Rabu, April 14, 2021

Pekerja Berpenghasilan Di Bawah 3 Juta Tidak Terkena Pajak

Garuda Indonesia Tak Buka Pelayanan Hari Ini

PT Garuda Indonesia (persero) tak membuka pelayanan penerbangan menuju bandara Internasional Ngurai Rai bali, menyusul penutupan bandara tersebut dari segala aktivitas penerbangan. Penutupan tersebut...

Sengkarut Bisnis dan Nasionalisme di Blok Mahakam

Oleh Lutfi Anshori, Reza Ramadhan, Surya Kusuma Isu nasionalisme gagal mengusir investor asing dari Blok Mahakam. Pertamina “hanya” kebagian 70 persen saham di Blok Mahakam, dibagi...

Pemerintah Tak Punya Celah Perpanjang Kontrak PT Freeport

PT Freeport Indonesia terus mendesak Pemerintah untuk segera memberi kepastian keberlanjutan perpanjangan kontrak. Pasalnya, kontrak kerja perusahaan tersebut akan habis pada 2021. Adapun pemerintah...

Setelah Kesepakatan Nuklir, Menlu Italia Akan ke Iran

Menteri Luar Negeri Italia Paolo Gentiloni akan ke Iran pada 4 dan 5 Agustus. Ini merupakan perjalanan pejabat tingkat tinggi terkini ke Iran setelah...

Ilustrasi: Seorang karyawan sedang menghitung uang Tunjangan Hari Raya yang didapat dari perusahaan tempatnya bekerja/ANTARA
Ilustrasi: Seorang karyawan sedang menghitung uang Tunjangan Hari Raya yang didapat dari perusahaan tempatnya bekerja/ANTARA

Mulai 1 Juli 2015, pekerja dengan penghasilan di bawah Rp 36 juta per tahun atau Rp 3 juta per bulan tidak lagi terkena pajak. Hal ini sesuai dengan keputusan dalam Peraturan Keuangan (PMK) mengenai perubahan pendapatan tidak kena pajak (PTKP).

PTKP ini mengalami kenaikan dari yang sebelumnya Rp 24,3 juta per tahun. Adapun, 3 pertimbangan dalam kenaikan PTKP ini yakni karena adanya perlambatan ekonomi, untuk menaikan daya beli masyarakat dan menyesuaikan dengan kenaikan upah minimum.

Melalui perubahan ini, pegawai yang gajinya per bulan sebesar Rp 3 juta atau kurang, tidak akan lagi dikenakan pajak. Sebagai contoh, jika ada pegawai perusahaan yang gajinya Rp 2,5 juta per bulan, maka pegawai tersebut tidak lagi dikenakan pajak. Artinya, pegawai ini dapat lebih menghemat setiap tahunnya karena tidak terkena wajib bayar pajak.

Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun melalui keterangan persnya, turut mendukung langkah pemerintah untuk menaikkan PTKP ini. Menurutnya, rencana tersebut dapat membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah untuk lebih banyak berbelanja, dibandingkan membayar pajak. Tidak hanya itu, hal ini juga dikatakan akan bermanfaat untuk meningkatkan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan lapangan kerja.

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro di Kementerian Keuangan, Jumat (26/6) juga menyatakan bahwa kenaikan PTKP ini dapat menyumbang pertumbuhan ekonomi sebesar 0,09%, konsumsi rumah tangga sebesar 0,07%, investasi sebesai 0,19% serta inflasi sebesar 0,04%.

Sementara, Kepala Bidang Penyuluhan Pelayanan dan Humas (P2Humas) Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta, Ayu Norita Wuryansari mengatakan, kenaikan PTKP ini dapat menaikkan Pajak Pertambahan Nilai saat berbelanja. Namun, kenaikan PTKP ini juga dapat berimbas pada penurunan penerimaaan pajak penghasilan, apalagi jika kebijakannya nanti berlaku surut.

Sebelumnya, pemerintah juga telah berencana untuk menghapus pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk peralatan elektronik, rumah tangga, hingga tas dan pakaian merek terkenal. Aturan tersebut dibuat agar mendorong konsumsi masyarakat dan akan mulai diberlakukan pada 8 Juli 2015. [*]

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menolak lupa: Seputar Perjalanan Covid-19 di Indonesia

Tidak terasa kasus pandemi Covid-19 di Indonesia hampir berusia 1 tahun. Apabila kita ibaratkan sebagai manusia, tentu pada usia tersebut belum bisa berbuat banyak,...

Eren Yeager, Kesadaran dan Kebebasan

Pemberitahuan: esai ini terdapat cuplikan cerita Attack on Titan (AoT) episode 73. Pada musim akhir seri AoT, Eren Yeager tampil dengan kondisi mental yang jauh lebih...

Dibalik Kunjungan Paus Fransiskus ke Timur Tengah

  Tak dapat disangkal kekristenan bertumbuh dan berkembang dari Timur Tengah. Sebut saja, antara abad 1-3 masehi, kekristenan praktisnya berkembang pesat di sekitar wilayah Asia...

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Peranan Terbesar Manajemen Dalam Bisnis Perhotelan

Melihat fenomena sekarang ini mengenai bisnis pariwisata di Indonesia yang terus tumbuh sesuai dengan anggapan positif dunia atas stabilnya keamanan di Indonesia mendorong tumbuhnya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.