Senin, April 12, 2021

Pilpres Diusulkan Gunakan Sistem Electoral Vote

Pemerintah Utamakan Kepentingan Proyek Dibanding Warga Jatigede

Peraturan Presiden tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan Pembangunan Waduk Jatigede tahun 2015 dinilai tidak memiliki masalah secara pinsipial. Sebab dasar dalam penerbitan perpres bukan...

Nelayan Indonesia Langgar Batas Laut Malaysia

Kementerian Kelautan dan Perikanan memulangkan empat orang nelayan asal Batubara, Sumatera Utara, yang ditangkap aparat Malaysia. "Keempatnya ditangkap aparat keamanan laut Malaysia pada tanggal 11...

Seruan PBB untuk Gencatan Senjata Tak Dihormati

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon telah menyampaikan kekecewaannya bahwa gencatan senjata yang direncanakan di Yaman tidak terwujud pada akhir pekan ini. Ia menyeru semua...

Lindungi Anak Dari Tayangan Merusak

Pada tahun 2012, dilaporkan anak-anak Indonesia menonton televisi sampai 5 jam per harinya. Laporan yang diumumkan Komisi Penyiaran Indonesia tersebut tersebut menunjukkan bahwa anak...

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Petugas menyiapkan surat suara dalam simulasi pemungutan dan penghitungan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di halaman Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta Pusat, Selasa (7/4). Simulasi tersebut untuk melihat sejauh mana penerapan Pilkada sesuai UU Nomor 8 Tahun 2015 sekaligus sebagai persiapan untuk Pilkada yang akan digelar pada Desember mendatang/ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Dewan Perwakilan Rakyat mengusulkan pelaksanaan Pemilihan Presiden pada masa yang akan datang depan supaya menggunakan sistem electoral vote atau sistem perwakilan di parlemen. Pasalnya, penggunaan sistem dengan cara demikian diyakini dapat mewakili pilihan seluruh masyarakat.

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Viktor Laiskodat, mengatakan Indonesia telah tiga kali melaksanakan pemilihan presiden secara langsung dengan sistem popular vote. Namun, sistem tersebut ternyata kurang sesuai dengan Pancasila, terutama sila ke-4, karena tak bisa mewakili asas musyawarah.

“Mekanisme Pemilihan Presiden saat ini ditentukan melalui suara terbanyak. Namun, sayangnya suara-suara anak bangsa yang berstatus minoritas masih sulit untuk didengar. Padahal, seharusnya Pemilihan Presiden mampu mengakomodir suara dari seluruh lapisan masyarakat,” kata Viktor di Jakarta, Senin [6/7].

Viktor menjelaskan, agar Pemilihan Presiden menggunakan sistem electoral vote, terlebih dahulu peraturan perundangan yang menjadi landasan hukumnya mesti diubah. Karenanya revisi Undang-undang Pemilihan Presiden diperlukan, namun tentunya dengan tetap mengacu pada prinsip Pancasila.

“Pancasila harusnya menjadi acuaan bagi kita berbangsa dalam demokrasi. Sila keempat terang benderang menyebutkan, demokrasi kita berazas pada musyawarah mufakat. Pilpres tak hanya one man one vote, karena itu kita mendukung sistem electoral vote,” katanya.

Menurut dia, sistem elektoral vote akan lebih membawa keadilan baik dalam sektor politik maupun ekonomi, yang pada akhirnya melalui sistem ini akan membuat seluruh lapisan masyarakat menjadi setara. Tidak hanya bagi mereka yang menjadi mayoritas saja selama ini. Selain itu, opsi ini sebenarnya juga untuk memperkuat sistem tata negara pada tataran pusat dan daerah.

“Walau terdengar baru di Indonesia, tetapi gagasan electoral vote ini menarik untuk dikaji secara akademis dari berbagai disiplin ilmu. Gagasan ini muncul berangkat dari semangat restorasi, demi terwujudnya keadilan politik dan ekonomi,” kata Viktor. “Memang yang kita butuhkan adalah sistem baru yang bisa menjadi perekat bagi seluruh warga negara.” [*]

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.