Senin, April 12, 2021

PMI Buka Pelayanan Kesehatan di 193 Jalur Mudik

Vietnam Dipuji Soal Kemiskinan

Bank Dunia memuji program renovasi ekonomi Vietnam yang meningkatkan produktivitas petani sehingga bisa mengentaskan kemiskinan di negara yang berada di kawasan Asia Tenggara tersebut. "Di...

Lingkar Nagreg Mulai Padat

Arus milir kendaraan di jalur selatan Jawa Barat mulai ramai di kawasan Lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung, menuju Cileunyi, pada Senin. Jalan nasional tersebut merupakan...

Venezuela Tarik Duta Besarnya dari Guyana

Presiden Venezuela, Senin, kemarin mengatakan menarik duta besar untuk Guyana untuk konsultasi, saat sengketa perbatasan di antara kedua negara itu semakin meningkat menyusul temuan...

Pasar Gedebage di Bandung Terbakar

Sekitar 100 kios di Pasar Induk Gedebage Kota Bandung, dini hari tadi sekitar pukul 02.25 WIB hangus terbakar. "Kios yang terbakar itu ada di los...

Ilustrasi: Suasana mudik di pantai utara/ANTARA
Ilustrasi suasana mudik di pantai utara/ANTARA


Palang Merah Indonesia membuka pos pelayanan kesehatan di 193 titik jalur mudik. Pos pelayanan tersebut dibangun guna mengurangi angka kecelakaan saat mudik Lebaran.

Menurut Pelaksana Harian Ketua Umum PMI, Ginandjar Kartasasmita pada Kamis (9/7) di Jakarta, pos pelayanan kesehatan dan ambulans tersebut akan mulai disiagakan H-7 hingga H+7 Lebaran 2015.

Lebih lanjut, Ginandjar juga mengatakan, pos pelayanan kesehatan ini akan melibatkan beberapa personal kesehatan seperti dokter, perawat hingga sukarelawan yang jumlahnya mencapai 5.625 orang. Dalam hal ini, mereka akan membantu melakukan pertolongan pertama pada kasus kecelakaan darurat, konseling kesehatan, promosi kesehatan, hingga sosialisasi keselamatan di jalan raya.

Namun sayang, posko pelayanan tersebut hanya tersebar di pulau Jawa, yakni di titik jalur mudik dari Banten hingga Jawa Tengah. Titik jalur mudik tersebut di antaranya beroperasi di Pelabuhan Merak-Bakauheni, exit pintu Tol Cikampek, pintu Tol Cipali, serta sejumlah titik stasiun dan terminal keberangkatan pemudik yang menggunakan kereta api dan bus, seperti stasiun Gambir, Kota, Terminal Pulo Gadung dan Kampung Rambutan.

Mengenai tingkat angka kecelakaan arus mudik Lebaran, data resmi yang dikeluarkan Mabes Polri menyebutkan bahwa angka kecelakaan pada arus mudik Lebaran pada 2014 mencapai 3.869 kasus dan hampir 70% kasus kecelakaan tersebut melibatkan pengguna sepeda motor.

Sementara, ada beberapa hal yang menjadi faktor terjadinya kecelakaan pada arus mudik Lebaran. Menurut Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di lapangan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Kamis (9/7), faktor manusia adalah faktor yang paling rawan menyebabkan kecelakaan. Menurutnya, hal tersebut dapat terjadi karena ketidakdisiplinan para pengendara.

Kondisi topografi Indonesia yang bergunung dan berlembah juga dikatakan sebagai salah satu faktor penyebab kecelakaan. Selain itu, Badrodin juga menambahkan, faktor kelayakan kendaraan seperti kelayakan ban, rem navigasi, serta kelayakan jalan di jalur mudik juga menjadi faktor penyebab kecelakaan. [*]

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.