Senin, April 12, 2021

Pertumbuhan Mobil Murah di Indonesia Meningkat

Satu Dekade Perjalanan Menuju Pluto

Kesempatan menelitinya merupakan hal langka. Sekali seumur hidup. Pada 14 Juli nanti New Horizons mencapai orbit planet Pluto. Pesawat milik lembaga badan antariksa Amerika Serikat...

DPR: RUU Kesejahteraan Nelayan Akan Diprioritaskan

Rofi Munawar, anggota Komisi IV DPR RI mengatakan Rancangan Undang-undang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan fokus kepada perlindungan serta pemberdayaan nelayan kecil dan tradisional. “Mulai dari...

Kementerian Kesehatan Siapkan 870 Pos Mudik

Kementerian Kesehatan menyiapkan 870 pos kesehatan di jalur mudik. “Pos kesehatan akan disiagakan selama arus mudik di Sumatera, Jawa, dan Bali,” ujar Menteri Kesehatan,...

Ini Industri Alternatif saat Terjadi Krisis

Otoritas Jasa Keuangan menyatakan Industri Keuangan Nonbank dapat menjadi salah satu alternatif jalan keluar saat terjadi krisis ekonomi. Ini karena jumlah asetnya besar dan...

Ilustrasi pameran mobil murah ramah lingkungan di Jakarta/ANTARA FOTO

 

Penjualan mobil murah ramah lingkungan  atau Low Cost Green Car (LCGC) di Indonesia meningkat sebesar 3,74 persen. Hal tersebut terungkap berdasarkan data dari situs jual-beli mobil multinasional carmudi.co.id.

Manajer Public Relations dari situs carmudi.co.id, Puji Agung Budiman, mengatakan memang penjualan mobil murah ramah lingkungan di Indonesiaa meningkat, namun peningkatan penjualan mobil jenis ini masih rendah jika dibandingkan dengan negara Asia lainnya.

“Peningkatan penjualan mobil murah ini yang masih rendah ini karena harga jual mobil jenis LCGC masih dikenakan pajak hingga 75 persen. Tentu saja ini memberatkan,” kata Puji di Jakarta, Rabu (28/7).

Dia mengungkapkan, peningkatan penjualan mobil murah di Indonesia jauh bila dibandingkan dengan Sri Lanka yang mampu mencapai penjualan sebesar 43,5 persen. Kemudian 93 persen untuk mobil jenis hybrid.

Tidak hanya itu, dia menambahkan, mobil listrik pun kini mulai tumbuh peminatnya di Negara tersebut. Pertumbuhannya mencapai 4 persen dalam 12 bulan terakhir. Sementara di Pakistan, mobil ramah lingkungan juga semakin diminati.

“Itu terlihat semakin meningkatnya jumlah ragam mobil hybrid yang dijual dan dibeli di sana.  Adapun kisaran pertumbuhannya mencapai 85 persen dalam 2 tahun terakhir,” tutur Puji.

Namun, di saat yang sama, telah terjadi penurunan sebanyak 17,48 persen pada jual-beli mobil jenis konvensional. Ini terjadi karena sejalan dengan kebijakan pemerintah Pakistan yang mendukung penggunaan mobil ramah lingkungan. Tujuannya untuk mengurangi polusi karbondioksida dalam 10 tahun mendatang.

Adapun di Indonesia mobil LCGC, masih banyak yang mengonsumsi bahan bakar fosil konvensional. Bahan bakar yang memiliki kadar emisi dan kualitas kadar efisiensinya masih jauh di bawah jenis hybrid atau mesin alternatif lain.

Namun, ia memprediksi pertumbuhan mobil murah akan semakin cepat dalam satu dekade ke depan. Terutama di negara-negara yang pemerintahnya sudah sadar akan pentingnya penggunaan mobil bermesin alternatif ramah lingkungan. Karena itu, perlu ada regulasi untuk mendukung pertumbuhan mobil jenis ini. [*]

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.