Jumat, Oktober 30, 2020

Pilkada Serentak Jadi Hari Libur Nasional

Penambahan Elektrifikasi Mampu Tingkatkan Kinerja Ekspor

Aktivitas bongkar muat barang ekspor-impor di Tanjung Priok/ANTARA Program penambahan elektrifikasi nasional yang tengah dilakukan pemerintah disebut dapat meningkatkan kegiatan neraca perdagangan, terutama dari segi...

Pemerintah Abai Keputusan MK Soal Air

Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Hak atas Air Mohammad Reza Sahib menyatakan pemerintah masih kurang menaati keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pembatalan keberlakuan Undang-Undang...

Menteri Yuddy Minta PNS Tidak Bolos

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi meminta gubernur di seluruh Indonesia memastikan kehadiran bupati dan wali kota setelah Lebaran. "Nanti sekretaris menteri...

Alat Berat Proyek Baru Ditarik H-3 Lebaran

Seluruh ruas jalan Trans Kalimatan dipastikan sudah bebas dari pengerjaan dan aktivitas alat proyek pembangunan jalan dan jembatan pada H-3 jelang lebaran 2015. Kepala Dinas...

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Petugas menghitung surat suara dalam simulasi pemungutan dan penghitungan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentakl di halaman Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta Pusat, Selasa (7/4). Simulasi tersebut untuk melihat sejauh mana penerapan Pilkada sesuai UU Nomor 8 Tahun 2015 sekaligus sebagai persiapan untuk Pilkada yang akan digelar pada Desember mendatang/ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memutuskan hari pemungutan suara pemilihan kepala daerah serentak pada 9 Desember mendatang sebagai hari libur nasional.

Tujuannya, agar para pemilih yang merantau di luar daerahnya dapat memberikan hak suaranya pada pemilihan gubernur, bupati dan wali kota di daerah asalnya.

“Saya akan buat surat edaran kalau nanti tanggal 9 Desember itu menjadi hari libur nasional, supaya orang yang kerja di luar daerahnya bisa ikut memberikan suaranya,” kata Tjahjo di Jakarta, Senin.

Menteri Dalam Negeri juga akan menerbitkan surat edaran yang mengatur pembatasan penggunaan fasilitas negara bagi para petahana yang kembali mencalonkan diri dalam pilkada.

“Petahana tidak boleh menggunakan fasilitas negara milik pemda. Oleh karena itu nanti akan ada surat edaran supaya mobil dinas tidak dipakai kampanye, begitu pula terkait netralitas para pegawai negeri sipil (PNS),” katanya.

Penerbitan surat edaran dari Mendagri tersebut menunggu surat keputusan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terkait keterlibatan pegawai negeri sipil dalam pilkada.

Komisi Pemilihan Umum di 269 daerah sejak Minggu, kemarin telah membuka pendaftaran calon kepala daerah.

Pendaftaran dibuka selama tiga hari, hingga Selasa, besok pukul 16.00 di masing-masing daerah.

Di hari pertama pendaftaran, KPU telah menerima berkas syarat pencalonan dari 236 pasangan calon. 178 pasangan di antaranya merupakan calon independen, sedangkan sisanya merupakan pasangan calon dukungan partai politik.

Pilkada serentak rencananya berlangsung di sembilan daerah provinsi, 224 kabupaten dan 36 kota.(Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pemuda dalam Pergerakan Nasional Pandemi Covid-19

Peringatan hari Sumpah Pemuda mempunyai makna yang khusus di masa Covid-19 saat ini. Tak bisa dipungkiri bahwa negara Indonesia adalah salah satu negara yang...

Pilu-Kasih di Medan Aksi

Malam itu menjadi momen yang tak terlupakan. Saya kira, saya hanya akan menghabiskan malam dengan makan atau nongkrong di kafe favorit bersama sang kekasih....

Pendidikan di Era Disrupsi (Catatan Karya Yudi Latif)

Yudi Latif lebih muda 10 tahun dari saya. Dan walau saya, tentunya, lebih awal menulis, Yudi jelas jauh lebih produktif. Dua bulan lalu, saya diminta...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Kelamnya Dunia Politik di Thailand

Apa yang kalian bayangkan tentang negara Thaiand? Ya, negara gajah putih tersebut sangat dikenal dengan keindahannya. Apalagi keindahan pantai yang berada di Krabi dan...

ARTIKEL TERPOPULER

Sandiwara Dibalik Pernikahan Raja Majapahit Bali

Belakangan di Bali ramai pemberitaan mengenai acara pertunangan Raja Majapahit Bali bernama lengkap Abhiseka Ratu Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pendidikan di Era Disrupsi (Catatan Karya Yudi Latif)

Yudi Latif lebih muda 10 tahun dari saya. Dan walau saya, tentunya, lebih awal menulis, Yudi jelas jauh lebih produktif. Dua bulan lalu, saya diminta...

Pemuda, Agama Sipil, dan Masa Depan Indonesia

Sejarah sangat berguna untuk mengetahui dan memahami masa lampau, dalam rangka menatap masa depan, ungkap Ibnu Khaldun (1332-1406 M). Semestinya tidak hanya dibaca sebagai...

Pandangan 2 Mazhab Hukum Terhadap Putusan MA Soal Eks Napi Koruptor

Pertengahan tahun 2018 ini publik dikagetkan dengan hadirnya PKPU No. 20/2018 yang dalam Pasal 4 ayat (3) menyatakan bahwa Pengajuan daftar bakal calon anggota...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.