Banner Uhamka
Jumat, September 25, 2020
Banner Uhamka

Wapres Khawatirkan Tiongkok

Mendaki Puncak Gunung Gede

Pesona sunset, telaga biru, dan jalur yang menantang. Aktivitas mendaki gunung kian populer dan makin digandrungi. Persisnya sejak penayangan film 5 cm yang mengisahkan pengalaman 5 orang...

Teten: Perpres Antikriminalisasi untuk Percepat Pembangunan

Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki mengatakan Peraturan Presiden (Perpres) Antikriminalisasi Pejabat bidang infrastruktur bukan untuk memberikan perlindungan bagi pejabat-pejabat tertentu. "Jadi ada Perpres dan Inpres...

Pekanbaru Siap Menjadi Kota Pintar Di Sumatera

Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau menyatakan wilayah satu-satunya kota di Sumatera yang siap menjadi Kota Pintar “Smart City” melihat infrastruktur yang memadai. Heri Susanto, Direktur...

Korut Ancam Korsel Jika Tak Kembalikan Warganya

Korea Utara hari ini mengancam membalas jika Korea Selatan tidak memulangkan tiga warganya, yang diselamatkan dari kapal nelayan, yang ditemukan terapung. Kapal penjaga pantai Korea...

Ilustrasi: Pengunjung mengambil foto "selfie" di depan hiasan lampion yang dipasang menjelang perayaan Festival Musim Semi di sebuah taman di Beijing, Tiongkok. ANTARA FOTO/REUTERS
Ilustrasi: Pengunjung mengambil foto “selfie” di depan hiasan lampion yang dipasang menjelang perayaan Festival Musim Semi di sebuah taman di Beijing, Tiongkok. ANTARA FOTO/REUTERS

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan jatuhnya saham Tiongkok cukup berdampak terhadap ekonomi Indonesia. “Ya dampaknya pasti ada, tapi hari ini sudah lumayan naik lagi lima persen,” katanya di Jakarta, Kamis.

Wapres mengatakan Indonesia menjaga ekonomi dalam negeri dengan cara memperkuat ekonomi nasional agar perusahaan-perusahaan dalam negeri berjalan dengan baik dan tak ikut terjerembab. “Ya menjaga saja, karena imbasnya tentu ada, pengaruhnya itu ialah perusahaan-perusahaan Tiongkok itu ekspansinya pasti menurun,” katanya.

Namun posisi utang luar negeri Indonesia dikatakan Wapres masih aman meskipun lebih banyak membayar utang dari pada membuat utang baru. “Utang kita baru 26-27 persen dari GDP, Yunani itu 160 persen jadi begitu keliru ya sudah tidak bisa bayar,” katanya.

Sebelumnya, harga-harga saham di Tiongkok terus anjlok. Ini ditandai dengan indeks Shanghai Composite yang turun hampir 7 persen dan indeks Shenzhen Composite turun 4 persen. Hal itu merupakan lanjutan penurunan yang telah melenyapkan 30 persen nilai pasar sejak pertengahan Juni.(ANTARA)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Opsi Menunda atau Melanjutkan Pilkada

Perhelatan akbar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 akan bergulir. Pilkada yang sejak era reformasi pasca amandemen UUD 1945 telah memberi ruang...

Peran Civil Society dalam Perang Melawan Wabah

Perkembangan wabah korona semakin mengkhawatirkan. Epidemiologi Pandu Riono menyebut puncak kasus Covid-19 di Indonesia baru mencapai puncak pada awal semester pertama hingga pertengahan tahun...

Erick Ingin Kerja, Mereka Malah Menganggu!

Akhir-akhir ini, ada gerombolan oknum-oknum yang ingin memaksakan kehendak untuk mengisi kursi-kursi komisaris. Ketika keinginan itu tak tercapai, mereka secara sistematis dan masif melakukan...

Menjarah Mahkota Kemuliaan MK

Revisi Undang-Undang Mahkamah Konstitusi yang disahkan pada 1 September lalu menjadi hadiah sekaligus menjadi dilema bagi kesembilan hakim konstitusi di usianya yang ketujuh belas...

Memahami Kembali Pandemi Covid-19

Wabah Covid-19 yang disebabkan virus corona jenis baru telah memasuki bulan ke-6 sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Per tulisan ini...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.