Minggu, Oktober 25, 2020

Kejaksaan Agung Izinkan Dahlan Iskan Berobat ke Tiongkok

Dyank Box Mesin Pembakar Sampah

Dyank Box Mesin Pembakar Sampah

Setara Institute: Insiden Tolikara Melanggar HAM

Ketua Setara Institute Hendardi menegaskan pembakaran mesjid di Tolikara, Papua pada 17 Juli kemarin merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia berat, khusus hak kebebasan menjalankan...

Surat Terbuka untuk Merkel : Sejarah Akan Mengingat Anda

Pemerintah Yunani (10/7) memberikan proposal reformasi ekonomi kepada Eurogroup, jelang tenggat waktu. Akan tetapi, sebelum keputusan mengenai nasib Yunani ke depan dibentuk, para kreditur...

Tiga Hakim PTUN Medan Jadi Tersangka Penerima Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan tiga hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, Sumatera Utara, yaitu Tripeni Irianto Putro, Amir Fauzi, dan Dermawan Ginting sebagai tersangka...

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/6). Dahlan Iskan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi cetak sawah fiktif di Ketapang, Kalimantan Barat tahun 2012-2014. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/6). Dahlan Iskan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi cetak sawah fiktif di Ketapang, Kalimantan Barat tahun 2012-2014. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Kejaksaan Agung mengizinkan mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan untuk berobat ke Tiongkok. Dahlan Iskan menjadi tersangka dugaan korupsi pembangunan 21 gardu induk Perusahaan Listrik Negara Jawa, Bali, Nusa Tenggara. Nilai proyek itu senilai Rp1,063 triliun.

“Pak Dahlan minta izin berobat. Atas dasar kemanusiaan ya kami berikan. Namanya berobat, Iya kan? Konon dokternya hanya di sana. Kami berikan izin tapi dengan batasan waktu yang jelas,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Jakarta, Jumat.

Dalam kasus itu, kejaksaan telah memeriksa mantan Direktur Utama PT PLN Nur Pamuji yang menggantikan Dahlan Iskan saat ditarik menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada akhir 2011.

Sebanyak 15 orang yang terlibat perkara tersebut, termasuk sembilan karyawan PT PLN, sudah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan.

Megaproyek milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu digarap sejak Desember 2011 dengan target selesai pada Juni 2013. (Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Sastra, Dildo dan Evolusi Manusia

Paling tidak, berdasarkan catatan tertulis, kita tau bahwa sastra, sejak 4000 tahun lalu telah ada dalam sejarah umat manusia. Hari ini, catatan yang ditulis...

Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia

Di dalam buku Huntington yang 600-an halaman yang berjudul Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia mengatakan bahwasanya masa depan politik dunia akan...

Di Bawah Erdogan Turki Lebih Tidak Demokratis dari Indonesia

Turki di bawah kepemimpinan Erdogan sering dibanding-bandingkan dengan Indonesia di bawah Jokowi. Perbandingan dan penghadap-penghadapan antara Erdogan dan Jokowi yang sering dilakukan oleh kelompok...

Refleksi Bulan Bahasa: Apa Kabar Perpres 63/2019?

Oktober adalah bulan yang sangat bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia. Pada bulan inilah, 92 tahun silam terjadi peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak lahirnya...

Berlindung di Balik Topeng Kaca, Public Figure juga Manusia

Ketika Candil lewat Grup Band Seurieus, salah satu Band Rock Kenamaan tahun 2000-an awal ini menyuarakan pendapatnya lewat lagu Rocker juga Manusia, saya seratus...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Memperkuat Peran Politik Masyarakat

Salah satu kegagalan konsolidasi demokrasi elektoral adalah tidak terwujudnya pemilih yang cerdas dalam membuat keputusan di hari pemilihan. Menghasilkan pemilih cerdas dalam pemilu tentu...

Menyerupai Suatu Kaum: Hadits, Konteks Budaya, dan Tahun Baru 2018

Hanya dengan satu hadits ini, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad), banyak ustaz yang lantang...

Tamansiswa, Ki Hadjar Dewantara, dan Sistem Pendidikan Kolonial

Setiap 2 Mei kita dihadapkan pada kesibukan rutin memperingati Hari Pendidikan Nasional. 2 Mei itu merupakan tanggal kelahiran tokoh pendidikan nasional, Ki Hadjar Dewantara,...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.