Banner Uhamka
Kamis, September 24, 2020
Banner Uhamka

Teknologi Digital Berperan Tingkatkan Perekonomian Nasional

Kereta Tambahan baru Beroperasi H-7

Sebanyak 15 kereta api tambahan yang diadakan oleh PT Kereta Api Indonesia akan beroperasi mulai H-7 sampai dengan H+8 (10-26 Juli) Lebaran 2015. "Tahun ini...

Transportasi Umum Butuh Penunjang

Transportasi umum butuh fasilitas dan infrastruktur yang tepat. Salah satu transportasi umum yang perlu diperhatikan infrastuktur dan fasilitas penunjangnya adalah kereta api. Kondisi sejumlah stasiun...

Hillary Dipastikan Menang

Mantan presiden AS Bill Clinton dan sejumlah sosok lain Amerika Serikat diperkirakan tidak mampu menyaingi Hillary Clinton dalam penyaringan calon presiden dari Partai Demokrat. Berbeda...

Pilpres Diusulkan Gunakan Sistem Electoral Vote

Dewan Perwakilan Rakyat mengusulkan pelaksanaan Pemilihan Presiden pada masa yang akan datang depan supaya menggunakan sistem electoral vote atau sistem perwakilan di parlemen. Pasalnya,...

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (kiri), didampingi  Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil (tengah), dan Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan), memberi keterangan pers seusai menghadiri rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/03)/ANTARA FOTO/Ismar Patrizki
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (kiri), didampingi Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil (tengah), dan Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan), memberi keterangan pers seusai menghadiri rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/03)/ANTARA FOTO/Ismar Patrizki

Tata kelola perekonomian nasional sudah seharusnya menggunakan sistem era digital. Penggunaan sistem digital bisa dilakukan untuk pendataan dan pelayanan kepada masyarakat yang menyangkut bidang ekonomi.

Menteri Keuangan, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, mengatakan selama ini sistem digital penggunaannya masih belum maksmimal di lingkup pemerintahan. Padahal, dengan menggunakan sistem digital merupakan langkah pembenahan untuk pengelolaan ekonomi ke depan.

“Di Indonesia, teknologi masih seperti barang mewah. Namun, itu harus kita kejar agar tidak tertinggal,” kata Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Kamis (30/7).

Ia menjelaskan, apabila perlengkapan serta pelayanan ekonomi Indonesia sudah menggunakan teknologi, maka nantinya akan lebih efisien. Selain itu, tentunya efektivitas kinerja pemerintahan bisa tercapai.

Dalam penelitian, Indonesia masih berada di rangking 65 dari 70 negara dalam kategori digital ekonomi. Singapura bahkan sudah memasuki sepuluh besar untuk menjadi terbaik mewakili ASEAN.

“Baik langsung atau tidak langsung, memang teknologi digital ekonomi bisa membantu perekonomian suatu negara menjadi lebih baik,” katanya. “Keberhasilan suatu negara pun bisa dilihat dari bagaimana negara tersebut bisa memanfaatkan teknologi untuk memberi kemudahan kinerja.”

Oleh karena itu, kata Bambang, adanya kegiatan pameran teknologi digital merupakan sebagai salah satu program untuk mengenalkan, meningkatkan, dan menyebar pola pikir berbasis Teknologi Informasi, baik kepada pihak internal Kementerian Keuangan maupun kepada para pemangku kepentingan lainnya.

Pameran teknologi tersebut berlangsung dari 28 Juli sampai 30 Juli 2015. Adapun peserta yang berpartisipasi meliputi pemangku kepentingan yang berkaitan dengan kekayaan negara seperti Kementerian/Lembaga, BUMN di bawah Kementerian Keuangan, PMO dari seluruh Eselon I Kementerian Keuangan, serta internal DJKN baik kepada Kanwil, Kepala KPKNL dan Kantor Vertikal wilayah Jabodetabek. [*]

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menjarah Mahkota Kemuliaan MK

Revisi Undang-Undang Mahkamah Konstitusi yang disahkan pada 1 September lalu menjadi hadiah sekaligus menjadi dilema bagi kesembilan hakim konstitusi di usianya yang ketujuh belas...

Memahami Kembali Pandemi Covid-19

Wabah Covid-19 yang disebabkan virus corona jenis baru telah memasuki bulan ke-6 sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Per tulisan ini...

Pandemi Dapat Membunuh Populis, Tidak Populisme

Demokrasi atau otoriter? Masa awal pandemi diwarnai dengan perdebatan mengenai tipe rezim mana yang paling efektif dalam menghadapi wabah Covid-19. Namun memasuki kuartal ketiga...

Potret Seorang Feodal Tua sebagai Seniman Serba Bisa

Pada zaman dahulu kala, ketika revolusi tidak ada lagi, Goenawan Mohamad pernah mengibaratkan dirinya, dengan heroisme penyair muda, sebagai Malin Kundang. Tapi kini, Malin...

Menilik Komunikasi Publik Tokoh Politik

Komunikasi merupakan sarana yang memiliki signifikansi tinggi dalam mengkonstruksikan sebuah interaksi sosial. Hal ini dikarenakan melalui jalinan komunikasi, seseorang akan mengaktualisasikan suatu konsepsi diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.