Senin, April 12, 2021

Semesta Dinamis Terminator

PBB: Pernikahan Anak-Anak Melanggar HAM

Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa, Kamis, menyetujui resolusi menyerukan pengakhiran pernikahan anak-anak, dini dan paksa, dan mengakui pernikahan anak-anak sebagai pelanggaran hak asasi...

Meski Gencatan Senjata, Saudi Masih Gempur Yaman

Sejumlah pesawat tempur negara persekutuan Teluk masih terus membom Yaman di pusat dan bagian selatan kota Taez pada Sabtu hari ini, bersamaan dengan pemberlakuan...

DPR: RUU Kesejahteraan Nelayan Akan Diprioritaskan

Rofi Munawar, anggota Komisi IV DPR RI mengatakan Rancangan Undang-undang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan fokus kepada perlindungan serta pemberdayaan nelayan kecil dan tradisional. “Mulai dari...

Murphy Oil Tinggalkan Indonesia

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mengatakan keputusan Murphy Oil Corporation untuk keluar dari Indonesia karena perusahaan minyak dan...

Salah satu adegan dalam Terminator Genisys/PARAMOUNT PICTURES/TERMINATOR GENISYS
Salah satu adegan dalam Terminator Genisys/PARAMOUNT PICTURES/TERMINATOR GENISYS

Babak baru perang manusia dengan robot lewat permainan waktu

Terminator Genisys berlatar tahun 2029 ketika perang antara manusia dan robot (Skynet) makin memanas. Sekelompok manusia yang tergabung dalam kelompok perlawanan pimpinan John Connor (Jason Clarke) berhasil membuat Skynet terpojok masuk ke dalam titik kritis.

Skynet tak tinggal diam. Mereka menyusun rencana lain. Menggunakan mesin waktu, Skynet mengirim robot pembunuh mirip manusia, T-1000 (Lee Byung Hun), ke masa lalu untuk menghabisi Sarah Connor (Emilia Clarke) dari sejarah. Dengan hilangnya Sarah, John Connor tak akan pernah lahir dan meneror mereka. Gerakan perlawanan di masa depan pun tak kan pernah terjadi.

Mengetahui hal itu, Kyle Reese (Jai Courtney), bawahan setia John Connor, secara sukarela meminta dikirim ke masa yang sama demi menggagalkan rencana Skynet.

Namun  apa yang ditemukan Kyle di masa lalu  berbeda dari yang diprediksi. Sarah telah dijaga oleh T-800 alias Terminator versi tua (Arnold Schwarzenegger) yang diprogram ulang untuk melindungi Sarah sejak kecil.

Konflik tak terelakkan antara Kyle dan T-800. Kyle merasa misinya kacau, tak sesuai harapan. Ia tak percaya T-800 akan melindungi Sarah. Namun, Sarah berusaha keras meyakinkan bahwa T-800 akan melindunginya dan tak akan berkhianat.

Sarah kemudian mengajak Kyle memulai misi baru yang bertolak belakang. Sarah bukan lagi target utama, melainkan Skynet. Mampukah mereka menghancurkan Skynet?

Terminator Genisys merupakan film kelima Terminator. Skydance Production dan Paramount Pictures melihat franchise ini masih berpotensi mengeruk laba, dengan nama besar Arnold Schwarzenegger serta premis cerita. Itu bisa dilihat dari skor 7,4 yang diberikan IMDb. Meski begitu, film yang disutradarai Alan Taylor ini bukan kelanjutan dari film ketiga ataupun keempat.

Terminator Genisys merupakan re-imagining dan pengembangan cerita dari dua film pertama, The Terminator (1984) dan Terminator 2 (1991), besutan James Cameron. Film ini diakui Cameron cocok disebut sebagai film ketiga Terminator.

Sebelumnya, ia menganggap cerita Terminator sudah berakhir di film kedua. Namun, setelah mengikuti screening awal film, Cameron akhirnya memberikan persetujuanTerminator Genisys sebagai kelanjutan kisah dua film pertamanya.

“Film ini pantas disebut Terminator 3. Ada kejutan dalam plot cerita yang menjadikan film ini keren. Perubahan karakter tak terduga dari sosok heroik menjadi antagonis adalah pilihan pintar. Saya menilai penulis cerita berhasil mengubah arus ekpektasi para penonton,” kata Cameron, seperti dikutip The Guardian.

Karena itu, cerita dua film terakhir, Terminator 3: Rise of The Machines dan Terminator Salvation, dipastikan akan dihapus dari alur waktu petualangan demi kepentingan cerita yang akan menjadi kebangkitan franchise Terminator.

Menurut Laeta Kalogridis, salah satu penulis skenario, meski jalan cerita berbeda karena melibatkan dimensi waktu, Terminator Genisys masih memegang prinsip-prinsip dan karakter dari film-film aslinya.

Selain perombakan jalan cerita, Alan dan tim produksi juga memberi kejutan besar dengan memunculkan T-800 versi tua. Atas saran James Cameron, karakter T-800 muncul dengan rambut putih keabu-abuan dan kulit keriput. T-800 disebut sebagai robot organik. Ia bisa menua menyesuaikan diri dengan lingkungan hidup manusia

Arnold Schwarzenegger mengatakan, keputusan menampilkan versi tua T-800 bukan semata dinilai pas dengan konsep tokoh, melainkan juga untuk menjaga plot cerita. Rumor yang beredar, penampilan Arnold dalam film ini akan menjadi peran terakhirnya sebagai Terminator.

Selain nama besar Arnorld Schwarzenegger, film ini menghadirkan bintang-bintang baru. Di antaranya Emilia Clarke, bintang seri Game of Thrones, sebagai Sarah Connor (dulu Linda Hamilton), Jason Clarke sebagai John Connor (dulu Christian Bale), dan Lee Byung Hun sebagai T-1000 menggantikan Robert Patrick. Jai Courtney pun memerankan Kyle Reese. Tom Hardy sempat menjadi kandidat utama pemeran John Connor. [*]

Terminator Genisys

Produser: Bill Carraro, David Ellison, Megan Ellison.

Sutradara: Alan Taylor

Pemain: Arnold Schwarzenegger, Jason Clarke, Emilia Clarke, Jai Courtney, JK Simmons, Lee Byung Hun, Matt Smith, Dayo Okeniyi

Produksi: Skydance Production dan Paramount Pictures

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.