OUR NETWORK

2019, Produksi Sampah di Indonesia 67,1 Juta Ton sampah Per Tahun

Seorang petugas pengelola sampah sedang berkomunikasi di tengah lautan sampah/ANTARA
Ilustrasi seorang petugas pengelola sampah sedang berkomunikasi di tengah lautan sampah/ANTARA

Permasalahan sampah menjadi masalah yang belum terselesaikan dengan baik, khususnya di berbagai daerah di Indonesia. Jumlah sampah terus meningkat di setiap tahunnya. Kesadaran pemerintah dan masyarakat akan sampah harus digali agar terlepas dari permasalahan sampah.

Untuk Jakarta sendiri, sampah dihasilkan sekitar 6.000 hingga 6.500 ton per hari. Di Pulau Bali, sampah yang dihasilkan sudah menyentuh angka 10.725 ton per hari. Sedangkan di Palembang, peningkatan jumlah sampah naik tajam dari 700 ton per hari menjadi 1.200 ton per hari.

Kepala Dinas Kebersihan Kota Palembang, Agung Nugroho mengatakan peningkatan siginifikan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan kota yang pesat dari sisi jumlah penduduk hingga aktivitas ekonomi. Selain itu peningkatan sampah yang terjadi akibat adanya tambahan sampah dari kota/kabupaten lain.

Sampah yang dihasilkan Indonesia secara keseluruhan mencapai 175.000 ton per hari atau 0,7 kilogram per orang. Sayangnya, pada 2014, data statistik sampah di Indonesia mencatat bahwa Indonesia menduduki negara penghasil sampah plastik kedua terbesar di dunia setelah Cina.

Ini menjadi masalah serius ketika permasalahan ini belum mencapai titik terang. Jumlah sampah di Indonesia akan terus meningkat jika penanganan sampah belum serius. Diprediksikan, pada 2019, produksi sampah di Indonesia akan menyentuh 67,1 juta ton sampah per tahun.

Kenaikan produksi sampah di Indonesia harus dijadikan sebuah peluang untuk menemukan titik terang dalam permasalahan sampah. Salah satunya dengan menjadikan sampah sebagai salah satu penghasil tenaga listrik seperti yang ada di Palembang–Sumatera Selatan.

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Palembang akan segera beroperasi pada Desember 2015 dan berkapasitas 500 Mega Watt serta dapat menghasilkan tenaga listrik ke 200 kepala keluarga, khususnya untuk keluarga dengan penghasilan yang rendah.

“Sebelum beroperasi tentunya akan dilakukan pelatihan-pelatihan bagi yang akan bertindak sebagai operator. Rencananya, akan ada pemberdayaan dari masyarakat sendiri,” ungkap Agung Nugroho.

Selain pemanfaatan sampah sebagai tenaga listrik, Pemerintah Palembang juga akan menerapkan teknologi pembakaran sampah water boiler yang akan dibantu oleh pihak Jepang. “Melalui teknologi ini, sisa sampah yang telah melalui proses 3R (reuse, reduce, recycle) dibakar tanpa menimbulkan bau dan polusi udara,” ungkap Hideki Minamikawa, Mantan Menteri Lingkungan Hidup Jepang.

Usaha ini diharapkan menjadi inspirasi untuk setiap daerah yang memiliki persoalan sampah. Upaya yang dilakukan pemerintah juga harus didukung masyarakat dengan mengurangi produksi sampah dan mencoba untuk mendaur ulang sampah sebagai tindak kepedulian lingkungan. Indonesia juga diharapkan bebas dari permasalahan sampah. [*]

TINGGALKAN KOMENTAR

geolive
    Feed has no items.
Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…