Banner Uhamka
Kamis, September 24, 2020
Banner Uhamka

Dua Aktivis ICW Juga Diperiksa Polri

Keterbukaan Informasi Publik Diminta Masuk Kurikulum

Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) Abdulhamid Dipopramono mendorong materi keterbukaan informasi publik masuk ke dalam kurikulum sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia. Abdulhamid telah mengirim...

Pilkada Timor Tengah Utara Terancam Ditunda

Fidelis Olin, juru bicara Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Timor Tengah Utara menyatakan, Pemilihan Kepala Daerah terancam ditunda pada 2017 karena hanya ada satu pasangan...

Penumpang Kereta Naik 27 Persen

Penumpang kereta api meningkat sekitar 27 persen setiap tahun sejak perbaikan sistem penjualan tiket dan pelayanan kereta yang lebih nyaman, kata seorang pejabat PT...

Jalur Selatan Jabar Mulai Padat

Arus balik kendaraan di jalur selatan Jawa Barat lintas Gentong, Kabupaten Tasikmalaya mulai padat merayap menuju Malangbong, Kabupaten Garut, Kamis siang. Kepadatan arus kendaraan dari...

Aktivis ICW, Emerson Yuntho/ANTARA
Aktivis ICW, Emerson Yuntho/ANTARA

Hari ini, aktivis antikorupsi dari Indonesia Corruption Watch, Emerson Yuntho diperiksa oleh Badan Reserse Kriminal Bareskrim Polri sebagai saksi dalam kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh pakar hukum pidana Universitas Padjadjaran Romli Atmasasmita.

“Saya kuasa hukum dan klien kami Emerson datang ke Bareskrim untuk memenuhi panggilan penyidik,” kata kuasa hukum Emerson, Febionesta di Mabes Polri, Jakarta, Senin.

Emerson dan tim kuasa hukumnya tiba di Mabes Polri pada pukul 10.30 WIB. Selain Emerson, anggota ICW lainnya Adnan Topan Husodo juga dipanggil untuk diperiksa hari ini.

Pada 21 Mei lalu, Romli melaporkan Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan Indonesia Corruption Watch Emerson Yuntho, Koordinator Divisi Fundraising Adnan Topan Husodo, dan mantan penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Said Zaenal Abidin ke Bareskrim Polri. Romli menuding ketiga aktivis itu telah mencemarkan nama baiknya.

Pada Mei lalu, ICW menyampaikan penilaian terhadap sejumlah calon anggota panitia seleksi komisioner KPK yang disinyalir bermasalah, yang salah satunya Romli Atmasasmita. ICW mengimbau agar Presiden Joko Widodo lebih selektif dalam memilih anggota panitia seleksi KPK.

RomliAtmasasmita kemudian melapor ke Bareskrim Polri denga bukti kliping koran yang mengutip pernyataan ketiga terlapor. Di antaranya, Harian Kompas, Tempo, dan The Jakarta Post.

Ketiga terlapor dijerat Undang-Undang Informasi dan Teknologi.

Selanjutnya pada Selasa, 7 Juli, ICW menemui Dewan Pers untuk membantu menyelesaikan proses hukum yang menyeret dua aktivis tersebut. (Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pandemi Dapat Membunuh Populis, Tidak Populisme

Demokrasi atau otoriter? Masa awal pandemi diwarnai dengan perdebatan mengenai tipe rezim mana yang paling efektif dalam menghadapi wabah Covid-19. Namun memasuki kuartal ketiga...

Potret Seorang Feodal Tua sebagai Seniman Serba Bisa

Pada zaman dahulu kala, ketika revolusi tidak ada lagi, Goenawan Mohamad pernah mengibaratkan dirinya, dengan heroisme penyair muda, sebagai Malin Kundang. Tapi kini, Malin...

Menilik Komunikasi Publik Tokoh Politik

Komunikasi merupakan sarana yang memiliki signifikansi tinggi dalam mengkonstruksikan sebuah interaksi sosial. Hal ini dikarenakan melalui jalinan komunikasi, seseorang akan mengaktualisasikan suatu konsepsi diri...

Seharusnya Marx Menjadi PNS!

Duduk dan berbincang dengan teman-teman di warung kopi, tak lepas dengan sebatang rokok, saya bersama teman-teman lain kerap kali membicarakan dan mengolok-olok pelamar Calon...

Hubungan Hukum Agama dan Hukum Adat di Masa Kolonial

Dalam rangka memahami sistem sosial dan nilai-nilai yang berada di masyarakat, pemerintah Hindia Belanda memutuskan untuk mengangkat seseorang penasihat untuk membantu mereka dalam mengetahui...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.