OUR NETWORK

Ciptakan Lapangan Kerja, Pemerintah Perlu Investasi di Sektor Ini

Ilustrasi: Pekerja memanen ikan lele di tambak air tawar Desa Eretan Wetan, Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat, Minggu (7/6). ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Ilustrasi pekerja memanen ikan lele di tambak air tawar Desa Eretan Wetan, Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat, Minggu (7/6)/ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Melambatnya pertumbuhan ekonomi menyebabkan kinerja berbagai sektor usaha mengalami penurunan cukup drastis. Hal tersebut berimplikasi pada terjadinya pemutusan hubungan kerja di berbagai sektor usaha.

Direktur Eksekutif Indonesia Institute for Development of Economics and Finance, Enny Sri Hartati, mengatakan adanya pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan tentunya akan menambah jumlah pengangguran di Indonesia. Karena itu, kondisi demikian perlu diperhatikam oleh pemerintah.

“Ini seharusnya menjadi cambuk bagi pemerintah agar segera mencari solusinya. Meningkatkan investasi di sektor riil merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja baru,” kata Eny di Jakarta, Jumat (10/7).

Menurut dia, investasi di sektor riil seperti pertanian dan industri memiliki potensi besar menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Terlebih dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, kedua sektor tersebut merupakan yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Rinciannya terdiri atas sektor pertanian menyerap tenaga kerja sebanyak 39,5 juta orang. Sementara sektor industri terutama manufaktur 15,4 juta orang.

“Namun, jika pemerintah tidak memiliki kebijakan yang solutif, maka bukan tidak mungkin pemutusan hubungan kerja masih akan terus berlanjut. Apalagi tren ekonomi saat ini juga belum menujukkan adanya perbaikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Enny mengatakan, kebijakan tersebut tentunya juga perlu didukung kondisi iklim investasi yang sehat dan kondusif. Pemerintah supaya menjaga iklim investasi tersebut agar investor tertarik untuk menanamkan modal dan menyimpan dananya di dalam negeri.

Merespon pertumbuhan ekonomi tahun ini, Enny memprediksi, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2015 akan mencapai 5,2% hingga 5,3%. Laju tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan target pertumbuhan ekonomi pemerintah yang ditetapkan sebesar 5,4%.

“Pemerintah jangan hanya sekadar mengejar target pertumbuhan ekonomi. Namun, juga perlu menyikapi target tersebut harus diikuti target lainnya yakni menurunkan angka pengangguran. Karena itu, perlu restrukturisasi lagi pada politik anggarannya, agar anggaran dan investasi lebih diarahkan ke sektor yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” tuturnya. [*]

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…