OUR NETWORK

Isu Politik Dapat Menganggu Kinerja Perekonomian Nasional

Foto lansekap Ibukota dengan latar depan Tugu Monas, Jakarta Pusat, Rabu (13/5). Sejumlah pengamat ekonomi mengatakan perlambatan ekonomi Indonesia yakni triwulan I tahun 2015 sebesar 4,7 persen atau melambat dari pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2014 sebesar 5,1 persen dinilai sangat mengkhawatirkan sehingga pemerintah harus segera bertindak untuk memulihkan perekonomian misalnya upaya menekan inflasi dan menciptakan lapangan pekerjaan. ANTARA FOTO/Andika Wahyu
Foto lansekap Ibukota dengan latar depan Tugu Monas, Jakarta Pusat, Rabu (13/5). Sejumlah pengamat ekonomi mengatakan perlambatan ekonomi Indonesia yakni triwulan I tahun 2015 sebesar 4,7 persen atau melambat dari pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2014 sebesar 5,1 persen dinilai sangat mengkhawatirkan sehingga pemerintah harus segera bertindak untuk memulihkan perekonomian misalnya upaya menekan inflasi dan menciptakan lapangan pekerjaan. ANTARA FOTO/Andika Wahyu

Isu politik yang kerap timbul belakangan ini disebut dapat menganggu laju perekonomian nasional. Salah satunya yaitu mengemukanya isu perombakan kabinet. Yang dikhawatirkan banyak kalangan dapat mempengaruhi kondisi perekonomian terutama mengenai persoalan industri.

Rektor Universitas Paramadina, Firmanzah, mengatakan perekonomian nasional saat ini sedang dilanda perlambatan. Itu disebabkan karena beberapa faktor baik eksternal maupun internal. Namun, dari sisi eksternal menyangkut perekonomian global ini yang tidak bisa dihindari pemerintah. Sementara dari sisi internal memang fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat, namun tetap harus dijaga.

“Meski fundamental ekonomi kita masih kuat, ini harus tetap dijaga. Tak hanya pada sektor ekonomi, namun juga dari sisi politik, hukum, dan sosial. Sebab, kekuatan ekonomi tidak akan kuat jika terus dipengaruhi adanya gangguan isu politik seperti reshuffle kabinet,” kata Firmanzah di Jakarta.

Menurut dia, pemerintah Joko Widodo harus bisa memberikan kepastian kepada masyarakat, terutama kalangan dunia usaha mengenai jadi atau tidaknya perombakan kabinet. “Jangan sampai Presiden terus membiarkan isu ini bergulir semakin liar. Jika demikian, dampaknya pada dunia usaha akan sangat terasa,” katanya.

Menanggapi target pertumbuhan ekonomi tahun ini, menurut Firmanzah, pada kuartal II pergerakan pertumbuhan ekonomi akan tetap lambat. Yakni diprediksi hanya ada pada kisaran 4,7%. Angka ini sama halnya dengan pertumbuhan ekonomi pada tahun lalu yang sudah diperkiarakan Bank Indonsia.

“Faktor internal adanya perlambatan ekonomi domestik juga akan berlanjut di kuartal kedua. Penyebabnya, karena daya beli masyarakat yang saat initerus mengalami penurunan,” tuturnya.

Sementara Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia, Soemitro Samadikoen, mengatakan 2015 menjadi titik krusial. Terutama pada industri gula, misalnya. Sebab, kondisi ini terjadi karena belum ada jaminan akan membaiknya kinerja pabrik gula yang sebagian besar milik pemerintah (BUMN).

Dia mempertanyakan wacana perombakan beberapa menteri Kabinet Kerja yang akan dilakukan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Sebab, bukan tak mungkin adanya peromakan kabinet justru akan memperkeruh kondisi perekonomian., terutama persoalan di industri gula nasional.

“Tidak adanya kepastian ini akan membuat harga gula jatuh seperti pada 2013-2014. Pada akhirnya, berujung pada matinya kegiatan petani dan membuat industri gula nasional gulung tikar,” tuturnya.

Soemitro mengungkapkan, harga gula merosot pada 2013 dengan harga lelang tertinggi Rp10.250 per kilogram dan terendah mencapai Rp 8.200 per kg. Pada 2014, harga gula semakin menurun dengan harga lelang tertinggi sekitar Rp 8.650 per kg dan terendah mencapai Rp 7.500 per kg. [*]

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…