Banner Uhamka
Selasa, September 29, 2020
Banner Uhamka

AUTHOR NAME

Riki Dhamparan Putra

3 KIRIMAN
0 KOMENTAR
Sastrawan, Penyair, Pemerhati Budaya, yang lahir di Padang, besar di Bali, dan sekarang tinggal di Jakarta. Buku puisinya adalah Percakapan Lilin (2004), Mencari Kubur Baridin (2014), dan yang terbaru Suaka-Suaka Kearifan (2019). Ia juga deklarator Jaringan Intelektual Berkemajuan (JIB).

Rekonsiliasi, HAM, dan Hilangnya Rasa Bersalah

Pada waktu diminta berbicara mengenai Kebudayaan dan Hak Asasi Manusia (HAM) di Komisi Nasional HAM 26 Juli 2019 lalu, pikiran saya masih dihantui dua...

Tanggung Jawab Intelektual dan Topeng Rekonsiliasi

“Permainan kau permainkan..” (Amir Hamzah) Seperti yang kita duga, MK akhirnya menolak seluruh permohonan tim hukum BPN Prabowo-Sandi yang menuding Pemilu 2019 dipenuhi kecurangan hingga...

Pekerti Tuan Besar Besar dalam Puisi

Puisi memuji, politik mengingkari, ungkapan ini mungkin bisa dijadikan acuan untuk memahami hubungan antara puisi, masyarakat, dan politik di era aplikasi digital ini. Alih-alih tersambung...

Latest news

Miskonsepsi Seks dengan Persetujuan

Pada 13 September 2020 lalu, terunggah sebuah kiriman di Instagram yang berjudul “Kupas Tuntas Pakta Integritas UI dan Pendidikan Sex dengan Persetujuan” yang di...

Jika Cantik Hanya Mengikuti Standar Industri

Belakangan ini perbincangan mengenai bagaimana diri kita maupun bagaimana industri mendefinisikan standart kecantikan kembali ramai diperdebatkan. Mulai dari gerakan perempuan dukung perempuan yang dianggap...

Civil Society, Pariwisata Nasional, dan Dikotomi Ekonomi Vs Kesehatan

Dalam beberapa tahun terakhir, pariwisata telah menjadi sumber pendapatan devisa terbesar nomor dua (280 triliun Rupiah pada 2019) di Indonesia untuk kategori non-migas. Ini...

PKI dan Narasi Sejarah Indonesia

Bagaimanakah kita menyikapi narasi PKI dalam sejarah Indonesia? Sejarah resmi mencatat PKI adalah organisasi politik yang telah menorehkan “tinta hitam” dalam lembaran sejarah nasional,...

Janji Manis Penyelesaian HAM

Setiap memasuki bulan September, negeri ini selalu dibangkitkan dengan memori tentang sebuah tragedi kelam yang terjadi sekiranya 55 tahun silam. Peristiwa diawali dengan terbunuhnya enam...
- Advertisement -

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.