Banner Uhamka
Jumat, September 25, 2020
Banner Uhamka

Pemerintah Merevisi Pertumbuhan Ekonomi 2015

Penumpang Kereta Naik 27 Persen

Penumpang kereta api meningkat sekitar 27 persen setiap tahun sejak perbaikan sistem penjualan tiket dan pelayanan kereta yang lebih nyaman, kata seorang pejabat PT...

Dituduh Korupsi, PM Malaysia Akan Gugat “Wall Street Journal”

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak memerintahkan pengacaranya mempertimbangkan langkah hukum terhadap harian Wall Street Journal, yang memberitakan dugaan korupsi dana dari utang negara 1MDB...

Polri Periksa Dua Pejabat Komisi Yudisial

Hari ini, penyidik Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia memeriksa Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki dan anggota KY Taufiqurrohman Syahuri sebagai tersangka pencemaran nama...

OJK: Bank Mesti Hati-hati Sikapi Pelonggaran Uang Muka Kredit

Otoritas Jasa Keuangan meminta perbankan tetap berhati-hati, menyusul dikeluarkannya kebijakan Bank Indonesia mengenai ketentuan pelonggaran besaran nilai uang muka kredit. Sebab, jika perbankan tidak...

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (kiri), didampingi  Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil (tengah), dan Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan), memberi keterangan pers seusai menghadiri rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/03)/ANTARA FOTO/Ismar Patrizki
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (kiri), didampingi Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil (tengah), dan Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan), memberi keterangan pers seusai menghadiri rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/03)/ANTARA FOTO/Ismar Patrizki

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyatakan merevisi target pertumbuhan ekonomi 2015. Sebelumnya pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,4% hingga 5,8%. Namun seiring berjalannya waktu, di tengah tahun pemerintah menurunkannya menjadi 5,2%.

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, mengatakan diubahnya target pertumbuhan ekonomi tentu ada alasannya. Pemerintah merasa pesimis mengejar target pertumbuhan ekonomi yang sudah ditetapkan sebelumnya pada tahun ini. Mengingat kondisi perekonomian saat ini dirasa tidak memungkinkan untuk mencapai target tersebut.

“Keadaan demikian memaksa pemerintah harus bersikap realistis dengan memangkas target pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 5,2%. Itu berdasarkan kondisi terakhir,” kata Bambang dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen Jakarta, kemarin.

Menurut dia, dipangkasnya target pertumbuhan ekonomi nasional menjadi hal yang wajar. Sebab, ini terjadi tidak hanya di Indonesia, melainkan juga dialami oleh negara-negara lainnya. Bahkan lembaga keuangan dunia seperti International Monetary Fund telah merevisi pertumbuhan ekonomi dunia.

“Wajar kiranya kalau kami (pemerintah) merevisi pertumbuhan ekonomi. Pemerintah memang mencari yang paling realistis untuk bisa dicapai,” katanya.

Meski demikian, kata Bambang, target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% masih tinggi. Itu didasari karena kisaran belanja modal pada semester II akan lebih tinggi mencapai 87 hingga 90%. Dengan belanja modal pemerintah tersebut tentunya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, dia menambahkan, dari sektor inevestasi diperkirakan juga masih bisa diandalkan. Karena hingga saat ini kondisinya masih menarik, meski jika dilihat laju investasi di dunia global saat ini memang agak tersendat. Karena itu, hal inilah yang semestinya dimanfaatkan.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan, sementara dari sektor perdagangan ekspor, pemerintah tidak bisa banyak berharap. Sebab, harga komoditas di pasar global saat ini masih terpuruk. Terlebih itu dialami oleh komoditas-komoditas yang menjadi andalan ekpor Indonesia seperti minyak kelapa sawit dan batu bara.

“Ekspor kita agak sulit diharapkan. Harga komoditas saat ini kondisinya terus anjlok. Dan tidak akan bisa naik kalau harga minyak tidak seperti sekarang ini,” ujarnya. [*]

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Opsi Menunda atau Melanjutkan Pilkada

Perhelatan akbar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 akan bergulir. Pilkada yang sejak era reformasi pasca amandemen UUD 1945 telah memberi ruang...

Peran Civil Society dalam Perang Melawan Wabah

Perkembangan wabah korona semakin mengkhawatirkan. Epidemiologi Pandu Riono menyebut puncak kasus Covid-19 di Indonesia baru mencapai puncak pada awal semester pertama hingga pertengahan tahun...

Erick Ingin Kerja, Mereka Malah Menganggu!

Akhir-akhir ini, ada gerombolan oknum-oknum yang ingin memaksakan kehendak untuk mengisi kursi-kursi komisaris. Ketika keinginan itu tak tercapai, mereka secara sistematis dan masif melakukan...

Menjarah Mahkota Kemuliaan MK

Revisi Undang-Undang Mahkamah Konstitusi yang disahkan pada 1 September lalu menjadi hadiah sekaligus menjadi dilema bagi kesembilan hakim konstitusi di usianya yang ketujuh belas...

Memahami Kembali Pandemi Covid-19

Wabah Covid-19 yang disebabkan virus corona jenis baru telah memasuki bulan ke-6 sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Per tulisan ini...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.