Banner Uhamka
Jumat, September 25, 2020
Banner Uhamka

AUTHOR NAME

Musa Maliki

12 KIRIMAN
0 KOMENTAR
Musa Maliki Dosen FISIP UPN Veteran Jakarta; Kandidat Doktor Charles Darwin University Australia; Tokoh Jaringan Intelektual Berkemajuan; Karyanya (bersama Asrudin Aswar) "Oksidentalisme: Pandangan Hassan Hanafi terhadap Tradisi Ilmu Hubungan Internasional Barat" (2019)

Apakah Lulusan Berspirit Pancasila untuk Kerja di Pasar Bebas?

Pada Konferensi Forum Rektor Indonesia tanggal 4 Juli 2020, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa daya sebaran program...

Realisme Politik NU: Short Comments untuk Marcus dan Burhanuddin Muhtadi

Tulisan Marcus Mietzner dan Burhanuddin Muhtadi, "The Myth of Pluralism: Nahdlatul Ulama and the Politics of Religious Tolerance in Indonesia" dalam Contemporary Southeast Asia,...

Covid-19, New Normal, dan Obsesi Ekonomi

Covid-19 tidak lahir dari luar diri manusia dan kebudayaan modernnya, tapi bersama atau dari dalam pola antroposentris (kebudayaan manusia modern yang berpusat pada akalnya). Covid-19...

Nabi Saja Mudik

Mudik di tengah pandemi Covid-19, manusia Indonesia tetap membludak di pintu toll, di pasar pasar, di mall-mall, dan di jalanan. Hal ini tidak jauh...

Brunei: Negeri Islam Terhindar Wabah Covid-19

Tulisan ini adalah rangkuman Konferensi online UPN Veteran Jakarta “Peran Negara dan Masyarakat Sipil dalam Penangan Epidemi Covid-19 di Asia”. Acara ini diadakan pada...

Bagaimana Islam Menyikapi Zaman COVID-19?

Judul tulisan ini tidak dimaksudkan menggeneralisir seluruh umat Islam, sebab umat Islam itu macam-macam. Umat Islam yang dimaksud adalah spesies manusia yang sedang menjalankan...

Kapitalisme Islam atau Islamisasi Kapitalisme?

Dalam karyanya, Islamic Reform (2009), Prof. Tariq Ramadan berargumen, “I should modestly begin by saying that there is today no “Islamic” alternative to the dominant...

Menggerakkan Islam Rasional

Dalam tulisan-tulisan sarjana Barat dan Timur, ada yang menghubungkan Gerakan Islam Reformis Jamal al-Din al-Afghani (1838/1839-1897), Muhammad abduh (1849-1905), dan Rasyid Ridha (1865-1935) sebagai...

Bagaimana Ilmu Hubungan Internasional Melihat Politik Dunia Kini?  

Dalam artikel ini, saya hanya ingin bercerita hal yang mendasar tentang Ilmu Hubungan Internasional (IHI) baik sebagai suatu disiplin ilmu maupun sebagai cara pandang...

Latest news

Erick Ingin Kerja, Mereka Malah Menganggu!

Akhir-akhir ini, ada gerombolan oknum-oknum yang ingin memaksakan kehendak untuk mengisi kursi-kursi komisaris. Ketika keinginan itu tak tercapai, mereka secara sistematis dan masif melakukan...

Menjarah Mahkota Kemuliaan MK

Revisi Undang-Undang Mahkamah Konstitusi yang disahkan pada 1 September lalu menjadi hadiah sekaligus menjadi dilema bagi kesembilan hakim konstitusi di usianya yang ketujuh belas...

Memahami Kembali Pandemi Covid-19

Wabah Covid-19 yang disebabkan virus corona jenis baru telah memasuki bulan ke-6 sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Per tulisan ini...

Pandemi Dapat Membunuh Populis, Tidak Populisme

Demokrasi atau otoriter? Masa awal pandemi diwarnai dengan perdebatan mengenai tipe rezim mana yang paling efektif dalam menghadapi wabah Covid-19. Namun memasuki kuartal ketiga...

Potret Seorang Feodal Tua sebagai Seniman Serba Bisa

Pada zaman dahulu kala, ketika revolusi tidak ada lagi, Goenawan Mohamad pernah mengibaratkan dirinya, dengan heroisme penyair muda, sebagai Malin Kundang. Tapi kini, Malin...
- Advertisement -

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.