Banner Uhamka
Sabtu, September 26, 2020
Banner Uhamka

Ciptakan Lapangan Kerja, Pemerintah Perlu Investasi di Sektor Ini

AS dan Kuba Sepakat Buka Kedutaan Besar

Amerika Serikat dan Kuba telah mencapai perjanjian untuk membuka kembali kedutaan-kedutaan besar di Washington dan Havana, dalam suatu langkah besar menuju diakhirnya permusuhan Perang...

Penumpang Kereta Naik 27 Persen

Penumpang kereta api meningkat sekitar 27 persen setiap tahun sejak perbaikan sistem penjualan tiket dan pelayanan kereta yang lebih nyaman, kata seorang pejabat PT...

609 Ribu Pemudik Menyeberang ke Sumatera

PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan Indonesia Ferry cabang Merak pada H-15 sampai H-3 menyeberangkan sebanyak 609.522 penumpang pejalan kaki dan penumpang di atas kendaraan. "Kami...

DPR Setuju Gatot Nurmantyo Jadi Panglima TNI

Semua fraksi yang berjumlah 10 di Dewan Perwakilan Rakyat setuju mengangkat Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia dan juga menyetujui pemberhentian Jenderal...

Ilustrasi: Pekerja memanen ikan lele di tambak air tawar Desa Eretan Wetan, Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat, Minggu (7/6). ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Ilustrasi pekerja memanen ikan lele di tambak air tawar Desa Eretan Wetan, Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat, Minggu (7/6)/ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Melambatnya pertumbuhan ekonomi menyebabkan kinerja berbagai sektor usaha mengalami penurunan cukup drastis. Hal tersebut berimplikasi pada terjadinya pemutusan hubungan kerja di berbagai sektor usaha.

Direktur Eksekutif Indonesia Institute for Development of Economics and Finance, Enny Sri Hartati, mengatakan adanya pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan tentunya akan menambah jumlah pengangguran di Indonesia. Karena itu, kondisi demikian perlu diperhatikam oleh pemerintah.

“Ini seharusnya menjadi cambuk bagi pemerintah agar segera mencari solusinya. Meningkatkan investasi di sektor riil merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja baru,” kata Eny di Jakarta, Jumat (10/7).

Menurut dia, investasi di sektor riil seperti pertanian dan industri memiliki potensi besar menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Terlebih dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, kedua sektor tersebut merupakan yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Rinciannya terdiri atas sektor pertanian menyerap tenaga kerja sebanyak 39,5 juta orang. Sementara sektor industri terutama manufaktur 15,4 juta orang.

“Namun, jika pemerintah tidak memiliki kebijakan yang solutif, maka bukan tidak mungkin pemutusan hubungan kerja masih akan terus berlanjut. Apalagi tren ekonomi saat ini juga belum menujukkan adanya perbaikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Enny mengatakan, kebijakan tersebut tentunya juga perlu didukung kondisi iklim investasi yang sehat dan kondusif. Pemerintah supaya menjaga iklim investasi tersebut agar investor tertarik untuk menanamkan modal dan menyimpan dananya di dalam negeri.

Merespon pertumbuhan ekonomi tahun ini, Enny memprediksi, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2015 akan mencapai 5,2% hingga 5,3%. Laju tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan target pertumbuhan ekonomi pemerintah yang ditetapkan sebesar 5,4%.

“Pemerintah jangan hanya sekadar mengejar target pertumbuhan ekonomi. Namun, juga perlu menyikapi target tersebut harus diikuti target lainnya yakni menurunkan angka pengangguran. Karena itu, perlu restrukturisasi lagi pada politik anggarannya, agar anggaran dan investasi lebih diarahkan ke sektor yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” tuturnya. [*]

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Opsi Menunda atau Melanjutkan Pilkada

Perhelatan akbar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 akan bergulir. Pilkada yang sejak era reformasi pasca amandemen UUD 1945 telah memberi ruang...

Peran Civil Society dalam Perang Melawan Wabah

Perkembangan wabah korona semakin mengkhawatirkan. Epidemiologi Pandu Riono menyebut puncak kasus Covid-19 di Indonesia baru mencapai puncak pada awal semester pertama hingga pertengahan tahun...

Erick Ingin Kerja, Mereka Malah Menganggu!

Akhir-akhir ini, ada gerombolan oknum-oknum yang ingin memaksakan kehendak untuk mengisi kursi-kursi komisaris. Ketika keinginan itu tak tercapai, mereka secara sistematis dan masif melakukan...

Menjarah Mahkota Kemuliaan MK

Revisi Undang-Undang Mahkamah Konstitusi yang disahkan pada 1 September lalu menjadi hadiah sekaligus menjadi dilema bagi kesembilan hakim konstitusi di usianya yang ketujuh belas...

Memahami Kembali Pandemi Covid-19

Wabah Covid-19 yang disebabkan virus corona jenis baru telah memasuki bulan ke-6 sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Per tulisan ini...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.