Minggu, Februari 28, 2021

Pola Pengalokasian Anggaran ke Daerah Mesti Diubah

PT. KAI Beri Tarif Promo Bagi Pemudik

PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) memberikan tarif promo khusus bagi pemudik untuk keberangkatan tanggal 7 sampai 27 Juli, dengan memberikan potongan 10 persen...

Ini Dia Bibit Padi Tahan El Nino

Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengembangkan padi amfibi yang toleran terhadap kekeringan dan genangan. Sebelumnya, lembaga ini juga menciptakan varietas unggul padi...

Menhub Elak Batasi Penjualan Tiket

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan pihaknya tidak melakukan pembatasan penjualan tiket kapal laut. Ia menegaskan hanya melakukan pembatasan penumpang berdasarkan kelaikan kapal laut. Ia tetap...

Freeport Tebar Janji lagi

PT Freeport Indonesia menyampaikan komitmennya saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan investasi, membangun smelter dan pertambangan bawah tanah. "Jadi, baru saja presiden menerima...

83DAERAH_TERTINGGAL

Anggaran yang digelontorkan pemerintah kepada masing-masing daerah melalui pola pengalokasian berdasarkan jumlah penduduk disebut tidak tepat. Sebab, bila pemerintah tetap memilih mekanisme demikian, daerah-daerah di Indonesia tidak akan pernah maju secara keseluruhan.

“Pemerintah tidak bisa lagi menerapkan pengalokasian anggaran pembangunan berdasarkan pendekatan jumlah penduduk. Kalau pendekatannya hanya fokus pada jumlah penduduk, maka daerah berpenduduk sedikit tidak akan pernah bisa maju,” kata Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, Faizal Bakri, Jumat (31/7).

Selain itu, kata dia, jika pemerintah masih berasumsi Indonesia bagian barat harus mendapatkan porsi anggaran pembangunan yang lebih besar, lantaran penduduk Indonesia terbanyak di kawasan barat, maka yang terjadi adalah orang akan berbondong-bondong ke Jakarta atau kota-kota besar lainnya.

“Itu dikarenakan di kota-kota maju itu sudah mengalami berbagai kemajuan, karena itu untuk mencari penghidupan mereka akan memilih pindah. Tapi, kalau membangun kota-kota di wilayah timur dan membuka peluang usaha, tentunya akan membuat masyarakat akan betah,” katanya.

Oleh karena itu, menurut Faizal, pemerintah sudah saatnya menerapkan sistem yang berkeadilan. Sistem penganggarannya supaya dipersentasekan tidak lagi 50 banding 50, tetapi bisa 70 banding 30 atau 60 banding 40.

Perbandingan itu, kata Faizal, nantinya jumlah yang lebih besar terutama diperuntukkan bagi wilayah Indnesia bagian timur. Pasalnya, banyak daerah di wilayah tersebut kondisinya kini masih jauh dibandingkan dengan wilayah Indonesia bagian barat.

Dia bercerita, dulu semasa Alex Litaay masih menjadi anggota DPR, ada gerakan mengumpulkan anggota-anggota DPR dari wilayah Indonesia bagian timur. Tujuannya guna menyikapi kebijakan penetapan anggaran pembangunan.

“Jadi, bila alokasi dana dalam APBN untuk wilayah timur dinilai tidak sebanding, maka mereka membuat semacam output untuk tidak menyetujui APBN. Itu yang namanya politik,” ujarnya.

Wilayah Indonesia bagian timur, kata dia, harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Dan sudah saatnya sekarang ini Negara berpaling ke timur. Melakukan pembangunan di sana, sehingga ada kemajuan di daerah tersebut.

“Kunjungan DPR ke daerah ini akan menyerap berbagai aspirasi untuk disampaikan ke pemerintah. Siapa pun presidennya, sudah harus memperhatikan kawasan timur Indonesia agar pembangunan daerahnya bisa mengalami kemajuan pesat,” katanya. [*]

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Generasi Muda di Antara Agama dan Budaya

Oleh: Bernadien Pramudita Tantya K, SMA Santa Ursula Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Indonesia adalah negara yang kaya akan bahasa, budaya,...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.