Rabu, Oktober 28, 2020

Kementerian Perdagangan Memperketat Aturan Pakaian Bekas Impor

Ini Alasan Ombudsman Tunda Larangan Cantrang

Ombudsman Republik Indonesia mengeluarkan rekomendasi penundaan larangan alat tangkap cantrang yang semula ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Firman Soebagyo, anggota Komisi Perikanan DPR RI mengatakan...

Go-Jek Legal Jika Fokus Pada Angkutan Barang

Keberadaan Go-Jek hingga kini masih dianggap ilegal. Pasalnya, pemanfaatan sepeda motor untuk angkutan umum dilarang pemerintah sesuai Keputusan Menteri tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang di...

Hadapi Lebaran, PMI Buka 219 Pos

Palang Merah Indonesia menyiapkan pos pelayanan kesehatan dan ambulans di 219 titik untuk membantu pelayanan di masa mudik Lebaran 2015, sejak 10 hingga 24...

Angka Kecelakaan Pemudik Diharapkan Berkurang

Jumlah pemudik yang akan keluar dari Jabodetabek dipastikan akan meningkat dari tahun sebelumnya. Dengan adanya peningkatan jumlah pemudik secara keseluruhan, dinas perhubungan dan pihak...

Ilustrasi sejumlah calon pembeli melihat pakaian bekas impor di Pasar Senen, Jakarta, Minggu (1/2). Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak membeli pakaian bekas impor karena dari hasil uji laboratorium pada sampel pakaian bekas impor tersebut terdapat  berbagai bakteri yang bisa membuat kulit gatal-gatal sampai terkena penyakit saluran kelamin/ANTARA FOTO/Rosa Panggabean
Ilustrasi sejumlah calon pembeli melihat pakaian bekas impor di Pasar Senen, Jakarta, Minggu (1/2). Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak membeli pakaian bekas impor karena dari hasil uji laboratorium pada sampel pakaian bekas impor tersebut terdapat berbagai bakteri yang bisa membuat kulit gatal-gatal sampai terkena penyakit saluran kelamin/ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

Kementerian Perdagangan sedang menyiapkan peraturan presiden mengenai pakaian bekas impor yang akan dimasukkan ke dalam daftar barang yang tidak boleh dijual di dalam negeri. “Kita sedang mempersiapkan aturan dalam tiga hal yaitu mengenai terkait pelarangan impor, pembatasan dan juga pengawasan terhadap pakaian yang sudah beredar,” kata Direktur Impor Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Thamrin Latuconsina dalam jumpa pers, Senin (13/7).

Saat ini pelarangan impor pakaian bekas sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51/2015. Dalam aturan tersebut pakaian bekas  dilarang untuk masuk ke dalam Indonesia. Selain itu, pakaian bekas yang telah masuk akan dimusnahkan. Sanksi administratif juga akan diberikan kepada importir yang melakukan pelanggaran.

Peraturan Menteri Perdagangan tersebut dianggap tidak mampu meredam penjualan pakaian bekas impor. Sebagai contoh di Surabaya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kalah dalam praperadilan di Pengadilan Negeri Surabaya mengenai temuan 23 kontainer pakaian impor bekas. Hasilnya pengadilan memerintahkan untuk mengembalikan barang tersebut ke pemiliknya.

Pelarangan penjualan pakaian bekas impor ini didasari oleh berbagai alasan seperti faktor kesehatan. Kementerian Perdagangan telah melakukan uji 25 sampel pakaian bekas impor. Hasilnya pakian tersebut mengandung bakteri yang dapat mengakibatkan jamur pada kulit. Selain itu ditemukan pula bakteri E coli yang menimbulkan masalah pencernaan.

Fenomena penjualan pakaian bekas ini tidak hanya terjadi di kota besar seperti Jakarta. Di berbagai kota, penjualan pakaian bekas ini diminati warga karena harganya yang murah. Penghasilan para penjual pakaian bekas pun meningkat menjelang hari Lebaran. Di Medan misalnya omzet pedagang pakaian bekas impor meningkat 300%. Hal serupa juga terjadi di Bengkulu yang mengalami peningkatan hingga 100%.

Regulasi pembatasan pakaian besar impor juga penting untuk melindungi produksi tekstil dalam negeri. Data Asosiasi Pertekstilan Indonesia mencatat pertumbuhan industri kecil menengah melambat. Pada 2014, pakaian lokal hanya bertumbuh sekitar 8%. Padahal, pemerintah menargetkan pertumbuhan sebesar 20%.[*]

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

KDRT Saat Pandemi

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19 adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini...

Politik dan Monopoli Media Sosial

Saat ini, kita hidup di era cyberspace (dunia maya). Era yang pertama kali diperkenalkan oleh William Gibson dalam buku Neuromancer itu, dimaknai sebagai suatu...

Candu Media Sosial, Kajian Filosofis dan Psikologis

Bermain ria di “alam medsos” terkadang meng-asyikkan. Tapi akhirnya menganggap dunia nyata jadi tak menarik untuk bersosialisasi dan mengemban hidup secara hakiki. Untuk melihat...

Membendung Hegemoni China di Asia Tenggara

Lima hari sudah Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi berkunjung ke empat negara di Asia Tenggara (15-18 Oktober 2020). Dalam kunjungan ke Kamboja,...

Reformasi Kewenangan Legislasi DPD

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai anak kandung reformasi telah berusia 16 tahun. Lembaga negara buah amandemen ketiga UUD 1945 mengalami banyak goncangan. Isu pembubaran...

ARTIKEL TERPOPULER

Pemuda Pancasila Selalu Ada Karena Banyak yang Memeliharanya

Mengapa organisasi ini masih boleh terus memakai nama Pancasila? Inikah tingkah laku yang dicerminkan oleh nama yang diusungnya itu? Itulah pertanyaan saya ketika membaca...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Tamansiswa, Ki Hadjar Dewantara, dan Sistem Pendidikan Kolonial

Setiap 2 Mei kita dihadapkan pada kesibukan rutin memperingati Hari Pendidikan Nasional. 2 Mei itu merupakan tanggal kelahiran tokoh pendidikan nasional, Ki Hadjar Dewantara,...

“Islam Kaffah” yang Bagaimana?

Sebuah buletin baru “Buletin Dakwah Kaffah” terbit pada 18 Dzulqa’dah 1438 H/11 Agustus 2017. Judul “Islam Kaffah” mengingatkan kita kembali slogan Hizbut Tahrir Indonesia...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.