Banner Uhamka
Senin, September 21, 2020
Banner Uhamka

Menangkal Urbanisasi Usai Lebaran

Yunani: Didukung Rakyat, Ditekan Dunia

Presiden Prancis Francois Hollande dan Kanselir Jerman Angela Merkel melunak atas sikap sebelumnya dengan mengatakan masih membuka pintu negosiasi kembali terkait perundingan utang dengan...

KPU Tetap Laksanakan Pilkada Meski Ada Temuan BPK

Komisi Pemilihan Umum mengapresiasi atas terobosan Badan Pemeriksa Keuangan dalam mengawal proses pelaksanaan pemilihahan kepala daerah serentak yang berkualitas. Akan tetapi, pelaksanaan pilkada serentak...

Penyebab Pelanggaran HAM Sering Terjadi

Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan menilai masih sering terjadinya pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan pihak kepolisian dalam proses penangkapan dan...

Pemerintah Bayar Lahan Warga Jatigede dengan Paksaan

Pemerintah Jokowi melakukan sosialisasi pemberkasan pembayaran lahan warga Jatigede dengan cara pemaksaan. Hal itu terlihat dari pengerahan aparat kepolisian dan TNI dalam sosialisasi pemberkasan. Rahmat...

urbanisasi arus mudik pedesaan
Pemudik arus balik menggunakan roda dua antre membeli tiket di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, (23/7). Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry sebanyak 405.602 pemudik telah kembali dari Sumatera ke Jawa atau 63 persen dari 647.800 orang pada saat arus mudik, baik penumpang pejalan kaki maupun dalam kendaraan.‎ ANTARA FOTO/Kristian Ali/ss/foc/15.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengimbau masyarakat tidak melakukan urbanisasi pasca-Lebaran 2015.

Marwan di Jakarta, Kamis, mengatakan momentum mudik Lebaran biasanya akan diiringi dengan membludaknya arus urbanisasi. Banyak para pemudik yang membawa kerabatnya untuk mencari pekerjaan di kota.

Karena itu, guna menanggapi fenomena yang biasa terjadi setiap tahun tersebut, ia menghimbau kepada masyarakat desa untuk tidak ikut berbondong-bondong ke kota. “Dengan adanya perhatian serius yang dilakukan pemerintah terhadap desa, saya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih memaksimalkan potensi desa dan mengembangkan ekonomi perdesaan”.

Menurut dia, perputaran ekonomi perdesaan tidak akan kalah dengan ekonomi perkotaan. Apalagi, desa saat ini diberi kewenangan untuk mengembangkan potensi ekonomi dan mendapatkan dana desa dari pemerintah.

“Tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkan peluang yang ada di desa. Entah dengan membuat ekonomi kreatif, BUMDes, ataupun mengembangkan desa wisata,” ujarnya.

Jika potensi ekonomi perdesaan sudah tertata, ia meyakini peredaran uang dan investasi tidak akan menumpuk di kota-kota besar, akan tetapi juga akan tersebar ke daerah-daerah dan desa-desa.

“Dengan adanya investasi yang merata, maka akan tercipta beberapa lapangan kerja yang merata hingga ke daerah. Sehingga arus perputaran uang tidak hanya terpusat di satu titik saja,” katanya.

Pilihan masyarakat untuk berbondong-bondong pergi ke kota karena adanya keterbatasan dalam mencari mata pencaharian di desa. Oleh karena itu, ia menyarankan agar dana desa benar-benar dimaksimalkan untuk penguatan ekonomi perdesaan.

“Salah satunya dengan BUMDes, yang nantinya diharapkan bisa mengangkat produktivitas masyarakat desa dan membuka lapangan kerja baru,” ujar dia.

Ia lantas mencontohkan beberapa daerah yang berhasil meningkatkan produktivitas masyarakat perdesaan melalui BUMDes. “Contohnya di salah satu di Bogor yang berhasil memanfaatkan BUMDes untuk meningkatkan produktifitas ekonomi perdesaan dengan  memproduksi ikan lele, gurame, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya”.

BUMDes, lanjutnya, sebagai salah satu wadah penguatan ekonomi perdesaan diharapkan tidak hanya bertumpu pada modal material akan tetapi juga modal sosial. Sehingga Gerakan Civil Society yang berbau ekonomi kedepan bisa menekan arus urbanisasi.

Sebagai informasi, pada 2014 Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat arus perpindahan penduduk dari desa ke kota mencapai 1,061.745 juta jiwa. Jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 55 ribu orang dibandingkan pada tahun 2013, yang mencapai 1.006.745 orang.

Sedangkan untuk 2015 diperkirakan ada sekitar 60 juta hingga 70 juta penduduk akan melakukan urbanisasi ke kota.

Puncak arus balik hari raya Idul Fitri 1436 Hijriyah di Bandara Halim Perdanakusuma naik sekitar 30 persen dibanding tahun lalu dengan adanya penambahan penerbangan “extra flight”.

“Jumlah kedatangan tahun ini pada puncak arus balik diperkirakan mencapai sekitar 5.000 penumpang sedangkan tahun lalu hanya 3.500 penumpang, namun kenaikan ini normal karena Citilink menambah jadwal penerbangan,” kata petugas posko Lebaran Bandara Halim Perdanakusuma, Rangga Ranca do Jakarta, Kamis.

Dari data Angkasa Pura II, jumlah kedatangan penumpang pada puncak arus balik H+3 Lebaran mencapai 5.984 orang dengan total 44 penerbangan, sedangkan tahun lalu hanya mencapai 3.686 penumpang dengan total 26 penerbangan. Jumlah slot penerbangan di Halim seluruhnya sebanyak 32 penerbangan yang terdiri dari 26 penerbangan dari Citilink dan 6 dari Batik Air.

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Komunis Pertama dalam Tubuh Organisasi Islam Di Indonesia

Pada tahun 1913 H. J. F. M. Sneevliet (1883-1942) tiba di Indonesia. Dia memulai karirnya sebagai seorang pengamut mistik Katolik tetapi kemudian beralih ke...

Berperang Melawan Infodemi

Menurut (Eshet-Alkalai, 2004) ruang maya atau cyberspace bukan hanya desa global atau global village melainkan hutan belantara yang lebat dengan segala informasi. Informasi tersebut bisa jadi...

Religion in Academic Study; An Introduction

"Religion" in relation to ritual practice became an item in an inventory of cultural topics that could be presented either ethnographically in terms of...

Optimisme di Tengah Ketidakbersatuan ASEAN

Optimisme ASEAN yang memasuki usia 53 tahun pada 8 Agustus lalu harus dihadapkan pada kenyataan pahit dan diliputi keprihatinan. Negara-negara anggota ASEAN dipaksa atau...

Investasi dalam Bidang SDA dan Agenda Neoliberal

Hari telah menuju sore, dengan wajah yang elok Presiden Joko Widodo membacakan naskah pidatonya saat dilantik untuk kedua kalinya pada tahun 2019 lalu. Sepenggal...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.