Senin, April 12, 2021

Pelaku Pelecehan Bebas, Ibu Korban Geram

Pemerintah Juga Harus Bersikap Tegas Kepada PT Freeport

Pemerintah diminta bersikap tegas kepada perusahaan pertambangan baik di sektor minyak dan gas (migas) maupun mineral dan batu bara (minerba) untuk tidak memperpanjang masa...

Pemerintah Abai Soal Keluhan Warga Jatigede

Aliansi Gerakan Reforma Agraria menyatakan penggenangan Waduk Jatigede oleh pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla merupakan tindakan sewenang-wenang. Kesewenangan itu diperlihat dengan tidak ditindaklanjuti 12 ribu...

Macet Terjadi di Sejumlah Tol Menuju Jakarta

Hari ini, arus balik Lebaran di jalan Tol Cipularang atau Purbaleunyi wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, padat. Akibatnya, kemacetan panjang terjadi sebelum memasuki gerbang tol...

Ini Aksi Iran Setelah Sanksi Dicabut

Iran akan meningkatkan produksi minyak mentah ke tingkat signifikan setelah sanksi Barat terhadap industri minyak Iran dicabut sesuai dengan kesepakatan nuklir baru-baru ini. "Kami akan...

Ilustrasi: Anak korban kekerasan/NU.NL
Ilustrasi: Anak korban kekerasan/NU.NL

Ibu korban pelecehan seksual di Pendidikan Anak Usia Dini Saint Monica Sunter, BL, mengaku sangat kecewa dengan keputusan hakim yang menjatuhkan vonis bebas terdakwa pencabulan terhadap putrinya, 3,5 tahun.

Majelis Hakim, Oka Diputra, memutuskan oknum guru Saint Monica, Hariyanti, yang menjadi terdakwa pencabulan tidak bersalah. Majelis Hakim menyebut terdakwa tidak terbukti secara sah melakukan tindak pidana. Sampai saat ini, L, masih mengalami trauma dan tidak mau ke sekolah. “Saya akan sekuat tenaga, memperjuangkan keadilan bagi anak saya,” katanya menangapi keputusan hakim di Jakarta, Rabu.

Kuasa hukum korban, Didit Wijanarko, mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan langkah hukum berikutnya. “Kasus ini tidak berbicara mengenai keterlambatan bicara, tapi fakta yang ada anak tersebut mengalami pelecehan seksual,” katanya.

Kasus tersebut bermula dari pengakuan L yang mengaku kepada sang ibu jika bagian duburnya ditusuk jari oleh guru tari. Kekerasan tersebut terjadi saat sedang mengikuti ekstrakurikuler tari yang dilaksanakan di sekolah. Hasil visum hasil visum yang dikeluarkan oleh pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menunjukkan bahwa memang pada dubur sang anak terdapat luka lecet akibat dimasukan benda tumpul.(ANTARA)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.