Jumat, Februari 26, 2021

BPK Temukan 70 Penyimpangan di Laporan Keuangan Pemprov DKI

Potret Utuh Kerajaan Hip Hop

Opera sabun lengkap: keluarga, kesuksesan, uang, narkoba, cinta, dan pengkhianatan. FOX menggebrak layar kaca dengan tayangan opera sabun Empire. Dibintangi Terrence Howard (memerankan Lucius Lyon) dan...

UNESCO Meneliti Kawasan Danau Toba

Asesor Global Geopark Network, UNESCO pada Kamis (9/7) mulai meneliti kawasan Danau Toba, Sumatera Utara untuk menetapkan Geopark Kaldera Toba (GKT) sebagai taman bumi...

Mendagri: Insiden Tolikara Bukan Konflik SARA

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan insiden kerusuhan di Tolikara, Papua, bukan disebabkan isu SARA (suku, agama, ras dan antargolongan). "(Insiden) Tolikara bukan isu SARA,...

KPU Tetap Laksanakan Pilkada Meski Ada Temuan BPK

Komisi Pemilihan Umum mengapresiasi atas terobosan Badan Pemeriksa Keuangan dalam mengawal proses pelaksanaan pemilihahan kepala daerah serentak yang berkualitas. Akan tetapi, pelaksanaan pilkada serentak...

Ilsutrasi seorang pegawai bank sedang menata uang rupiah dan dolar/ANTARA
Ilsutrasi seorang pegawai bank sedang menata uang rupiah dan dolar/ANTARA

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap bahwa adanya 70 temuan dugaan penyimpangan dalam laporan keuangan Provinsi DKI Jakarta tahun 2014. Hal tersebut terungkap dalam rapat paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta, Senin (6/7). Dari seluruh temuan tersebut pengendalian dan pengamanan aset menjadi salah satu permasalahan setiap tahun terjadi.

Dalam temuan BPK terindikasi ada kerugian daerah senilai Rp 442,37 miliar, kekurangan penerimaan daerah senilai Rp 3,23 miliar, dan pemborosan senilai Rp 3,04 miliar. “Masalah yang paling sering terjadi yaitu pengamanan aset dengan pihak ketiga sebesar Rp 3,58 tiriliun,” ujar anggota V BPK, Moermahadi Soerdja Djanegara.

Salah satu yang menjadi perhatian BPK ialah pengelolaan aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta oleh PT. Transportasi Jakarta. Hal tersebut tercermin dari kualitas pelayanan serta kondisi fisik bus Transjakarta. Data dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta mencatat sebanyak 800 bus Transjakarta yang beroperasi, hanya sebesar 200 unit yang layak jalan. Tidak hanya dari segi fisik, layanan bus Transjakarta juga mengalami penurunan.

Laporan Institute Transportation and Development Policy (ITDP) mencatat terdapat penurunan jumlah kedatangan Bus Transjakarta per jam di setiap halte sejak 2012. Seperti yang terjadi pada Bus Transjakarta di Koridor II yang melayani rute Harmoni hingga Pulo Gadung. Pada 2012, jumlahnya mencapai 43 bus per jam. Kini, jumlahnya hanya 9 bus per jam. Turunnya jumlah kedatangan bus tersebut berpengaruh pada penurunan jumlah penumpang sebesar 3% dari tahun 2014.

Selain bus Transjakarta, pengelolaan aset berupa lahan juga menjadi sorotan. Provinsi DKI Jakarta sendiri memiliki aset 35 petak lahan dengan luas total 153 hektar. Dari luas tersebut pemerintah kehilangan 6,72 hektare yang digunakan oleh pihak ketiga tanpa ada pertanggung jawaban. Lahan tersebut kini telah dipakai untuk bangunan komersil seperti ruko.

Dalam menggapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Hidayat mengajak seluruh jajaranya untuk melakukan pembenahan administrasi. “Penilaian BPK sudah cukup bagus. Hasil kerja kita sudah dinilai banyak pihak. Kami juga akui selama ini masih lemah dari sisi manajemen dan tertib administrasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (7/6) malam.[*]

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Asesmen dan Metode Wawancara dalam Psikologi Klinis

Seperti yang kita tahu, bahwa psikologi merupakan sesuatu yang sangat identik dengan kehidupan manusia, karena psikologi berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Psikologi yang kurang baik...

Kajian Anak Muda Perspektif Indonesia

Sejak awal, perkembangan kajian anak muda dalam perspektif Indonesia telah menjadi agenda penting dan strategis. Sebagai bidang penelitian yang relatif baru, tidak dapat dipungkiri...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.