Sabtu, Februari 27, 2021

Begini Mutu Guru Usai Uji Kompetensi

KPAI Nilai Tak Semua Aturan Lindungi Anak

Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan banyak sekali peraturan yang ada di Indonesia tak sensitiv terhadap anak. Para penyelenggara negara...

Ini Temuan BPOM Jelang Lebaran

Badan Pengawasan Obat dan Makanan menemukan 4.709 makanan dan minuman yang tidak memenuhi ketentuan. Temuan dari hasil intensifikasi pengawasan yang dilakukan rutin setiap jelang...

Pusaka Trisakti: Ada Operasi Intelijen Tingkat Tinggi di Papua

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Trisakti, Fahmi Habsyi menilai ada operasi intelijen tingkat tinggi yang sedang dilakukan dalam peristiwa kerusuhan di Kabupaten Tolikara, Papua, hingga...

66% Hiu dan Pari Indonesia Terancam Punah

Lebih dari 66%  jenis hiu dan pari yang dijumpai di Indonesia saat ini sedang menghadapi ancaman kepunahan. Padahal Indonesia merupakan pusat penting keanekaragaman hayati hiu...

Ilustrasi sejumlah siswa SD mendengarkan pengawas membacakan tata tertib mengikuti Ujian Nasional (UN) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan sederajat di SDN Negeri 04 Kebon Sirih, Jakarta, Senin (18/5). Pelajar SD seluruh Indonesia secara serentak mengikuti ujian nasional dengan mata ujian Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan nilai UN standar nasional adalah 5,5. / ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Ilustrasi sejumlah siswa SD mendengarkan pengawas membacakan tata tertib mengikuti Ujian Nasional (UN) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan sederajat di SDN Negeri 04 Kebon Sirih, Jakarta, Senin (18/5). Pelajar SD seluruh Indonesia secara serentak mengikuti ujian nasional dengan mata ujian Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan nilai UN standar nasional adalah 5,5. / ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Kementerian Pendidikan mengumumkan hasil uji kompetensi 1,6 juta guru di Indonesia, Hasilnya sebanyak 1,3 juta guru memiliki nilai ujian di bawah 60 dari rentang 0 hingga 100. “Hasil uji kompetensi ini menjadi potret nyata kualitas guru,” ujar Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian kependidikan dan Kebudayaan, Sumarna Supranata di Jakarta, Selasa (7/7).

Uji kompetensi guru ini sendiri menguji sebanyak empat kompetensi yaitu kompetensi akademik, sosial, pengajaran dan kepribadian. Dari empat kompetensi tersebut banyak guru yang tidak menguasai materi ajarnya. Selain itu, cara pengajaran juga masih menjadi sorotan. Dari hasil uji kompetensi tersebut, kemampuan guru yang paling rendah ada di tingkat Sekolah Dasar (SD). Padahal, guru SD yang mengikuti kompetensi ini jumlahnya paling banyak yaitu sekitar 800 ribu orang.

Kemampuan guru SD yang rendah perlu menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2013, angka partisipasi masyarakat di tingkat SD mencapai 96,42%. Pendidikan dengan kualitas baik di tingkat ini dibutuhkan karena angka partisipasi masyarakat di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) terus menurun. Pada 2013, angka partisipasi di tingkat SMP mencapai 81%. Sementara di tingkat SMA semakin turun di angka 50%.

Kualitas guru yang rendah juga dipengaruhi oleh kurangnya pemerataan guru hingga ke daerah. Sebuah studi dari Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) pada 2014 menunjukkan 1 dari 10 guru di Indonesia tidak hadir ke sekolah setiap hari. Berdasarkan studi tersebut sebanyak 20% guru terutama di tingkat SD mengajar di lebih dari satu sekolah.

Ketidakhadiran guru ini juga mempengaruhi standar pelayanan minimal sekolah. Rata-rata siswa SD di Indonesia hanya mendapatkan pengajaran selama 18,5 jam per minggu. Padahal berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23/2013, standar jam pengajaran untuk siswa SD adalah 25 jam per minggu.

Rendahnya kualitas guru juga dipengaruhi dari kualitas lembaga pendidik dan tenaga kependidikan (LPTK). Saat ini terdapat sekitar 300 LPTK dengan jumlah mahasiswa sekitar 1 juta. Setiap tahun lembaga ini menghasilkan 200 ribu tenaga pendidik. Meski minat masyarakat tinggi terhadap profesi guru, pemerintah tidak melakukan pengawasan. Pengawasan dapat dilakukan dengan memperbaiki kualitas dosen, memperketat proses seleksi masuk calon mahasiswa dan pembenahan kurikulum.[*]

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.