Rabu, Maret 3, 2021

Ini Industri Alternatif saat Terjadi Krisis

KPK Tangkap Tiga Hakim dan Panitera PTUN Medan

Komisi Pemberantasan Korupsi membenarkan telah melakukan operasi tangkap tangan terhadap tiga orang hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, seorang panitera dan pengacara. "Saat ini yang...

Pemerintah Perlu Waspadai Serbuan Barang Impor China

Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel, mengatakan Pemerintah perlu mewaspadai serbuan barang-barang impor yang bisa masuk ke Indonesia menyusul dampak perlambatan perekonomian China. "Pelemahan ekonomi China akan...

Stasiun di Bandung Lewati Puncak Arus Balik

Puncak arus balik di Stasiun Bandung dan Kiaracondong telah melewati masa puncak arus balik pada Selasa kemarin. "Sebenarnya untuk KA reguler itu puncak arus milir...

Menengok Rumah Penyu Hijau

Pada 1960-an Pulau Jemur penghasil ikan terbesar kedua setelah Norwegia. Sebagai negeri kepulauan, Indonesia memiliki ribuan pulau dengan kekhasan dan keanekaragaman hayati. Sayang, dari 17.500...

Ilustrasi: Aktivitas pelayanan aktivitas keuangan syariah di Indonesia/ANTARA
Ilustrasi: Aktivitas pelayanan aktivitas keuangan syariah di Indonesia/ANTARA

Otoritas Jasa Keuangan menyatakan Industri Keuangan Nonbank dapat menjadi salah satu alternatif jalan keluar saat terjadi krisis ekonomi. Ini karena jumlah asetnya besar dan tidak memiliki likuiditas yang mendesak.

“Bank hanya terbatas menjalankan fungsi intermediasinya karena meningkatnya tingkat likuiditas, saat krisis,” kata Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Firdaus Djaelani di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan pelambatan pertumbuhan ekonomi yang sedang dialami Indonesia kini mengakibatkan sektor jasa keuangan mengalami goncangan sehingga dibutuhkan mitigasi ampuh untuk mengatasi krisis.

Industri non-perbankan ini menurutnya dapat membantu gejolak pasar keuangan melalui saham atau obligasi pasar modal serta berperan sebagai investor lokal dalam penyerapan surat utang negara yang diterbitkan pemerintah dalam pembiayaan APBN.

Industri Keuangan Nonbank, katanya, memiliki peran strategis dalam pembangunan karena asetnya mencapai Rp 1.597 triliun per April 2015 yang dihimpun dan dikelola lembaga non bank.(ANTARA)

Berita sebelumnyaDidesak Uni Eropa, Yunani Melunak?
Berita berikutnyaMudik Lebih Awal
Facebook Comment

2 KOMENTAR

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Polwan Yuni Purwanti yang Terjebak Mafia Narkoba

Publik terkejut. Jagad maya pun ribut. Ini gegara Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terciduk tim reserse antinarkoba Polda Jabar....

Stop Provokasi, Pelegalan Miras? Mbahmu!

Lampiran Perpres yang memuat izin investasi miras di daerah tertentu, baru saja dicabut oleh Presiden. Ini disebabkan karena banyak pihak merasa keberatan. Daripada ribut...

Beragama di Era Google, Mencermati Kontradiksi dan Ironi

Review Buku Denny JA, 11 Fakta Era Google: Bergesernya Pemahaman Agama, dari Kebenaran Mutlak Menuju Kekayaan Kultural Milik Bersama, 2021 Fenomena, gejala, dan ekspresi...

Artijo dan Nurhadi di Mahkamah Agung

In Memoriam Artijo Alkostar Di Mahkamah Agung (MA) ada dua tokoh terkenal. Artijo Alkostar, Hakim Agung di Kamar Pidana dan Nurhadi, Sekjen MA. Dua tokoh MA...

Gangguan Jiwa Skizofrenia

Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan social sehingga individu tersebut menyadari kemampuan diri sendiri. Dapat mengatasi tekanan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.