Kamis, Maret 4, 2021

Pengembangan Energi Baru Terbarukan Jangan Hanya Slogan

Distribusi Raskin Terkendala Surat

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan distribusi beras bagi warga miskin (raskin) di sejumlah wilayah masih rendah, di antaranya termasuk di DKI Jakarta. "Distribusi raskin...

Oprah Keliling Australia

Pesohor televisi yang juga pernah dinobatkan sebagai salah seorang perempuan paling berpengaruh di dunia, Oprah Winfrey, akan menggelar tur di lima kota besar di...

82 Ribu Orang Menyeberang ke Pulau Jawa

Sebanyak 82.534 orang pemudik yang menggunakan jasa Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, telah menyeberang ke Pulau Jawa pada Lebaran 2015. Total penumpang di Bakauheni telah diseberangkan...

Ada Pesta Shakespeare di Los Angeles

Vokalis Weexer, Rivers Cuomo, mengadakan pesta bertema Shakespeare bersama para penggemarnya di Los Angeles. Ajang tersebut digelar untuk mengenang karya-karya pujangga Inggris William Shakespeare,...

Ilustrasi: Kincir angin untuk meruah angin menjadi listrik, alternatif energi terbarukan memanfaatkan energi angin yang ada. Kemudian digabungkan dengan sel surya/WISATAEDUKATIF
Ilustrasi: Kincir angin untuk meruah angin menjadi listrik, alternatif energi terbarukan memanfaatkan energi angin yang ada. Kemudian digabungkan dengan sel surya/WISATAEDUKATIF

Pengembangan energi baru terbarukan dan konservasi energi harus diwujudkan dalam tindakan nyata dan terus-menerus secara konsisten. Jangan sampai pembangunan energi baru terbarukan hanya menjadi slogan belaka.

Hal tersebut di sampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, dalam sambutannya di acara halal bihalal Direktorat Jenderal (Dirjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Jakarta, Kamis (30/7)

Dia menjelaskan, tindakan nyata yang perlu diwujudkan terutama adalah dukungan penuh baik dari segi sumber daya maupun anggaran. Dengan begitu, tujuan untuk membangun energy alternatif ini bisa segera direalisasikan.

“Kalau semua statement tentang kebijakan publik itu kita wujudkan dengan langkah-langkah nyata, maka mesti diberi perhatian. Semua mesti dikerahkan; sumber daya manusia, anggaran dan peraturannya. Saya kira slogan itu pelan-pelan akan menjadi kenyataan,”ujarnya.

“Dan memang salah satu seni dari kebijakan publik itu dimulai dari statement kemudian diikuti dengan langkah-langkahnya,”

Sudirman mengungkapkan, saat ini potensi sumber daya energy baru terbarukan yang dimiliki Indonesia sangat besar. Karena itu, sudah seharusnya hal ini dikembangkan secara optimal. Pembangunan energi baru dan terbarukan serta konservasi energi supaya dilakukan sesegera mungkin.

Itu sebabnya, dalam waktu dekat akan ada aturan-aturan dan upaya lainnya untuk mendorong pembangunan energi terbarukan. Termasuk juga mengatur mengenai investor dengan memberikan ruang gerak bagi mereka, sehingga investasi energy ini lebih bergairah.

Adapun langkah awal, pemerintah akan segera memulai proyek tersebut. Bali merupakan tempat percontohan sebagai pusat pengembangan energi baru dan terbarukan. Nantinya, akan diikuti inisiatif hutan energi di Kalimantan Tengah kemudian beberapa daerah lainnya seperti Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat. [*]

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Idealisme Mati Sejak Mahasiswa, Apa Jadinya Bangsa?

Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Tampaknya sudah sangat sering mahasiswa mendengar slogan perjuangan tersebut. Apalagi mahasiswa dengan cap "organisatoris" dan "aktivis". Organisatoris dan aktivis adalah...

Demitologisasi SO 1 Maret

Menarik bahwa ada kesaksian dari Prof. George Kahin tentang SO 1 Maret 1949. Menurutnya, SO 1 Maret bukanlah serangan balasan pertama dan terbesar dari...

Polwan Yuni Purwanti yang Terjebak Mafia Narkoba

Publik terkejut. Jagad maya pun ribut. Ini gegara Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terciduk tim reserse antinarkoba Polda Jabar....

Stop Provokasi, Pelegalan Miras? Mbahmu!

Lampiran Perpres yang memuat izin investasi miras di daerah tertentu, baru saja dicabut oleh Presiden. Ini disebabkan karena banyak pihak merasa keberatan. Daripada ribut...

Beragama di Era Google, Mencermati Kontradiksi dan Ironi

Review Buku Denny JA, 11 Fakta Era Google: Bergesernya Pemahaman Agama, dari Kebenaran Mutlak Menuju Kekayaan Kultural Milik Bersama, 2021 Fenomena, gejala, dan ekspresi...

ARTIKEL TERPOPULER

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.