Selasa, Desember 1, 2020

MPR Minta Presiden Bentuk Tim Independen Soal Tolikara

Pemimpin Oposisi Yunani Mundur

Pemimpin oposisi konservatif Yunani Antonis Samaras, Minggu kemarin mengumumkan pengunduran dirinya setelah negara itu memutuskan untuk menolak penghematan lebih lanjut dalam referendum. "Saya mengerti bahwa...

Pasar Gedebage di Bandung Terbakar

Sekitar 100 kios di Pasar Induk Gedebage Kota Bandung, dini hari tadi sekitar pukul 02.25 WIB hangus terbakar. "Kios yang terbakar itu ada di los...

Kemenkes Siagakan Ribuan Pos Kesehatan di Sepanjang Jalur Mudik Lebaran

Setiap tahun, Kementerian Kesehatan di seluruh Tanah Air selalu melakukan kegiatan kesiapsiagaan bidang kesehatan menjelang hari Raya Idul Fitri/lebaran.  Ini diakukan pada fasilitas kesehatan...

Polri Periksa Dua Pejabat Komisi Yudisial

Hari ini, penyidik Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia memeriksa Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki dan anggota KY Taufiqurrohman Syahuri sebagai tersangka pencemaran nama...

gedung dpr senayan
Ilustrasi gedung DPR/dpr.go.id

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dari Papua, Mervin Komber, meminta Presiden Joko Widodo membentuk tim independen untuk menyelesaikan konflik di Karubaga Kabupaten Tolikara Papua.

“Konflik Karubaga Tolikara harus ditangani serius sehingga tidak terulang kembali di masa-masa yang akan datang,” kata Mervin Komber di Manokwari, Senin (20/7).

Dia sangat menyayangkan peristiwa Karubaga Tolikara tersebut, sebab telah mencoreng citra kerukunan antarumat beragama di Tanah Papua. Menurutnya, kasus tersebut belum pernah terjadi.

“Kami minta agar Presiden membentuk tim yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat serta pihak-pihak terkait di tingkat nasional untuk menyelesaikan konflik Karubaga Papua,” katanya seperti dikutip Antara.

Menurut Mervin, konflik Karubaga Tolikara Papua itu tidak bisa diselesaikan oleh tokoh agama, tokoh masyarakat serta pihak-pihak di tingkat daerah saja, tetapi harus juga tingkat nasional agar peristiwa itu tidak meluas ke daerah lain.

Selain itu, dia meminta kepada kepolisian untuk menindak tegas sesuai aturan hukum bagi para pelaku dan oknum-oknum yang menyebabkan konflik di Karubaga, Tolikara Papua.

“Konflik itu juga menunjukkan bahwa fungsi intelijen di negara ini masih lemah, mengingat dilihat kronologi kejadian potensi konflik sudah ada namun tidak dapat diatasi dengan baik sebelumnya,” kata Mervin.[*]

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pay It Forward Merespon Dampak Pandemi Covid-19

Sinopsis Film Pay It Forward Pay It Forward merupakan sebuah film asal Amerika Serikat yang sarat pesan moral. Film ini dirilis pada tahun 2000, yang...

Senyum Ekonomi di Tengah Pandemi

Pandemi tak selamanya menyuguhkan berita sedih. Setidaknya, itulah yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Berita apa itu? Sri Mulyani, menyatakan, kondisi ekonomi Indonesia tidak terlalu...

Dubes Wahid dan Jejak Praktek Oksidentalisme Diplomat Indonesia

Pada 5 Oktober 2000 di Canberra dalam forum Australian Political Science Association, pakar teori HI terkemuka Inggris, Prof. Steve Smith berpidato dengan judul, “The...

Gejala ‌Depresi‌ ‌Selama‌ ‌Pandemi‌ ‌Hingga‌ ‌Risiko‌ Bunuh Diri

Kesehatan mental seringkali diabaikan dan tidak menjadi prioritas utama seseorang dalam memperhatikan hal yang di rasakannya. sementara, pada kenyataannya kesehatan mental sangat mempengaruhi banyak...

Eksistensi dari Makna Ujaran Bahasa Gaul di Media Sosial

Bahasa Gaul kini menjadi tren anak muda dalam melakukan interaksi sosial di media sosialnya baik Instagram, facebook, whats app, twitter, line, game online dan...

ARTIKEL TERPOPULER

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.