Senin, April 12, 2021

Transportasi Umum Butuh Penunjang

118 Bank Turunkan Target Pertumbuhan

Ketua Dewan Komisioner Ototoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad mengatakan telah terjadi penurunan target pertumbuhan kredit pada 118 bank yang ada di Indonesia. Ia mengatakan...

OC Kaligis Disangka Ikut Menyuap Hakim PTUN

Pengacara O.C. Kaligis disangka ikut serta menyuap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan bersama dengan anak buahnya, M. Yagari Bhastara alias Gerry. Ia terancam...

Ketua DPR Berharap Pemerintah Sepakati Dana Aspirasi

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto berharap pemerintah dapat sepakat mengakomodasi program Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan atau dana aspirasi. "Pimpinan DPR mengharapkan pemerintah dapat...

Ini Dua Provinsi dengan Distribusi Beras Miskin Rendah

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan Provinsi DKI Jakarta dan Papua merupakan provinsi dengan distribusi beras bagi warga miskin (raskin) rendah. “Distribusi di dua...

ilustrasi KRL

Transportasi umum butuh fasilitas dan infrastruktur yang tepat. Salah satu transportasi umum yang perlu diperhatikan infrastuktur dan fasilitas penunjangnya adalah kereta api.

Kondisi sejumlah stasiun kereta di Jakarta belum mengalami perbaikan maksimal. Hal tersebut ditunjukkan dari keadaan fasilitas yang kurang, seperti trotoar yang rusak, terganggu moda transportasi lain yang “ngetam”, atau jauhnya jarak yang harus ditempuh apabila pengguna ingin menyambung dengan kendaraan umum lain.

Litbang Kompas menyorot empat stasiun di DKI Jakarta, yang masih memiliki kekurangan. Empat stasiun tersebut di antaranya adalah Stasiun Tanah Abang, Stasiun Manggarai, Stasiun Tebet, dan Stasiun Sudirman.

Stasiun Tebet misalnya, hal yang disorot adalah jalan di sekitar stasiun yang sempit dan semerawut. Hal tersebut diakibatkan jumlah kendaraan dan orang yang keluar masuk stasiun. Keadaan di sekitar stasiun semerawut, karena pengguna transportasi umum berebut masuk kendaraan umum. Stasiun Tanah Abang punya permasalahannya sendiri, selain angkutan umum yang memadati area luar stasiun, trotoar sekitar stasiun juga buruk, sehingga memaksa orang menggunakan bahu jalan. Untuk Stasiun Manggarai, tidak terintegrasinya stasiun dengan moda transportasi umum lain, seperti Transjakarta. Selain itu, persoalan ojek yang ngetam di pintu Stasiun Sudirman saat jam sibuk.

Menurut Pengamat Transportasi Universitas Atma Jaya, Djoko Setijowarno, secara keseluruhan fasilitas di dalam stasiun sudah lebih baik. Hanya saja, Djoko masih menyayangkan kurang terintegrasinya kereta dengan transportasi umum lain, serta akses menuju keluar masuk stasiun yang belum memadai.

“Contohnya Stasiun Juanda, harusnya dari keluar halte Trans Jakarta, dibuat jembatan penyeberangan langsung ke dalam stasiun,” kata Djoko.

Selain itu, untuk contoh stasiun Sudirman, Djoko mencontohkan bahwa bus mengantre menunggu penumpang keluar dari stasiun. Menurutnya perlu dibangun halte di tempat yang tepat di sekitar stasiun agar bus yang menunggu penumpang tidak membuat kemacetan

Djoko berpendapat intergrasi dan perencanaan transportasi umum masih harus diperhatikan. “Kalau idealnya, seperti di luar negeri, orang memilih menggunakan transportasi umum yang terintegrasi, tidak jauh dari halte, tidak kepanasan dan trotoarnya nyaman,” kata Djoko.[*]

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.