Senin, April 12, 2021

Sebanyak 51 Perusahaan Melanggar Aturan THR

KPK Periksa Anak Buah OC Kaligis

Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini memeriksa advokat yang bekerja di kantor hukum Otto Cornelis Kaligis, yaitu Yurinda Tri Achyuni dan Venny Octarina Misnan, sebagai...

Ribuan Pemudik Tujuan Malaysia Padati Nunukan

Ribuan penumpang Kapal Bukit Siguntang, hari ini tiba di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Kapal itu membawa penumpang dari Bau-Bau (Sulawesi Utara), Pare-Pare...

Pantai Wisata di Prancis Ditutup untuk Liburan Raja Arab

Raja Arab Saudi Salman dan seribu anggota rombongannya tiba Sabtu, kemarin untuk liburan di French Riviera, Prancis. Ribuan warga mengajukan petisi terhadap penutupan pantai...

Ini Aksi Iran Setelah Sanksi Dicabut

Iran akan meningkatkan produksi minyak mentah ke tingkat signifikan setelah sanksi Barat terhadap industri minyak Iran dicabut sesuai dengan kesepakatan nuklir baru-baru ini. "Kami akan...

Ilustrasi seorang karyawan sedang menghitung uang Tunjangan Hari Raya yang didapat dari perusahaan tempatnya bekerja/ANTARA
Ilustrasi seorang karyawan sedang menghitung uang Tunjangan Hari Raya yang didapat dari perusahaan tempatnya bekerja/ANTARA

Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 51 perusahaan melakukan pelanggaran terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) 2015 kepada pekerja. “Catatan ini didapat dari posko THR Kemnaker. Kasus-kasus ini ditindaklanjuti di posko tersebut,” kata Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri di Jakarta, Rabu (22/7).

Pos pemantauan THR didirikan di seluruh daerah baik di tingkat kabupaten, kota dan provinsi. Berdasarkan pengaduan tersebut, empat perusahaan tidak membayarkan THR sebanyak satu bulan gaji. Sebanyak 38 perusahaan tidak membayar THR sama sekali dan sembilan perusahaan membayarkan THR tidak sesuai ketentuan.

Salah satu kasus pembayaran THR tidak sesuai ketentuan yaitu pemberian THR yang menggantikan denda karyawan selama bekerja atau pemberian makanan dan minuman yang jumlahnya melebihi 25% dari THR. Dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 4 Tahun 1994, perusahaan diperbolehkan memberikan makanan dan minuman atau bentuk lain asal nilainya tidak melebihi 25%.

Berdasarkan catatan Kementerian Tenaga Kerja, pelanggaran THR ini terdapat di 12 provinsi antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat,Jawa Tengah, Lampung dan Kalimantan Barat. Sementara sektor perusahaan yang melakukan pelanggara THR adalah perusahaan perkebunan, jasa, pertanian, otomotif, garmen dan lainnya.

Kementerian Tenaga Kerja juga telah menyiapkan sanksi. “Sanksi yang sifatnya sosial saya sudah minta Dirjen PHI agar mengumumkan perusahaan-perusahaan yang tidak bayar THR, ” kata Hanif. Selain itu, pihaknya juga akan menyurati instansi-instansi yang terkait dengan pelayanan-pelayanan perusahaan agar menunda pelayanan bagi perusahaan-perusahaan yang diumumkan tidak membayarkan THR itu.[*]

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.