Rabu, April 14, 2021

Kebijakan Pensiun BPJS Diprotes

Vietnam Dipuji Soal Kemiskinan

Bank Dunia memuji program renovasi ekonomi Vietnam yang meningkatkan produktivitas petani sehingga bisa mengentaskan kemiskinan di negara yang berada di kawasan Asia Tenggara tersebut. "Di...

Sentra Penegakan Hukum Terpadu

Oleh Fadli Ramadhanil* Instrumen hukum untuk penyelenggaraan pemilihan kepala daerah telah direvisi. Untuk beberapa hal, hasil revisi UU Nomor 8 Tahun 2015 patut diapresiasi. Sayang ada...

Ketentuan Impor Direvisi

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel merevisi aturan terkait importasi barang yang dibatasi untuk mengurangi waktu proses bongkar muat barang hingga keluar pelabuhan (dwelling time). "Untuk impor...

Pengunjung Taman Pintar Melebihi Kapasitas

Wahana wisata dan pendidikan Taman Pintar di Yogyakarta ramai pengunjung di musim liburan ini. Rata-rata setiap hari ada 6.000 wisatawan sejak Sabtu lalu. "Jumlah wisatawan...

Kartu BPJS Ketenagakerjaan/ANTARA
Kartu BPJS Ketenagakerjaan/ANTARA

Kebijakan baru terkait pencairan dana Jaminan Hari Tua oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan menuai penolakan dari publik.

Direktur Komunikasi Change.org Indonesia Desmarita Murni mengatakan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam petisi penolakan yang diunggah dalam laman tersebut telah mendapat dukungan dari ribuan orang. “Sudah lebih dari 37 ribu netizen memberikan dukungan. Jumlah ini terus bertambah,” katanya dalam sebuah pernyataan di Jakarta, Kamis.

Petisi tersebut dibuat oleh Gilang Mahardika asal Yogyakarta dengan judul “Membatalkan Kebijakan Baru Pencairan Dana JHT 10 Tahun” dan diunggah ke laman www.change.org/BPJS. Petisi tersebut ditujukan kepada BPJS Ketenagakerjaan, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dakhiri dan Presiden Joko Widodo.

Dalam petisi tersebut, Gilang menerangkan bahwa dirinya yang sudah bekerja selama lima tahun lebih memutuskan untuk menjadi wiraswasta dan merasa percaya diri karena akan mendapatkan tambahan modal dari JHT miliknya di BPJS Ketenagakerjaan yang iurannya telah dia bayarkan selama bekerja.  Tapi, permintaan pencairan JHT ditolak akibat peraturan baru yang diterapkan mulai 1 Juli 2015.

Peraturan tersebut menyatakan bahwa pencairan dana JHT bisa dilakukan setelah masa kepesertaan sepuluh tahun yang hanya bisa diambil 10 persen saja dan sisanya bisa dicairkan setelah usia 56 tahun. “Gaji saya dipotong setiap bulan, mengapa tidak boleh saya ambil. Seharusnya BPJS memudahkan karyawan yang mau jadi pengusaha dengan modal yang selama ini disimpan sedikit demi sedikit,” katanya.(ANTARA)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menolak lupa: Seputar Perjalanan Covid-19 di Indonesia

Tidak terasa kasus pandemi Covid-19 di Indonesia hampir berusia 1 tahun. Apabila kita ibaratkan sebagai manusia, tentu pada usia tersebut belum bisa berbuat banyak,...

Eren Yeager, Kesadaran dan Kebebasan

Pemberitahuan: esai ini terdapat cuplikan cerita Attack on Titan (AoT) episode 73. Pada musim akhir seri AoT, Eren Yeager tampil dengan kondisi mental yang jauh lebih...

Dibalik Kunjungan Paus Fransiskus ke Timur Tengah

  Tak dapat disangkal kekristenan bertumbuh dan berkembang dari Timur Tengah. Sebut saja, antara abad 1-3 masehi, kekristenan praktisnya berkembang pesat di sekitar wilayah Asia...

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Peranan Terbesar Manajemen Dalam Bisnis Perhotelan

Melihat fenomena sekarang ini mengenai bisnis pariwisata di Indonesia yang terus tumbuh sesuai dengan anggapan positif dunia atas stabilnya keamanan di Indonesia mendorong tumbuhnya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.