Jumat, Januari 22, 2021

AS Bebaskan Tarif Impor Perikanan Indonesia

Berburu Ta'jil di Pasar Benhil

Pasar Benhil selalu jadi salah satu tempat berburu makanan yang ramai dikunjungi saat bulan Ramadhan. Panganan yang dijajakan pun sangat beragam, dari mulai yang...

BPK Temukan 70 Penyimpangan di Laporan Keuangan Pemprov DKI

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap bahwa adanya 70 temuan dugaan penyimpangan dalam laporan keuangan Provinsi DKI Jakarta tahun 2014. Hal tersebut terungkap dalam rapat...

Kepala BIN Berjanji Akan Libatkan Partisipasi Warga

Kepala Badan Intelijen Negara Letjen (Purn) Sutiyoso menegaskan akan memperkuat kemampuan intelijen antara lain mendorong kerja intelijen semakin profesional dan tangguh. "Pastinya dalam waktu dekat...

Inilah Ancaman Kesehatan bagi Pemudik Bermotor

Mudik merupakan sebuah tradisi pada Hari Raya Lebaran yang selalu dilakukan tiap tahunnya. Keadaan macet yang selalu dilalui ketika mudik serta jarak beratus-ratus kilometer yang...

Dua nelayan mengangkat ikan tongkol hasil tangkapan seusai melaut di Pasir Nan Tigo, Padang, Sumatera Barat, Selasa (16/6). Para nelayan di wilayah itu mengaku mampu mendapatkan 10 hingga 15 keranjang ikan tongkol dengan harga jual Rp400.000 hingga Rp500.000 per keranjang. ANTARA FOTO/Maril Gafur
Dua nelayan mengangkat ikan tongkol hasil tangkapan seusai melaut di Pasir Nan Tigo, Padang, Sumatera Barat, Selasa (16/6). Para nelayan di wilayah itu mengaku mampu mendapatkan 10 hingga 15 keranjang ikan tongkol dengan harga jual Rp400.000 hingga Rp500.000 per keranjang. ANTARA FOTO/Maril Gafur

Kementerian kelautan dan Perikanan berhasil membebaskan tarif impor produk perikanan Indonesia yang masuk ke pasar Amerika Serikat. Keberhasilan itu karena kecerewetan Menteri Susi Pudjiastuti sehingga tidak perlu mengirim delegasi berkali-kali ke AS.

Tak hanya itu, Susi akan melakukan hal serupa ke negara-negara Eropa. “Saya akan panas-panasi dubes negar Uni Eropa, sebab AS saja sudah bebaskan tarif masuk,” kata Susi di KKP, Jakarta, Jumat [31/7].

Dia mengatakan, bahwa caranya cerewet itu perlu. Akan tetapi di masa depan dia pastikan kecerewetannya itu akan lebih bermanafaat lagi untuk kepentingan nasional.

Sebelumnya, KKP menyatakan sektor perikanan Indonesia mendapatkan angin segar dari kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menawarkan skema perlakuan istimewa terhadap komoditas perikanan.

“Di tengah situasi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan, sektor perikanan Indonesia mendapatkan angin segar untuk ekspor ke pasar Amerika Serikat,” kata Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan KKP Saut Hutagalung.

Menurut dia, angin segar tersebut setelah Presiden Barack Obama dengan persetujuan Senat AS menandatangani pembaharuan dan perpanjangan skema Generalized System of Preference (GSP), Senin (27/7).

Dia menjelaskan, GSP merupakan skema khusus dari negara-negara maju yang menawarkan perlakuan istimewa non-timbal balik seperti tarif rendah atau nol kepada impor produk yang berasal dari negara-negara berkembang. “Indonesia termasuk yang mendapatkan fasilitas GSP,” kata Saut Hutagalung.

Skema tersebut, lanjutnya, sempat terhenti sejak tahun 2013 karena tidak mendapatkan persetujuan Senat AS. Namun dengan kebijakan baru Obama ini, skema GSP kembali akan mulai berlaku mulai 29 Juli 2015 hingga 31 Desember 2017.

“Hal ini akan menjadi peluang yang sangat baik bagi eksportir perikanan Indonesia. Sebab melalui skema tersebut sejumlah produk perikanan Indonesia, seperti kepiting beku, ikan sardin, daging kodok, ikan kaleng, lobster olahan, rajungan dan dibebaskan dari tarif bea masuk,” katanya seperti dikutip Antara.

Seperti diketahui, empat tahun terakhir nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke AS terus menunjukkan peningkatan, yaitu 1,07 miliar dolar AS tahun 2011, 1,15 miliar dolar AS tahun 2012, 1,33 miliar dolar AS tahun 2013 dan 1,84 miliar dolar AS tahun 2014. Tahun ini, KKP menargetkan ekspor perikanan dapat menembus 5 miliar dola AS.[*]

Facebook Comment

1 KOMENTAR

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Proyeksi OPEC, Konsumsi Migas Dunia akan Meningkat

Senin (18/1) penulis berkesempatan untuk memberikan kuliah umum secara daring dengan adik-adik di Politeknik Akamigas Cepu, Jawa Tengah. Maraknya pemberitaan mengenai kendaraan listrik dan...

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

Apa Itu Teo Demokrasi dan Nasionalisme?

Apa itu Konsep Teo Demokrasi? Teo demokrasi terdiri dari gabungan kata yaitu teologi yang berarti agama dan demokrasi yang terdiri dari kata demos berarti rakyat dan...

Menilik Superioritas Ras dalam Film Imperium

Film Imperium yang ditulis dan disutradarai oleh Daniel Ragussis adalah sebuah film thriller yang menampilkan usaha seorang karakter utama yang mencoba untuk “masuk” ke...

ARTIKEL TERPOPULER

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.