahiran tokoh pendidikan nasional, Ki Hadjar Dewantara,...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

“Islam Kaffah” yang Bagaimana?

Sebuah buletin baru “Buletin Dakwah Kaffah” terbit pada 18 Dzulqa’dah 1438 H/11 Agustus 2017. Judul “Islam Kaffah” mengingatkan kita kembali slogan Hizbut Tahrir Indonesia...

Di Bawah Erdogan Turki Lebih Tidak Demokratis dari Indonesia

Turki di bawah kepemimpinan Erdogan sering dibanding-bandingkan dengan Indonesia di bawah Jokowi. Perbandingan dan penghadap-penghadapan antara Erdogan dan Jokowi yang sering dilakukan oleh kelompok...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.