Minggu, Februari 28, 2021

AS Bebaskan Tarif Impor Perikanan Indonesia

Obama Minta Ukraina Penuhi Komitmen kepada IMF

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mendorong Ukraina untuk melakukan reformasi ekonomi untuk memenuhi komitmennya terhadap Dana Keuangan Internasional (IMF) dan peminjam global lainnya. Selama pertemuan...

THR Wajib Dibayarkan 1 Minggu Sebelum Lebaran

Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 7 tahun 2015 tentang Pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan dan Himbuan Mudik Lebaran Bersama....

Remisi bagi Koruptor

*Oleh Hifdzil Alim Satu semester memerintah, pemerintahan Presiden Joko Widodo menunjukkan pentas kekuasaan yang kurang menyentuh harapan rakyat. Berbagai rumusan kebijakannya cenderung dianggap bertentangan dengan...

Mendagri Pastikan Pilkada Serentak Sesuai Rencana

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak pada Desember nanti berlangsung sesuai jadwal. "Kita siap kok. Pengamanan siap," kata Tjahjo kepada...

Dua nelayan mengangkat ikan tongkol hasil tangkapan seusai melaut di Pasir Nan Tigo, Padang, Sumatera Barat, Selasa (16/6). Para nelayan di wilayah itu mengaku mampu mendapatkan 10 hingga 15 keranjang ikan tongkol dengan harga jual Rp400.000 hingga Rp500.000 per keranjang. ANTARA FOTO/Maril Gafur
Dua nelayan mengangkat ikan tongkol hasil tangkapan seusai melaut di Pasir Nan Tigo, Padang, Sumatera Barat, Selasa (16/6). Para nelayan di wilayah itu mengaku mampu mendapatkan 10 hingga 15 keranjang ikan tongkol dengan harga jual Rp400.000 hingga Rp500.000 per keranjang. ANTARA FOTO/Maril Gafur

Kementerian kelautan dan Perikanan berhasil membebaskan tarif impor produk perikanan Indonesia yang masuk ke pasar Amerika Serikat. Keberhasilan itu karena kecerewetan Menteri Susi Pudjiastuti sehingga tidak perlu mengirim delegasi berkali-kali ke AS.

Tak hanya itu, Susi akan melakukan hal serupa ke negara-negara Eropa. “Saya akan panas-panasi dubes negar Uni Eropa, sebab AS saja sudah bebaskan tarif masuk,” kata Susi di KKP, Jakarta, Jumat [31/7].

Dia mengatakan, bahwa caranya cerewet itu perlu. Akan tetapi di masa depan dia pastikan kecerewetannya itu akan lebih bermanafaat lagi untuk kepentingan nasional.

Sebelumnya, KKP menyatakan sektor perikanan Indonesia mendapatkan angin segar dari kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menawarkan skema perlakuan istimewa terhadap komoditas perikanan.

“Di tengah situasi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan, sektor perikanan Indonesia mendapatkan angin segar untuk ekspor ke pasar Amerika Serikat,” kata Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan KKP Saut Hutagalung.

Menurut dia, angin segar tersebut setelah Presiden Barack Obama dengan persetujuan Senat AS menandatangani pembaharuan dan perpanjangan skema Generalized System of Preference (GSP), Senin (27/7).

Dia menjelaskan, GSP merupakan skema khusus dari negara-negara maju yang menawarkan perlakuan istimewa non-timbal balik seperti tarif rendah atau nol kepada impor produk yang berasal dari negara-negara berkembang. “Indonesia termasuk yang mendapatkan fasilitas GSP,” kata Saut Hutagalung.

Skema tersebut, lanjutnya, sempat terhenti sejak tahun 2013 karena tidak mendapatkan persetujuan Senat AS. Namun dengan kebijakan baru Obama ini, skema GSP kembali akan mulai berlaku mulai 29 Juli 2015 hingga 31 Desember 2017.

“Hal ini akan menjadi peluang yang sangat baik bagi eksportir perikanan Indonesia. Sebab melalui skema tersebut sejumlah produk perikanan Indonesia, seperti kepiting beku, ikan sardin, daging kodok, ikan kaleng, lobster olahan, rajungan dan dibebaskan dari tarif bea masuk,” katanya seperti dikutip Antara.

Seperti diketahui, empat tahun terakhir nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke AS terus menunjukkan peningkatan, yaitu 1,07 miliar dolar AS tahun 2011, 1,15 miliar dolar AS tahun 2012, 1,33 miliar dolar AS tahun 2013 dan 1,84 miliar dolar AS tahun 2014. Tahun ini, KKP menargetkan ekspor perikanan dapat menembus 5 miliar dola AS.[*]

Facebook Comment

1 KOMENTAR

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Generasi Muda di Antara Agama dan Budaya

Oleh: Bernadien Pramudita Tantya K, SMA Santa Ursula Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Indonesia adalah negara yang kaya akan bahasa, budaya,...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.