Senin, April 12, 2021

Fosil Kayu Ulin Terpanjang Didunia Ada di Kaltim

Tahun Depan, Indonesia Gerhana Matahari Total

Beberapa daerah di Indonesia pada 9 Maret 2016 akan dilalui gerhana matahari total. Peristiwa alam ini baru akan terjadi lagi dalam 250 tahun mendatang. Menteri...

Yunani Masih Jadi Penentu

Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia pada Kamis dibuka naik 10,36 poin searah dengan laju mayoritas bursa saham di kawasan Asia. IHSG...

Ada Kemungkinan UUD 1945 Diamandemen

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan mengatakan, wacana amendemen Undang-Undang Dasar 1945 yang saat ini sedang mengemuka antarpimpinan lembaga negara akan dibahas oleh Lembaga...

Polemik Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus

  Pemerintah akan mengeluarkan aturan melalui Peraturan Pemerintah untuk Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia. Peraturan tersebut nantiya akan mengatur mengenai pemberian insentif kepada investor untuk...

Fosil Ulinb Terpanjang di dunia di Kutai Kartanegara/KALTIMPOST.CO.ID
Fosil Ulinb Terpanjang di dunia di Kutai Kartanegara/KALTIMPOST.CO.ID

Para ahli Geologi menemukan fosil kayu ulin sepanjang 25,8 meter di Desa Purwajaya, Kabupaten Kutai Kartanegara. Fosil ulin itu bisa menjadi fosil ulin terpanjang di dunia, kata Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Kalimantan Timur, Fajar.

“Fosil ulin yang ditemukan di Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, melebihi ukuran fosil ulin di Amphoe Ban Tak City Thailand yang hanya 20 meter dan saat ini tercatat terpanjang di dunia,” kata Fajar, Minggu , kemarin.

“Fosil ulin sepanjang 25,8 meter itu merupakan temuan langka yang berpotensi menjadi objek wisata berkelas dunia,” katanya.

Fosil ulin Purwajaya berasal dari proses alam selama 5 sampai 12 juta tahun.

“Selain unik, temuan fosil ulin ini dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran kebumian dan pengembangan desa wisata,” ujar Fajar.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Samarinda Made Kusumajaya, saat memaparkan tentang ketentuan benda cagar budaya sesuai Undang-Undang tentang Cagar Budaya mengatakan, fosil ulin di Purwajaya bisa ditetapkan sebagai benda cagar budaya oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Tidak semua temuan masa lampau adalah benda cagar budaya tetapi akan dipilah dan karena keunikannya, termasuk fosil ulin ini menjadikannya sebagai benda cagar budaya yang akan ditetapkan lebih lanjut oleh bupati untuk skala kabupaten,” ujar Kusumajaya.

“Karena keunikannya, fosil ulin tersebut akan diusulkan menjadi cagar budaya nasional bila hanya terdapat di lokasi tersebut,” katanya.

Ia mengatakan benda cagar budaya tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan sekitarnya karena merupakan satu kesatuan proses keterjadiannya.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kutai Kartanegara Sri Wahyuni mengatakan, akan melakukan pemetaan potensi wisata desa lebih lanjut, untuk menyokong pengembangan objek wisata fosil ulin, yang akan dijadikan tujuan wisata.

“Saya berharap, masyarakat setempat ikut merasa memiliki dan dapat mengambil manfaat sosial dan ekonomi dari pengembangan objek wisata fosil ulin yang berpotensi berkelas dunia, karena mengalahkan ukuran fosil ulin yang ada di Thailand,” kata Sri Wahyuni.

Camat Loa Janan, Mastukah meminta dukungan kepada semua pihak untuk terus berkoordinasi dan bekerjasama dalam melakukan pengamanan dan perlindungan terhadap fosil ulin tersebut.

“Kami tidak akan ragu menentang keras pihak-pihak yang berupaya melakukan pemindahan fosil ulin dari Desa Purwajaya,” ujar camat Loa Janan, Mastukah. (Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.